Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
118. Periksa Kehamilan


__ADS_3

"alex lepaskan, biar aku turun, aku takut jatuh"


pinta sisy ketika alex menuruni tangga.


"pegangan yang erat, kamu tidak akan jatuh"


sisy kemudian semakin mengeratkan tangan nya di leher alex, sambil menutup mata, merasa ngeri melihat lantai bawah ketika ada di atas gendongan alex.


pria itu begitu kekar , sekali pun menuruni tangga, tak terlihat kewalahan atau merasa lelah menggendong, lengan nya sangat kuat.


melihat wanita nya menutup mata ketakutan, alex semakin gemas, sudah sangat rindu dengan pemandangan wajah wanita nya seperti itu, alex terua memandangi wajah sisy begitu lekat.


alex tersenyum, kemudian memberikan kecupan singkat di bibir wanita nya.


merasakan kecupan bibir alex di bibir nya, sisy kemudian membuka mata,


"dasar pencuri"


gerutu sisy, entah mengapa susah sekali membuat wanita itu tidak marah kembali.


sedangkan alex yang di katakan pencuri itu hanya tersenyum, mingkin jalan terbaik untuk menghindari pertengkaran adalah mengalah terus menerus, membalas kemarahan sang istri dengan sentuhan- sentuhan lembut pada istri nya.


alex bahkan sudah berpikir kalau nanti malam akan membuat istri nya tak berdaya di atas ranjang nya, memberikan kenikmatan dan servis terbaik, supaya sang istri tidak marah lagi.


masih membayangkan saja alex sudah tersenyum- senyum sendiri.


"kenapa senyum - senyum sendiri?"


tanya sisy yang melihat wajah suami nya aneh.


mereka sedang ada di dalam mobol menuju rumah sakit.


"ah, tidak, kita sudah sampai"


alex mengalihkan perhatian sisy, memang benar mereka sudah sampai di depan rumah sakit.


"mau di gendong lagi?" bisik alex menggoda istri nya.


"tidak usah, aku jalan sendiri"


sisy mendorong tubuh alex untuk menjauh dari tubuh nya.


tak ingin alex menggendong nya di depan umum, itu sangat memalukan, tahu kalau suami nya itu suka nekat, tak mau ambil resiko.


alex dan sisy langsung perjalan ke arah di mana ruangan dokter kandungan bernama dokter greta.


ya, alex lebih memilih dokter kandungan wanita.


melihat kedatangan sisy dan alex, dokter greta langsung menyapa mereka ramah, mempersilahkan duduk di depan nya, sedangkan sisy langsung menuju le meja pemeriksaan.


"kita akan usg dulu ya bu" ucap dokter pada sisy yang sudah berbaring di tempat tidur di ruangan pemeriksaan, sedangkan alex memantau nya dari tempat duduk nya, di depan meja kerja dokter greta.

__ADS_1


tampak dokter greta menjelaskan, mana janin nya dan menjelaskan pula kalau usia kehamilan berusia enam minggu, menjelaskan pula kalau sang janin dalam keadaan baik- baik saja.


alex kerkesima melihat layar datar si depan nya, menyaksikan calon anak nya yang berada di dalam perut wanita nya.


"apa sudah tahu jenis kelamin nya dok?" tanya alex masih menatap takjub pada janin yang masih berbentuk embrio itu.


mendengar pertanyaan alex, dokter greta menahan tertawa,


"tentu saja belum pak alex, itu masih berbentuk embrio, harus menunggu beberapa bulan lagi untuk mengetahui jenis kelamin nya" ucap dokter greta menjelaskan dengan sabar.


"ah, begitu, tidak apa- apa yang penting calon anak ku sehat" ucap alex.


"aku tidak menyangka pada akhirnya aki akan menjadi ayah" gumam alex sendiri, hingga membuat dokter greta ingin tertawa.


sedangkan sisy yang tadi nya bingung dengan perasaan nya harus merasa bahagia atau sedih, setelah melihat gambar pada layar komputer, memperlihatkan bulatan kecil calon jabang bayi, juga tak kalah terharu dari alex, mata nya berkaca- kaca, ternyata rasa bahagia itu lah yang lebih dominan.


"ibu merasakan mual muntah?" tanya dokyer greta, sambil menulis kan sesuatu.


"iya dokter, juga tidak nafsu makan"


ucap sisy menceritakan keluhan nya.


"hal itu wajar, untuk trimester pertama, karena peningkatan hormon, asal tidak berlebihan, tapi asupan gizi harus tetap terjaga ya ibu, jaga kandungan nya agar tetap sehat" ucap dokter memberikan penjelasan dan petuah.


sisy mengangguk, kemudian berjalan turun dari tempat tidur pemeriksaan, berjalan dan duduk di samping alex.


"nanti saya resepkan vitamin, juga ibu tidak boleh beraktifitas berat, olah raga yang ringan- ringan ya bu, agar tetap menjaga lebugaran tubuh" perintah dokter.


mendengar pertanyaan alex dokter greta tersenyum, sedangkan sisy rasa nya begitu malu.


sisy langsung menunduk, rasa nya ingin segera kabur dari ruangan dokter saking malu nya.


"kegiatan seksual tetap boleh di lakukan, ya sewajarnya saja ya pak alex, karena di trimester pertama masih sangat rentan"


"berarti aku masih bisa minta jatah sehari tiga kali"


ucap alex pada sisy sambil mengedipkan mata nya sebelah, menggoda wanita nya yang sedang menahan malu.


mendengar sehari tiga kali, dokter greta yang sedang minum langsung tersedak, batuk.


"ehm, saya menyarankan lebih baik untuk sementara sehari sekali cukup lah pak alex, nanti sampai usia kandungan memasuki trimester ketiga" ucap dokter greta dengan suara lebih lirih, tak ingin membuat alex tersinggung.


sisy yang mendengarnya, tersenyum penuh kemenangan.


sedangkan wajah alex terlihat menjadi murung dan cemberut


kesenangan nya akan berkurang .


.


.

__ADS_1


"masih meragukan kalau ini bukan anak mu?" sindir sisy pada alex yang ada di sebelahnya.


mendengar pertanyaan monohok itu, alex kemudian menoleh kearah sumber suara.


menaruh ponselnya dan mengulurkan tangan, untuk mengelus perut rata sisy.


sambil tersenyum,


"aku minta maaf, aku asal ngomong, aku percaya kok dari awal kalau itu anak ku"


kata maaf adalah jalan ninja alex untuk menghindari pertengkaran dan kemarahan istri lebih lanjut.


alex kemudian mencoba merengkuh tubuh sisy hendak memeluk nya,


"jangan sentuh aku"


ucap sisy ketus, sambil menyingkirkan tangan alex di pundak nya.


melihat sikap ketus sang istri, alex hanya bisa membuang nafas kasar.


seolah dunia menjadi terbalik, dulu diri nya yang suka bersikap semena- mena pada wanita nya itu, kini gantian diri nya yang seolah tak berdaya menghadapi sisy, gantian di perlakukan semena- mena, dan tidak bisa berbuat apa- apa.


.


.


"sayang, mau kemana?"


tanya alex ketika melihat sisy berjalan menuju kamar nya,


sisy tak menjawab , hanya berlalu berjalan terus menuju kamar nya, dan segera merebahkan diri di kasur.


hari yang melelahkan untuk ibu hamil itu, ingin segera istirahat, apalagi hari sudah mulai gelap.


lagi- lagi alex memang harus lebih banyak bersabar, menghadapi istri nya.


alex memilih mengurungkan langkah menuju kamar nya, memilih mengikuti sisy, menyusul istri ke kamar sisy.


melihat istri nya langsung merebahkan diri di kasur, menutup tubuh nya dengan selimut dan memejamkan mata nya, lagi- lagi alex hanya bisa menghela nafas.


memang, sisy akhir- akhir ini sering mengantuk selain mual muntah yang di rasakan nya, bawaan ibu hamil.


"sayang, pindah yuk ke kamar ku, sayang...sayang...." tak ada reaksi dari sisy.


alex kemudian memutuskan menggendong istri nya yang sudah tertidur itu dan memindahkan ke kamar nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2