Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
44. Sikap Alex Yang Begitu Manis


__ADS_3

setelah selesai buang air kecil dan mencuci muka, sisy tidak memanggil alex. namun berjalan sendiri. tidak tahu kalau alex ternyata masih ada di depan pintu kamar mandi.


"aku kan sudah bilang kalau selesai untuk memanggil ku. kenapa tidak memanggil?" ucap alex yang sedikit dongkol gara-gara wanita nya itu tidak mau mematuhi perintah nya.


baru saja merasa wanita nya itu menjadi penurut. sekarang sudah mulai membangkang nya lagi.


di depan pintu kamar mandi, alex segera mengangkat dan menggendong sisy. mengangkatnya ke atas kasur dan menidurkan nya.


serta merapikan selimut kembali.


" aku ngantuk lagi" ucap sisy pada alex.


melihat wanita mengucapkan seperti itu membuat alex gemas dan tersenyum.


" itu karena kamu habis minum obat. yasudah, tidurlah" sambil alex terus mengusap kepala sisy layaknya menidurkan anak kecil.


sisy memejamkan mata nya kembali. namun belum sepenuhnya terlelap.


setelah memastikan wanita nya itu tertidur, alex kemudian meninggalkan sisy dari kamar nya.


merasakan alex sudah melangkah ke luar, masih melihat kangkah alex yang keluar dari pintu kamarnya.


"baru kali ini aku melihatmu se lembut ini"


itu merupakan sisi lain dari alex yang belum pernah di tunjukkan kepada siapapun.


.


.


.


alex beranjak ke kamarnya, untuk membersihkan diri.


hari ini alex tidak berangkat ke kantor. diri nya memutuskan untuk bekerja dari rumah.


.


.


sore menjelang, alex masih khawatir dengan keadaan wanita nya yang seharian tidak keluar kamar. terakhir melihatnya , wanita nya itu sedang terlelap sehabis minum obat.


setelah berjibaku dengan pekerjaan nya di ruang kerja lantai bawah di dampingi thomas yang setia menemani, alex ingin melihat keadaan wanita nya itu.


menghentikan kegiatan nya memeriksa setumpuk map yang di bawa thomas dari kantor. menutupnya kemudian beranjak dari duduk nya. alex berjalan menaiki tangga berjalan ke arah kamar sisy.


thomas yang melihatnya tak menanyakan apapun pada bos nya itu. hanya melihat sekilas kemudian meneruskan pekerjaan nya .


alex membuka pintu kamar sisy dengan sangat hati- hati. takut kalau wanitanya itu masih tertidur, takut mengganggu.

__ADS_1


namun setelah membuka pintu tak ia dapati sisy di tempat tidur nya.


"di mana dia?" alex bergumam pada diri nya sendiri.


melihat ke arah kamar mandi, namun tak di dapatkan juga wanita nya itu.


"apa dia melarikan diri dari ku?" gumam alex khawatir.


namun saat berbalik hendak keluar dari kamar, alex yang akan keluar kamar dengan perasaan khawatir hendak menabrak sisy yang mau masuk ke dalam kamar nya.


alex merasa lega. prasangka buruknya akan kecurigaan pada wanita itu tak benar.


" dari mana kau?" alex memicingkan mata nya bertanya pada sisy.


" aku dari dapur" sambil berjalan menuju ke kasurnya hendak merebahkan diri.


meskipun sudah tidak panas, namun badan nya masih lemah dan kepala nya masih pusing. namun tidak se pusing tadi pagi.


" ngapain?" tanya alex yang masih berdiri di tengah pintu kamar.


" aku masak mie instan. aku ingin makan mie" jawab sisy santai kemudian merebahkan tubuhnya .


kemudian alex mendekat pada sisy. membetulkan selimut serta memegang dahi sisy, mengecek apakah masih panas atau sudah turun demam nya.


sisy terkejut, merasa canggung dengan perhatian alex.


melihat sikap alex yang begitu manis kepada nya, sisy berencana menanyakan soal kepergian nya ke amerika.


takut jika kemarahan alex kumat lagi.


mendengar sisy membahas ke amerika lagi sebenarnya membuat alex sedikit kesal.


alex melirik wajah sisy yang terlihat ragu- ragu saat mengucapkan meminta ijin, membuat alex merasa tak tega. apalagi wajahnya masih pucat.


"beri aku waktu 2 hari untuk berpikir" ucap alex pada sisy.


mendengar jawaban alex, sisy merasa punya kesempatan.


pasalnya kemarin alex secara tegas melarang. namun sekarang meminta waktu.


itu menandakan sisy mempunyai sedikit harapan.


alex pasti tak akan serta merta mengijinkan wanita nya itu pergi jauh dari nya. kalaupun dia mengijinkan, pasti alex punya rencana lain, sebuah antisipasi untuk melindungi miliknya.


setelah membenarkan selimut, alex bukan nya keluar dari kamar sisy, malah dia memutar menuju sisi lain tempat tidur.


membuat sisy penasaran kenapa dia bukan nya keluar dari kamar nya malah dia berputar ke sisi lain tempat tidurnya.


" mau ngapain dia?" gumam sisy dalam hati.

__ADS_1


alex ikut naik ke atas kasur dan mulai merebahkan tubuhnya di samping sisy.


" eh...eh...ngapain ikut berbaring di sini?" sisy hanya melotot tidak berani mengucapkan.


" aku akan memastikan kamu benar - benar istirahat" kemudian alex menaikkan tangan nya , menempatkan satu tangan ya di kening mengusapkan halus pada kening wanita nya itu, sehingga sisy yang awalnya ingin menolak merasa nyaman dan lama- lama mata nya mulai berat kemudian tertidur.


sejak tadi tangan alex terus mengusap halus kening sisy , merebahkan tubuh nya menghadap langit- langit kamar sambil memejamkan mata, namun belum tertidur.


mendengar dengan nafas yang mulai teratur, alex membuka mata nya, melirik wanita nya itu yang sudah tertidur pulas, kemudian tersenyum melihat wajah damai wanita nya itu.


.


.


.


ke esokan hari, sisy sudah terlihat rapi dengan pakaian kantor turun dari tangga, bersiap untuk sarapan pagi. di sana sudah ada alex yang duduk di kursinya.


" mau berangkat kerja?" sambil melihat sisy yang mulai duduk di kursi nya menanyakan .


"iya, aku sudah sehat" sambil menyuapkan sanwich ke dalam mulutnya.


"aku tidak enak badan kemarin seperti nya karena masuk angin terlalu lelah latihan berenang" sambung sisy sambil mengunyah sarapan nya.


tak ada tanggapan dari alex. keduanya sibul dengan menu yang ada di piring nya masing- masing.


"aku mengijinkan mu ke amrik" tiba- tiba saja alex menyatakan kalau sisy boleh ke amerika.


membuat sisy terkejut dengan alex yang tiba-tiba menyetujui tugas kerja nya ke luar negeri .


"serius? "sisy meyakinkan.


"ya" jawab alex singkat.


namun sisy tak serta merta bersorak gembira, di balik kebaikan alex biasa nya terselip kata tapi.


"tapi kamu pulang dan pergi bersama ku"


ah tak semudah itu alex melepaskan apa yang menjadi miliknya.


"maksudnya?" membuat sisy tidak paham.


"aku juga akan ke amerika, aku ada urusan bisnis juga di sana"


tuh kan mana bisa alex membiarkan sisy pergi tanpa pantauan nya.


"tapi aku sudah dapat kamar hotel dan tiket dari kantor, lalu teman ku bagaimana?"


sudah mendapat ijin dari alex sudah merupakan keajaiban. namun sisy teringat dengan teman nya yang juga ikut dalam tugas ke amerika.

__ADS_1


"itu urusan mu, kamu bisa pilih mengikuti ketentuan ku atau tidak sama sekali" ucap alex memberikan penegasan sambil memberikan sorotan mata tajam.


seolah tak ingin di bantah lagi


__ADS_2