Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
117. Itu Anak Ku Kan?


__ADS_3

"dokter bagaimana istri saya?"


raut muka alex terlihat khawatir melihat sisy yang masih terbaring lemah, mata nya terpejam.


alex menanyakan keadaan istri nya pada dokter wanita yang di telepon bi nani tadi, nama nya dokter laura.


"berdasarkan pemeriksaan saya, ibu sisy baik- baik saja, tapi untuk memastikan saya butuh hasil laboratorium, jadi saya nanti akan mengambil sedikit darah nya sebagai sampel dan akan saya kirim ke laboratorium"


ucap dokter menjelaskan pada alex.


"kapan terakhir istri anda datang bulan?" tanya dokter laura pada alex.


"ha? datang bulan?"


alex terlihat terkejut kenapa dokter itu menanyakan datang bulan istri nya? mana paham, lalu apa hubungan nya datang bulan istri nya dengan pingsan?


"em, aku baru datang dari luar negeri, jadi aku tidak tahu istri ku sudah datang bulan atau tidak" ucap alex lagi.


"maaf dok, kemarin nyonya meminta ku untuk membelikan tes pack, namun saya tidak tahu hasil nya, nyonya belum cerita hasil nya apa"


ucap bi nani mengatakan apa yang dia tahu, mungkin dugaan dokter sama dengan dugaan nya.


dokter itu kemudian tersenyum,


"semoga diagnosa saya benar kalau istri anda hamil, namun lebih bagus kalau anda memeriksakan istri anda ke dokter kandungan untuk lebih jelas nya.


ucap dokter laura memberikan solusi.


alex yang mendengar ucapan dokter terkejut mendengar kemungkinan sisy hamil.


ada perasaan aneh, rasa bahagia, rasa yang tidak bisa di ungkap kan dengan kata- kata, speechless.


"tapi kalau ibu sisy kemarin sudah mengecek nya dengan tespack, itu arti nya istri anda sudah tahu hasil nya apa, anda juga bisa menanyakan nya sendiri pada istri anda nanti setelah bangun"


alex menatap wajah istri nya lekat, ada rasa bersalah sudah membuat sisy jatuh pingsan.


tak berapa lama, sisy membuka mata nya,


alex yang melihat langsung tersenyum, mengulurkan tangan nya untuk mengelus lembut kepala sang istri.


"kamu sudah sadar? aku begitu khawatir"


ucap alex pada sisy yang masih terbaring lemah namun sudah membuka mata, memberikan senyum terbaik nya.


namun di lihat dari raut wajah sisy, seperti nya wanita nya itu belum melupakan pertengkaran sebelum nya.


melihat sisy sudab siuman, dokter laura kemudian pamit undur diri.


"kalau begitu saya permisi, nanti hasil laboratorium nya kalau sudah jadi akan saya kirim kan pada anda"

__ADS_1


ucap dokter laura pamit pada alex setelah mengambil sampel darah dari lengan sisy.


kemudian bi nani yang ada di situ segera mengantar kan dokter untuk pulang.


sisy hanya diam dan masih cemberut serta menoleh ke arah lain menghindari tatapan mata alex.


"kemarin kamu mengecek kehamilan? apa hasil nya?"


tak ingin mengulur waktu, alex sangat penasaran ingin mendengar jawaban dari sisy sendiri.


mendengar alex menanyakan itu, sisy langsung menoleh, memicingkan mata nya, heran kenapa alex bisa tahu, ah pasti dari bi nani.


" bukan urusan mu" ucap sisy ketus.


alex yang mendengar jawaban ketus istri nya, berusaha menahan emosi, ingin bersabar dengan kemarahan sisy, mencoba mengalah, terus berusaha tersenyum.


"bagaimana bukan urusan ku? kalau hasil nya positif, itu anak ku kan?"


ish, pertanyaan alex hanya akan memperkeruh suasana.


mendengar nada tanya alex, yang ada hanya akan semakin membuat sisy marah, memelototkan mata nya pada alex, tajam.


"apa maksud mu bertanya seperti itu?"


"aku tidak bermaksud apa- apa, aku hanya ingin memastikan"


"lalu, kalau aku menjawab anak pria lain apa yang akan kamu lakukan?"


"kenapa kamu bicara seperti itu? apa itu arti nya kamu hamil anak mantan atasan mu itu?"


duar...


sisy sudah habis kesabaran, rasa nya sudah tidak tahan dengan tuduhan dan pertanyaan alex yang merasa tidak percaya pada nya.


"alex, keluar dari kamar ku, keluar...KELUARRR...."


sisy berteriak mengusir alex, mata nya berkaca- kaca, tangan nya mengangkat mengarah ke arah pintu keluar kamar, rasa nya sudah sangat menyakitkan harus mendengar apapun yang keluar dari mulut suami nya itu.


"eh, lha kok , jadi seperti ini? kenapa jadi semakin marah? aku kan hanya memastikan, kenapa aku harus keluar? aku menghawatirkan kamu kenapa- kenapa sayang"


"KELUARRRR"


teriak sisy keras hingga memekakkan gendang telinga, air mata nya mulai mengalir menganak sungai.


alex yang melihat wanita nya menangis semakin tak tega, memutuskan untuk menuruti apa keinginan sang istri, keluar dari kamar sisy.


"ini rumah ku, kenapa harus aku yang keluar?"


gumam alex menggerutu pada diri nya sendiri setelah keluar dari kamar istri nya, tak ingin istri nya semakin marah, lebih baik mengalah, menunggu emosi sang istri sedikit reda.

__ADS_1


alex benar- benar tak menyadari kesalahan fatal atas ucapan nya yang menuduh sisy hamil anak juna.


.


.


tak ingin menunggu lama, alex segera menyiapkan sopir dan mobil hendak membawa sang istri ke rumah sakit, melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


beberapa waktu sebelum nya ponsel alex berbunyi, ada pesan masuk, dari dokter laura, mengirimkan hasil laborat sisy dan menyatakan kalau istri nya itu memang benar hamil.


"mau apa lagi ke kamar ku?"


meskipun sudah tidak dengan emosi yang meluap- luap, ucapan sisy masih saja tidak ramah untuk di dengar.


alex menghembuskan nafas nya kasar, sampai kapan wanita nya itu marah- marah terus pada nya, ingin mendebat, namun istri nya itu sedang hamil, takut pingsan lagi.


alex memberikan senyum, supaya wanita nya itu tidak lagi cemberut dan marah lagi.


"sayang, kita periksa ke dokter ya, mobil di bawah sudah siap"


ucap alex dengan nada paling ramah dan sehalus mungkin.


"untuk apa?"


tanya sisy lagi dengan bibir yang masih cemberut dan manyun.


"kita harus tahu keadaan kandungan kamu sayang, aku tidak mau terjadi apa- apa"


"apa peduli mu, bukankah kamu tidak percaya kalau itu anak mu?"


rasa nya kalau pembicaraan itu terus di lanjutkan , hanya akan memicu pertengkaran berulang.


alex sudah lelah, sejak kepulangan nya dari amerika, hanya ada perdebatan dan pertengkaran.


kenapa istri nya itu jadi begitu sensitif? ataukah memang diri nya yang salah? sudahlah.


alex kemudian berjalan mendekati ranjang, di mana ada sang istri yang duduk bersandar di headboard ranjang.


tanpa aba- aba atau pemberitahuan terlebih dahulu, alex langsunh mengangkat wanitanya itu, menggendongnya ala bridal style.


"alex, mau apa? lepaskan"


sisy kaget dengan tindakan alex yang tiba- tiba menggendong nya, sisy segera melingkarkan tangan nya ke leher alex, takut terjatuh.


"tidak akan, aku tak mau berdebat lagi, aku tidak mau kita bertengkar lagi. hanya ini cara satu- satu nya agar kamu mau di ajak untuk memeriksakan kandungan, dokter sudah menunggu, aku sudah mengurus semua nya"


ucap alex panjang lebar di sepanjang perjalanan menuju mobil.


"alex lepaskan, biar aku turun, aku takut jatuh"

__ADS_1


pinta sisy ketika alex menuruni tangga.


__ADS_2