
hari berganti hari, pekerjaan belum juga terselesaikan, negosiasi dengan moreno, tentang proyek nya yang di inginkan moreno tak kunjung selesai.
membuat alex semakin pusing tak bisa segera kembali pulang ke indonesia.
hari- hari alex di habiskan untuk bekerja, untuk menekan rasa rindu nya pada wanita nya.
"hallo paman alex"
sapa brian yang kebetulan hari itu pulang dari sekolah dan mampir sebentar ke kantor untuk bertemu sonya.
"kenapa ada di sini?" tanya alex pada brian.
alex bertemu brian di loby kantor, saat alex hendak mencari makan siang.
"mau bertemu mommy sebentar, sopir tak menjemput, dompet brian hilang, uang saku brian hilang sudah"
mendengar cerita anak lelaki sonya itu, alex tersenyum, mendengar celotehan anak- anak rupa nya sangat lucu, hingga di pikiran alex membayangkan jika yang berbicara seperti itu adalah anak nya sendiri.
seperti nya batin alex sudah menginginkan mempunyai seorang anak.
"bagaimana kalau paman antar saja" tawar alex pada brian.
"yang bener? mau dong paman, nanti kita main- main di rumah, aku sudah lama tidak bermain basket dengan paman, paman jago sekali "
wajah brian begitu sumringah mendengar alex ingin mengantar kan nya.
'kenapa jadi main juga? yah sudah lah, akan aku turuti kemauan brian, aku juga sudah lama tidak main basket dengan anak kecil ini' batin alex berbicara.
"boleh"
jawab alex sambil memamerkan senyum.
membuat anak itu semakin riang gembira.
"yeay...lets go paman"
waktu yang seharus nya sebentar, akhir nya alex harus menemani brian bermain basket cukup lama di rumah sonya dengan brian.
hingga sonya pulang dari kantor, dan ternyata mendapati bos nya sedang ada di rumah nya bermain dengan anak lelaki nya.
melihat keseruan alex dan brian bermain basket, sonya mengulum senyum.
"bos ada di sini?"
sapa sonya pada alex.
"ya, tadi aku bertemu brian di lobi kantor saat maunpulang, jadi aku memutuskan mengantar nya pulang"
__ADS_1
jawab alex yang masih berlumuran peluh setelah beberapa waktu bermain basket.
membuat pria tampan bertubuh atletis itu terlihat begitu seksi.
"brian, sudah cukup main nya, ayo masuk"
ajak sonya pada anak nya, melihat keringat yang sudah membasahi kemeja alex.
kemudian semua nya berjalan masuk ke dalam rumah.
"aku ke kamar kecil dulu"
ucap alex pada sonya, menaruh semua barang yang ada di sakunya di atas meja, termasuk ponsel dan dompet nya, kemudian berjalan ke dalam kamar mandi.
sesaat setelah alex masuk kamar mandi, ponsel alex berbunyi, ada panggilan masuk, dengan keterangan nomor kontak' my love'.
siapa lagi kalau bukan panggilan telepon dari sisy dengan nama kontak 'my love'.
sonya yang melihat ponsel alex berbunyi, awal nya tak ingin mempedulikan, namun panggilan itu terus berulang, membuat sonya memutuskan untuk mengangkat panggilan dari nomor kontak 'my love'.
sonya cukup terkejut dengan nama kontak itu di ponsel alex.
"hallo"
suara sonya menjawab telepon.
wanita yang sudah di ketahui nya adalah istri sang big bos.
'betapa beruntung nya wanita itu, nomor ponsel nya bisa di save dengan nama my love , sebucin itukah alex pada istri nya? aku pikir dia juga salah satu mainan nya alex, melihat sikap manis nya, dia memang benar- benar mempunyai tempat istimewa di hati alex'
orang di seberang sana bertanya keberadaan alex, tentu sonya mengatakan apa ada nya, menjawab pertanyaan sisy kalau alex sedang ada di kamar mandi.
tak menunggu lama, saat sonya masih mengobrol, terdengar suara alex sudah keluar dari kamar mandi dan menanyakan ponsel nya.
sonya lantas memberitahukan kalau ponsel nya ia bawa,
alex terlihat tidak suka sonya memegang ponsel nya, tapi kemudian sonya menjelaskan kalau ponsel nya berbunyi berkali- kali dan itu dari istri nya, takit nya terjadi sesuatu.
mendengar penjelasan sonya yang masuk akal, akhir nya alex tak jadi marah pada sonya, meskipun masih sedikit kesal pada wanita yang pernah jadi teman ranjang nya itu.
alex kemudian meraih ponsel nya yang di berikan sonya, dan menyapa orang yang sedang menelepon.
"hallo"
mendengar ucapan sang istri yang marah, alex sudah menduga, pasti istri nya akan marah- marah mengetahui yang mengangkat panggilan nya adalaha sonya.
"apa kamu cemburu?"
__ADS_1
alex sengaja menggoda sang istri yang sedang dongkol.
tapi ternyata justru kata dari nya membuat sang istri semakin marah , tak mau berdebat lebih panjang lagi lewat telepon , alex kemudian meminta untuk membicarakan dan akan menjelaskan nanti setelah bertemu saja.
"aku jelaskan nanti setelah aku kembali"
kata kemarahan yang sebelum nya hanya katena cemburu pada sonya, kini sisy malah membahas dan marah soal diri nya yang tak di ijinkan alex keluar rumah.
"tidak, aku tidak akan mengijinkan mu keluar rumah sampai aku kembali"
perdebatan demi peedebatan masih terus berlanjut, hingga sonya menoleh ke arah alex, mendengar alex berbicara dengan nada cukup tinggi.
"apa kamu mau keluar rumah ku untuk menemui mantan atasan mu itu? ha?"
mendengar wanita nya yang terus meminta ingin di ijinkan keluar rumah, membuat alex aemakin meradang dan emosi.
yang tadi nya hanya sisy yang marah kini alex pun lebih marah dari sisy.
tak ingin kehilangan wanita nya, alex tetap lah alex, tak mau perintah nya di bantah,
" bukan kah kau memang tawanan ku?"
setelah alex mengatakan kata itu, tak ada jawaban dari iatrinya lagi, sambungan telepon rupa nya sudah di matikan oleh siau, membuat alex menggeram menahan emosi.
"shitttt"
alex semakin frustasi, menyayangkan kenapa semenjak diri nya dan istri menjalani hubungan LDR rasa nya yang ada hanya pertengkaran saja, entah itu salah paham atau karena tak sependapat, rasa nya begitu susah menjalani hubungan nya yang jauh dari istri.
membuat alex semakin frustasi mana kala negosiasinya dengan moreno tak kunjung selesai, membuat nya semakin lama untuk jauh dari sisy, dan entah pertengkaran tentang apalagi nanti nya, alex merasa kepala nya semakin pusing.
mengacak rambut nya kasar, dan segera berjalan ke arah sonya dan brian.
"sonya, aku balik dulu ya"
ucap alex berpamitan pada sonya.
"tidak makan dulu?" ucap sonya mengajak makan bersama.
"tidak perlu, aku langsung balik"
"brian, paman balik dulu ya"
"iya, makasih paman, kapan- kapan main basket dengan brian lagi ya?"
alec tak mengiyakan ataupun menolak ajakan brian, hanya memamerkan senyum .
kemudian berjalan berlalu keluar dari rumah sonya, menaiki mobil sport mewah nya berwarna kuning.
__ADS_1