Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
101. Serasa Jadi Ratu


__ADS_3

"alex ada di sini, kau masih dendam pada nya?" ucap salah seorang pria.


"dia, aku rindu bermain- main dengan nya" ucap pria itu dengan tersenyum sinis.


"kau masih ingat? wanita yang sempat di culik edward dan nacho? wanita nya alex"


"bukankah selama ini dia suka di gosipkan dengan beberapa artis hollywood dan model victoria secret?"


"hanya bersenang- senang, namun wanita yang selama ini di sembunyikan di rumah nya itu lah kekasih sesungguh nya"


"oh ya?, seorang alex morris bisa terikat hanya dengan satu wanita? mengejutkan"


"pasti sangat menarik jika kita mengganggu mereka"


obrolan di ruangan kerja salah satu ketua gangster sekaligus pengusaha bersama dengan teman nya,


salah satu saingan alex ketika masih ada di amerika, bernama moreno.


.


.


di tempat lain,


"wah ini dia milyader muda kita" sambut seseorang yang sudah sejak tadi menunggu alex di ruangan kerja nya.


"apa Louis? kau mengganggu ku saja" tanya alex dengan malas, dan langsung duduk di sebelahnya.


"aku dengar, kau sudah menikahi seorang wanita? siapakah wanita yang beruntung itu?"


tanya pria yang di ketahui bernama louis, seorang pengusaha ternama pemilik brand fashion terkenal dunia Louis v, juga menjadi salah satu teman sekolah alex di sekolah elit waktu sekolah menengah atas.


alex langsung melirik ke arah Thomas yang ada di depan nya, menduga orang kepercayaan nya itu yang mengatakan nya.


"bukan dia yang mengatakan nya, tapi Sonya, hahaha dia begitu cinta dan setia pada mu, aku pikir kau akan menikahi nya"


"jangan salah paham, Sonya sudah aku anggap seperti adik ku sendiri"


"seperti adik sendiri tapi di tiduri, hahaha" balas Louis, sang konglomerat.


"dia yang minta aku tiduri, mana bisa menolak aku sebagai pria" ucap alex santai menanggapi sindiran louis.


"apa kau kesini hanya ingin meledek ku?"


"tentu saja tidak, bukankah kita tahu, bagi seorang milyader seperti kita, waktu adalah uang bukan?, aku ingin membahas kerja sama kita, aku sudah membahas semua nya dengan sonya, tunggu deal dari mu" ucap Louis panjang lebar.


"aku juga ingin mengundang mu makan malam ke rumah ku, dengan istri baru mu tentu nya" ucap alex menggoda.


"bilang saja kau begitu penasaran dengan hidup ku"


"hahaha, aku penasaran wanita mana yang bisa membuat seorang player seperti mu bisa membuat komitmen dengan sebuah pernikahan, aku sudah menyiapkan banyak hadiah, khusus aku buat untuk istri tercinta sahabatku tentu nya" ucap louis lagi.


"aku lebih baik dari mu setidak nya aku bermain dengan mereka belum punya istri"

__ADS_1


"dan sekarang, setelah punya istri?"


alex terdiam, tak bisa memberikan jawaban apapun,


" biar waktu yang akan menjawab nya" ucap alex bijak, tak bisa menjanjikan apapun.


"hahaha, santai bro, setiap orang butuh proses untuk menjadi baik, begitu juga menjadi setia pada satu wanita" di balik sikap louis yang slengek an, salah satu teman alex itu begitu mengerti apa bagaimana alex.


"lusa aku dan margareth mengundang mu dan istri untuk makan malam di rumah ku, aku belum memberikan mu hadiah dalam pernikahan mu" kali ini Louis mengatakan nya lebih serius.


"aku tidak janji " ucap alex.


"aku yakin kau akan datang" Louis begitu yakin.


.


.


di mansion alex, sisy mengikuti saran alex, memanfaatkan fasilitas di rumah megah itu, meminta kepala asisten rumah tangga untuk memanggil terapis kecantikan datang, dan melakukan perawatan di ruangan rumah tersebut secara privat.


mulai dari massage, sampai perawatan di bagian intim di lakukan sisy, hingga menghabiskan waktu seharian hanya di ruang yang sudah seperti salon kecantikan mini, yang dulu juga sering di gunakan mama nya alex untuk melakukan perawatan diri.


"permisi nyonya, ada kiriman dari sir alex"


ucap asisten rumah tangga yang datang membawa paperbag di tangan.


sisy yang masih asyik melakukan massage, membuka mata,


minta sisy untuk sang asisten rumah tangga mendekatkan paperbag yang di bawa.


seperti dugaan nya, memang paketan itu adalah ponsel baru sisy yang di dapatkan dari alex, seperti janji alex sebelum diri nya pergi.


senyum sumringah sisy setelah sekian lama tak memegang ponsel.


sisy meminta terapis kecantikan itu berhenti sejenak, kemudian duduk dan membuka kotak ponsel baru yang sudah di setting dan siap di gunakan.


kring...kring....


baru juga mau di cek, sudah ada telepon masuk, di layar tertera 'my love' .


sisy tersenyum, pasti alex yang menelepon.


"hallo?"


"bagaimana? suka?" tanya alex di seberang sana.


"iya, suka sekali" ucap sisy dengam senyum yang semakin mengembang.


"sedang apa?" tanya alex.


"seperti saran mu, melakukan massage" ucap sisy.


"berarti nanti malam kuat lebih dari satu ronde ya, karena sudah tidak capek" suara alex menggoda.

__ADS_1


tak mau menjawab pertanyaan alex, sisy sengaja mengalihkan pembicaraan.


"di mana?" gantian sisy yang bertanya.


ah, mereka sudah seperti sepasang abg yang baru saja pacaran, menanyakan kabar masing- masing.


"di kantor, jangan curiga" alex sengaja menyindir .


"dengan sonya?"


pertanyaan sisy justru membuat alex tertawa.


"oh ya, nanti sore setelah aku pulang, aku mau mengajak mu menemui seseorang" ucap alex.


"siapa? " jawab sisy singkat.


"nanti kamu akan tahu, aku kenapa ya, sudah ingin pulang saja, padahal pekerjaan masih menumpuk banyak" ucap alex menggoda istri nya.


"video call , aku ingin melihat kamu" ucap alex lagi.


kemudian panggilan berubah menjadi mode video call, menampakkan sisy yang hanya memakai kain sampai dada, membuat alex yang melihat nya menelan saliva berat, ada sesuatu yang meronta di bawah sana.


"aku jadi ingin segera pulang" ucap alex lagi, membuat sisy tertawa, tahu kalau suami nya itu sedang menahan sesuatu.


"hahaha, jangan mengganggu ku" sisy sengaja membuat alex kelimpungan.


"sebentar lagi aku sampai rumah" ucap alex sebelum mematikan ponsel nya.


di depan lift, alex berpapasan dengan sonya.


"sonya, nanti sore aku akan datang ke rumah mu, ini ulang tahun brian, aku ingin memberikan hadiah" ucap alex menyebut anak nya sonya,


alex memang sangat sayang pada anak nya sonya, alex mengetahui perkembangan tumbuh kembang anak nya sonya, membuatnya sudah seperti keponakan sendiri.


"iya" ucap sonya begitu senang.


"mau kemana lex?" tanya sonya yang melihat bos nya itu terlihat begitu terburu- buru.


"mau pulang, oh ya kerja sama dengan louis sudah aku cek dan tanda tangani" tanpa menunggu jaawaban dari sonya, alex segera masuk lift, ingin segera sampai ke rumah.


.


.


sampai rumah, alex langsung ke ruangan di mana sisy yang masih melakukan massage dan perawatan kecantikan lain nya.


[aku serasa jadi ratu saja, melakukan perawatan mahal, sebelum nya mana pernah, cuma ketika mengenal alex saja aku melakukan seperti ini, itu pun atas perintah pria itu] sisy bergumam sendiri sambil memejamkan mata menikmati pijatan- pijatan dari tangan professional sang terapis.


.


.


masih episode uwu- uwu ya guys, maaf lama nggak update, baru mau mencoba update lagi, hehehe....

__ADS_1


__ADS_2