Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
25. Two week later


__ADS_3

Dua minggu sudah alex berada di amerika. begitu pula sisy di rumah mewah alex tanpa pemiliknya. untuk pertama kali nya semenjak menjadi tawanan alex melalui hari-hari nya tanpa pria yang selalu membuatnya waspada setiap saat.


tanpa bertanya apapun pada alex, sisy mulai menjalani rutinitasnya bekerja. dalam dua mingguan ini tak jarang sisy meluangkan waktu dengan teman kantornya untuk sekedar makan sehabis pulang kantor. melewati jam pulang yang di tentukan alex selama ini.


"indahnya hidupku bisa bebas kembali" gumam sisy setelah menyelesaikan pekerjaan nya.


jam sudah menunjukkan waktu pulang kerja. sisy mulai siap-siap pulang kerja.


"sy di undang helen nggak ke ulang tahun nya?" tanya mira teman sekantor yang tempat duduknya sebelahan dengan nya.


"iya sih tapi aku nggak datang seperti nya. aku nggak tahu tempatnya juga " jawab sisy.


"datang sama aku saja kita rame-rame ada tere dan bimo juga. seru kayaknya. pesta nya saja di tempat mewah. tempat mahal itu siy" ucap mira.


"oh ya? tapi enggak lah. nanti pilangku kemalam an" sisy masih berusaha menolak ajakan mia.


"pokoknya kamu ikut ya.... ya.... masak aku jadi obat nyamuknya tere. plisss" sambil mira menangkupkan tangan nya memohon pada sisy.


akhirnya sisy mengiyakan ajakan mira.


mira merupakan teman terdekat di kantor. sisy merasa tidak kuasa menolak permohonan mira.


.


.


.


jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. mira, tere , dan bimo serta beberapa teman lainnya masih asyik mengobrol. suasana club malam semakin malam semakin padat pengunjung. bahkan sudah ada beberapa yang mulai mabuk.


"mir ayo balik lah. ini sudah malam" pinta sisy pada mira.


"sebentar lagi ya siy" mira masih asyik mengobrol dengan teman lain nya.


"suasana seperti ini mengingatkanku pada masa lalu " gumam sisy dalam hati.

__ADS_1


masa kelam dimana sisy terpaksa menjadi pengganti hutang sang kakak. membuat dirinya terjerumus ke tempat sekarang.


di tempat lain dari ruang vvip di club mewah tersebut ada yang memperhatikan sisy dengan segala gerak geriknya.


"mir kalau kamu masih lama, aku balik duluan ya" pinta sisy yang sudah tidak sabar menunggu mira.


"kita pulang bareng siy" mira memutuskan menemani sisy pulang. "aku mau ke toilet dulu ya" lanjut mira.


"kalau begitu aku keluar dulu ku tunggi di depan" pinta sisy kemudian berjalan membelah keramaian club malam yang semakin padat pengunjung.


beberapa pria penggoda yang sedang mabuk berusaha menghadang sisy yang berjalan sendirian . namun sisy masih bersikap sopan.


"maaf permisi mau lewat" ujar sisy.


namun si pria hidung belang itu tak menggubrisnya.


"apa mbak? tidak dengar" salah seorang pria penggoda itu sambil mendekatkan wajahnya ke arah sisy.


melihat kondisi yang semakin tidak kondusif membuat sisy memaksa keluar dari kerumunan termasuk segerombolan pria yang sedang iseng pada nya.


tiba-tiba bukkkkkk....bukkkk...


suara tinju yang mengarah ke perut si pria yang menggoda sisy. suasana menjadi riuh. tarikan tangan sisy di tengah kerumunan menuju sebuah mobil mewah milik alex.


melihat hal itu membuat sisy terkejut. sedangkan suasana di dalam masih gaduh. beberapa tinju thomas arahkan ke beberapa pria yang sejak tadi telah mengganggu sisy.


"kamu? sejak kapan kembali?" dengan ekspresi kaget menatap ke arah alex yang menggandeng sisy memasukkan ke mobilnya.


"apa? jadi seperti ini kelakuan mu ketika aku gak ada?" jawab alex ketus.


"aku...." sisy menundukkan kepala nya. "aku hanya sekali . itu karena ada teman ulang tahun" sambung sisy.


"kalau aku menemukan fakta kau pulang telat dari jam yang aku tentukan lebih sekali hukuman mu semakin berat" alex memperingatkan.


sisy tidak ingin berdebat lagi dengan alex.

__ADS_1


untuk sejenak suasana menjadi hening. sisy sibuk menghubungi mira untuk memberi kabar . juga dengan alex terlihat sibuk dengan ponselnya. thomas yang tengah asyik memukuli beberapa orang di dalam club sudah kembali. mobil mulai melaju .


"siapa pria itu? apa kau sedang mencari sampingan untuk mendapatkan uang dari mereka?"


perkataan alex itu membuat sisy menahan amarahnya.


sisy mengarahkan pa dangan nya ke alex dengan mata berkaca- kaca membuat alex merasa bersalah dengan ucapan nya.


"ehmmm... lupakan...." ucap alex kemudian meluruskan pandangan menghindari sorot mata sisy yang masih menatapnya penuh amarah namun tertahan.


emosi alex yang awal nya membara karena tindakan sisy yang pulang telat dan di ketahui nya ada di sebuah klub kini berangsur menghilang.


.


.


keduanya disertai satu sopir dan thomas yang duduk di sebelah sopir melaju kencang pulang ke rumah.


tak ada sepatah kata pun dari alex dan sisy. keduanya melangkah ke kamar masing- masing untuk istirahat.


.


.


.


keesokan pagi nya, seperti biasa ketika alex di rumah. sarapan pagi adalah kewajiban yang tidak boleh di tinggalkan.


hari masih pagi. tapi rupa nya alex sudah duduk di meja makan dengan setelan jas lengkap baju kerja . menunggu sisy yang biasanya lebih dulu duduk di meja makan. tapi kali ini alex yang menunggu.


.


beberapa saat terlihat sisy menuruni tangga. terlihat ekspresi di wajahnya sedikit kaget sudah ada alex yang duduk lebih dulu di meja makan.


namun tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. hanya fokus jalan menuju kursi duduknya.

__ADS_1


keduanya kini sibuk menikmati sarapan masing-masing.


__ADS_2