
Hingga pagi menyapa.....
Kedua manusia yang menyandang predikat sebagai pengantin baru, sedang turun dari mobil.
wajah sang pria terlihat di tekuk, tak bersemangat, lesu.
tidak menampakkan aura seorang pengantin baru.
turun dari mobil, tanpa menunggu sang istri.
alex berjalan menuju ruang kerja nya.
sebelum nya sudah menghubungi meminta thomas membawa seluruh pekerjaan nya di kantor ke rumah.
ingin menenggelamkan diri dalam pekerjaan dari pada memikirkan hasratnya yang belum tersalurkan juga.
Pagi-pagi tadi, alex sudah bangun. semalaman tidur nya tidak bisa nyenyak.
diselimuti rasa kecewa, malam pertama nya sebagai pengantin baru tidak berjalan seindah bayangan.
wajah nya di tekuk, ingin segera meninggalkan hotel tempat menginap.
ingin segera meninggalkan tempat yang membuat nya kecewa.
"kamu keluarlah, aku tunggu di depan pintu, kita segera pulang"
ucap alex begitu ketus, saat melakukan panggilan pada sisy lewat ponsel nya. tanpa menunggu jawaban dari orang di seberang sana, alex segera memutus panggilan telepon nya.
memberikan perintah untuk segera keluar dari kamar pengantin menunggu di depan pintu kamar tanpa masuk.
kemudian mengajak sisy segera pulang ke rumah.
tetap dengan wajah yang tak bersahabat.
Sisy tak ingin banyak bertanya, memilih menuruti apa yang di katakan alex.
Melihat alex berlalu meninggalkannya begitu saja, sisy tak peduli.
diri nya berjalan sendiri menuju kamar nya, bergelut memikirkan langkah selanjutnya yang akan diri nya ambil.
Sebelum petang menyapa, sebelum alex menggila memaksa nya melakukan malam pertama yang tertunda.
Tak bisa duduk diam, sisy menggigit ujung jari nya, frustasi.
Membuka jendela, melihat ke arah bawah, berlalu lalang para pria berpakaian rapi.
Apakah alex sedang meningkatkan penjagaan? Mencegah diri nya untuk kabur lagi?
Sisy kembali merebahkan tubuh nya, menarik nafas dalam. Membiarkan pikiran nya beristirahat untuk sejenak.
Seperti nya jalan satu- satu nya adalah menerima takdir jalan hidup nya.
menerima kenyataan menjadi istri seorang alex morris .
__ADS_1
Menyerahkan kesucian nya pada sang suami.
Juga menyiapkan diri jika saja alex sudah bosan dan membuangnya begitu saja.
Atau, melihat alex keluar masuk kamar nya membawa wanita lain silih berganti.
[Tidak, aku tidak akan bisa kuat melihat itu].
Sisy menggelengkan kepala cepat.
itulah ketakutan sisy, kenapa selama ini diri nya membentengi hati nya, tak mau menyerahkan tubuh nya apalagi hati nya ke seorang alex morris.
masih belum percaya pada alex, masih banyak keraguan.
Namun tak ada pilihan lain.
Atau jika diri nya masih belum siap, maka alex akan meminta hak nya secara paksa, dengan kasar.
Ah,,,,itu lebih menakutkan. Mendengar kata kasar sudah membuat nyeri di sekujur tubuh sisy.
Refleks sisy menutupi bagian tubuh nya, dengan tangan .
membayangkan bagaimana alex mengoyak tubuh nya begitu kasar, itu pasti sangat menyakitkan.
Sibuk dengan ketakutan nya sendiri tentang masa depan.
Cekrek...
Seseorang sedang membuka pintu kamar sisy, seketika sisy langsung berjingkat, wajah nya panik, segera melihat ke arah sumber suara.
“ bi , mengagetkan saja” ucap sisy memegangi dada nya, jantung nya masih terdengar berdetak begitu kencang.
“tadi saya sudah mengetuk, tapi tak ada sahutan, jadi saya membuka pintu. Maaf sudah mengagetkan nona” ucap bi nani menunduk.
Merasa bersalah pada nona nya, bi nani lihat betul bagaimana wajah ketakutan nona nya. Meskipun bi nani tidak tahu kenapa nona nya begitu ketakutan ketika ada seseorang membuka pintu kamar.
“ada apa bi?”
tak ingin membahas soal ketakutan nya, sisy bertanya tujuan bi nani ke kamar nya.
“mau bertanya, nona mau makan di bawah atau di kamar, biar bibi siapin”
Bi nani mendapat tugas khusus oleh tuan nya untuk memastikan kalau wanita yang sekarang menjadi istri nya itu tetap makan tepat waktu.
bukan nya menjawab pertanyaan bi nani, sisy malah menanyakan keberadaan alex.
“emmm, bi alex di mana?”
tanya sisy berbisik, juga terlihat canggung menanyakan pria yang sudah resmi menjadi suami nya.
Hah, suami???? Masih terasa aneh bagi sisy walaupun belum terucap, Masih di dalam pikiran saja.
“tuan ada di ruang kerja nya dengan pak thomas”
__ADS_1
jawab bi nani , di sertai senyum menggoda nona nya.
[Nama nya juga pengantin baru, pasti ingin nya bersama terus, tidak lihat beberapa saat saja mau nya di tanyakan terus] pikir bi nani.
Padahal bukan itu yang di pikirkan sisy, hanya ingin memastikan tentang keamanan nya saja.
Tak ingin tiba- tiba alex masuk ke kamar nya, menyerangnya.
Memang, sejak kedatangan sepasang pengantin baru, alex langsung menuju ke ruangan kerja nya.
sebelum nya sudah meminta thomas membawa semua berkas pekerjaaan ke rumah.
ingin sekali pria itu menenggelamkan diri ke dalam pekerjaan.
Melupakan rasa kesal nya karena malam pertama yang tertunda.
Tak ingin membiarkan pikiran nya berimajinasi lebih liar tentang wanita yang menjadi istrinya, namun belum bisa menyentuh nya.
yang hanya akan membuat nya lepas kontrol, mungkin akan memaksa meminta hak nya kalau itu terjadi.
Maka lebih baik dirinya larut dalam pekerjaan, pikir alex.
Sebenarnya perintah membawa pekerjaan ke rumah membuat thomas cukup heran.
Dengan status nya sebagai pengantin baru, malah ingin bekerja gila- gila an itu cukup membuat siapapun bertanya- tanya.
namun tentu thomas tak akan berani menanyakan apapun pada bos nya.
Kalau masih sayang sama nyawa nya. Xixixi.
Meskipun saat tengah memantengi map di depan nya, sesekali thomas mendapati bos nya memukul-mukul keningnya dengan pena, atau kalau tidak mengusap nya kasar dengan telapak tangan nya.
Baru pertama kali thomas melihat bos nya terlihat begitu aneh.
Tentu saja, hal itu di lakukan alex untuk menyingkirkan bayangan erotis wanita yang sudah menjadi istri nya. Juga mengingat tentang kegagalan nya di malam pertamanya.
Sore menyapa, hari sudah mulai gelap....
Jangan tanyakan lagi bagaimana cemas nya sisy.
Memutuskan memilih untuk menyerahkan diri sendiri, mendatangi alex ke kamar nya, namun jiwa nya terasa begitu berat di ajak untuk menerima kenyataan.
Berkali- kali menghela nafas.
Berjalan ke kanan dan ke kiri ranjang seperti seterikaan.
menggigit ujung jari nya, mengusap wajah nya kasar, terlihat dengan ekspresi begitu panik.
Padahal sudah berusaha mempersiapkan diri mandi dengan bersih menggunakan aromatherapi, sekaligus untuk menenangkan batin nya yang gelisah, memakai wewangian, dan memakai piyama berbentuk kimono berbahan kain satin.
terlihat cukup seksi.
Jangan membayangkan sisy memakai baju tidur transparan yang pernah alex berikan waktu pertama datang di rumah nya.
__ADS_1
Karena bagi nya itu terlalu memalukan.
Sisy terus berusaha menetralkan perasaan gugup nya, mula melangkah Keluar kamar, menuju kamar alex.