
tiga hari sejak kejadian di mana sisy menghubungi alex dan berakhir mendapat video asusila sang suami, sisy masih terkurung di dalam sangkar emas nya alex.
rasa nya malas sekali sisy menjalani hari- hari nya, ingin kabur namun tak bisa.
tak semudah itu lari dari jerat alex, kecuali alex sendiri yang menginginkan nya pergi.
di tambah akhir- akhir ini muncul rasa mual di perut serta rasa malas dan rasa mengantuk yang sering menyerang , membuat hari- hari sisy semakin terasa berat untuk di jalani.
membuat sisy tak bernafsu untuk makan, sekalipun bi nani selalu memaksa nyonya nya itu untuk makan.
"non ayo di makan, sejak kemarin belum makan"
pinta bi nani yang sore itu mendatangi kamar sang nyonya rumah.
"hoek... bi nani, jangan membawa apapun ke kamar ku, baru melihat nya saja rasa nya aku langsung mual "
teriak sisy marah pada bi nani, baru kali ini sisy berbicara dengan nada cukup tinggi pada bi nani, padahal sebelum nya tak pernah.
sisy kini sudah kembali ke kamar nya yang dulu, bukan lagi di kamar alex.
rasa kecewa nya pada alex masih terasa menyakitkan di hati.
sudah tiga hari sejak pertengkaran terakhir dengan alex, sisy bahkan tidak keluar dari kamar pribadi nya itu.
perut nya lapar, namun rasa nya tak ingin memakan apapun.
bi nani yang selalu memaksa sisy untuk makan, membawakan makanan ke kamar nya, sisy berusaha menghargai usaha bi nani yang sudah mengantar makanan ke kamar nya, sisy berusaha memakan nya sedikit, hanya di makan satu sendok saja, selalu seperti itu, lalu kemudian menghentikan nya.
itu pun dengan menahan dan melawan rasa mual yang di rasa.
alhasil tubuh sisy semakin terlihat lemah tak bertenaga.
"nyonya, apa anda telat datang bulan?"
pertanyaan bi nani membuat sisy yang dari tadi menahan rasa mual akibat mencium bau makanan yang di bawa bi nani menoleh, dan mengernyitkan dahi.
"apa? datang bulan?"
sisy baru ingat kalau diri nya tidak datang bulan bulan ini.
deg...
batin sisy bergetar,
'datang bulan? seharus nya aku kan sudah datang bulan, dua minggu yang lalu, tapi...'
"apa saya panggilkan dokter saja non?"
tanya bi nani menawarkan solusi pada sisy yang masih bengong memikirkan diri nya sendiri, bi nani tak tega melihat nyonya nya itu semakin lemah dan menderita karena sering mual muntah.
__ADS_1
'apa jangan- jangan aku hamil?' ucap sisy dalam hati.
"nyonya?"
bi nani sampai mengulang untuk memanggil sisy kembali.
"ah, ya bi?" tanya sisy lagi pada bi nani.
"apa saya panggil kan dokter saja?" tanya bi nani kembali.
"tidak perlu bi, aku baik- baik saja" sisy menolak tawaran bi nani.
namun batin sisy merasa penasaran apa yang terjadi dengan tubuh nya, apa jangan- jangan benar diri nya sedang hamil?
"em,,, bi, bisa minta tolong belikan test pack?" ucap sisy ragu pada bi nani.
mendengar nyonya nya meminta test pack, membuat bi nani tersenyum.
bi nani bisa menebak pasti nyonya nya itu merasa telat datang bulan, maka nya meminta benda itu.
meskipun nyonya nya itu tak mengatakan nya, bi nani bisa menangkap maksud dari ekspresi sisy.
"iya, saya akan membelikan nya"
bi nani kemudian bergegas keluar dari kamar sisy serta membawa makanan yang sedari tadi membuat mual sisy.
.
.
bi nani membawa barang itu dengan berbagai merk yang berjumlah lima buah.
"kenapa banyak sekali bi?" tanya sisy sambil menerima benda yang ia minta.
"takut nya hasil nya kurang jelas, jadi nyonya bisa mencoba nya lagi dengan yang lain nya jika itu terjadi, hehehe"
kepala pelayan itu, tak pernah sisy melihat bi nani begitu antusias hingga memamerkan tertawa lebar nya.
sisy merasa terkejut melihat ekspresi kepala pelayan nya itu.
"em, bi nani keluar saja"
ucap sisy memberi perintah pada bi nani, tak ingin melibatkan orang lain, hanya ingin mengetahui untuk diri nya sendiri, belum siap untuk membiarkan alex tahu jika hasil nya memang diri nya positif hamil.
"saya takut kalau nanti nyonya kenapa- kenapa di kamar mandi, biar saya tunggu" tawar bi nani lagi.
"tidak perlu bi , aku baik- baik saja"
ucap sisy lagi sambil mendorong pelan bi nani mengarahkan tubuh bi nani untuk keluar dari kamar nya.
__ADS_1
di dalam kamar mandi , sisy harap- harap cemas menunggu hasil test pack keluar.
di test pack pertama, terlihat satu garis jelas, dan satu nya lagi garis samar- samar, membuat sisy merasa bingung sendiri apa hasil sebenarnya.
"okey, akan aku ulang lagi"
ucap nya pada diri sendiri, untung nya urin yang di gunakan sebagai sampel belum di buang.
rupanya perkiraan bi nani benar, jadi ada guna nya juga membeli banyak testpack.
test pack kedua, sisy mengetes nya lagi. garis pertama jelas, garis ke dua masih terlihat samar, namun sudah lebih jelas dari yang pertama.
untuk memastikan nya lagi, lanjut test pack kedua dengan merk yang berbeda, di test yang ketiga ini, tanda plus sebagai tanda untuk menunjukkan jika hamil, dan itu terlihat jelas.
melihat hasil yang sangat jelas pada testpack terakhir, membuat sisy termenung tak tahu harus senang atau kah sedih.
sisy mendapati hasil test bahwa diri nya hamil di saat alex jauh dari nya dan mungkin juga sekarang sedang bersama wanita lain, membuat sisy bersedih.
namun juga bahagia, menjadi calon seorang ibu , rasa nya begitu aneh namun senang.
dua perasaan bercampur jadi satu, mana yang lebih dominan? entahlah tak tahu.
sisy masih bingung harus bereaksi seperti apa, diri nya hanya terduduk termangu di atas kloset.
"lalu aku harus sedih ataukah bahagia?"
masih dengan hati nya yang bingung harus merasakan apa.
sisy keluar dari kamar mandi dengan berjalan gontai.
masih belum tahu harus berbuat apa , apakah menghubungi alex dan mengabarkan kehamilan nya?
ah, rasa nya sudah cukup sudah menelepon alex dua kali dan ternyata yang mengangkat adalah suara perempuan .
tak ingin mengalami hal yang sama untuk yang ketiga kali nya.
akhirnya sisy memilih rebahan di atas ranjangnya, pikiran nya terasa lelah, tak tahu harus berbuat apa, sampai akhirnya tertidur.
.
.
hingga pagi menyapa, sisy merasakan tubuh nya terasa berat. seperti ada sesuatu yang menindih nya.
tangan sisy meraba sesuatu yang terasa berat di atas pinggang nya,
"apa ini?"
tanya sisy sambil mengangkat sesuatu yang menindih nya itu sambil menoleh ke belakang tubuh nya.
__ADS_1
namun bukan nya terlepas yang ada malah tangan alex semakin mengeratkan pelukan nya.
ya, ternyata alex yang memeluk pinggang sisy dari belakang.