
di ruang kerja, alex yang masih belum mandi, baru bangun tidur hanya mencuci muka sedang membicarakan tentang pekerjaan dengan sonya.
di sela- sela membahas tentang pekerjaan, sonya menanyakan tentang hal pribadi.
"kamu tidak menghubungi ku, rupa nya kamu membawa nya" senyum sonya, sedikit rasa kecewa.
nyata nya cinta nya yang bertepuk sebelah tangan tak bisa di pungkiri, rasa iri dan rasa cemburu itu ada.
apa yang membuat alex menyukai wanita yang bernama sisy, sungguh menjadi tanda tanya buat sonya.
alex masih sibuk menandatangi dan membaca beberapa berkas di map.
"mendengar bagaimana kau menyelamatkan nya sendiri dari penculikan, aku semakin iri pada nya, dia begitu berharga untuk mu"
wajah sonya sendu.
"aku senang kalau kamu senang"
ucap sonya lagi. membuat alex menghentikan aktifitas nya membaca berkas di map.
"sonya, kau juga berharga untuk ku, terima kasih atas kesetiaan mu melayani ku" ucap alex dengan wajah menatap sonya.
mungkin diri nya tidak ada perasaan cinta pada sonya yang sudah memeberikan pengabdian pada nya. namun sonya salah satu orang yang penting bagi alex.
"apa yang membuat mu menyukai nya?" tanya sonya ingin mengetahui betul apa yang membuat ada wanita yang bisa mencuri hati alex.
"entah lah, aku juga masih belum yakin, apa aku hanya terobsesi atau menyukai nya" alex menyandarkan kepala nya pada sandaran kursi. memikirkan nya juga, antara cinta atau hanya obsesi, seperti yang di kata kan sisy.
[kau menyukai nya alex, aku mengenal mu]
sonya merasa itu bukan hanya sekedar obsesi.
"aku dengar kemarin kau menghabiskan malam dengan gie hadid?" tanya sonya santai.
banyak wanita yang ada di sekitar alex , namun tetap cuma satu yang membuat nya iri, hanya pada sisy sonya iri.
"mau aku temani malam ini?" sonya menawarkan diri.
penolakan alex tak membuat kesetiaan nya untuk melayani alex memudar, atau berbuat jahat kepada wanita nya alex yang lain.
sungguh rasa cinta tertinggi yang di miliki seseorang, senang jika melihat pria yang di cintai nya bahagia.
bagi sonya, hutang budi nya pada alex jauh lebih besar, berkat alex sonya dan anak nya sekarang bisa hidup bahagia bersama berkecukupan mendapatkan semua yang terbaik.
"tidak perlu"
jawab alex singkat, sambil meneruskan membaca laporan dan berkas di map di depan nya.
"gie hadid akan ke sini lagi?" sonya masih menelisik siapa yang akan menemani alex. pria itu, mana tahan puasa lama- lama.
__ADS_1
padahal kemarin malam, alex tak melakukan apapun pada gie hadid, hanya membuat beberapa tanda merah memberikan sentuhan- sentuhan penuh sensasi tanpa melakukan penyatuan.
alex menolak nya, entah lah hasrat nya kini terasa berkurang terhadap wanita lain. setelah mengenal sisy.
apa benar pria berengsek bisa berubah hanya karena seorang wanita? karena mencintai seorang wanita?
sonya tahu alex belum menyentuh sisy, wanita yang bisa mencuri hati bos nya.
.
.
di sisa hari nya di amerika, alex sibuk dengan urusan bisnis nya. sedang kan sisy hanya bisa berjalan keliling rumah besar nan megah itu. tak di ijinkan kemana- mana oleh alex. apalagi setelah kasus penculikan sisy yang di lakukan oleh para bandit.
hingga menunggu penerbangan pulang esok hari nya.
.
.
esok hari nya.....
dengan pesawat jet pribadi, alex dan sisy, dengan thomas yang berjalan di belakang , akan kembali terbang ke indonesia.
"kita akan ke negara tetangga dulu, dan menginap di sana. aku ada urusan pekerjaan"
ucap alex yang sudah duduk di dalam pesawat. menghadap ke sisy yang duduk di depan nya.
"berapa hari?"
tanya sisy yang kini sedang menyesap se gelas jus yang barusaja di antar oleh pramugari cantik dan seksi.
"sehari cukup" sedangkan alex menyesap kopi di cangkir nya.
sisy tak bertanya, hanya menganggukkan kepala nya.
[jadi orang kaya memang enak ya. kemana- mana naik nya jet pribadi. selain tempat nya nyaman, juga lebih leluasa] gumam sisy dalam hati.
"kamu mau makan apa?" tanya alex yang sedang memegang buku menu makanan di tangan nya.
"aku sama dengan mu saja" sisy yang menikmati pemandangan awan putih dari jendela pesawat.
kemudian dua orang pramugari dengan pakaian seksi menampakkan belahan dada nya yang lumayan besar serta rok mini
mengantarkan makanan untuk makan siang alex dan sisy.
bahkan salah satu pramugari tersenyum menggoda pada alex dan di sambut alex dengan memberikan kerlingan mata.
sengaja, ingin melihat reaksi wanita yang ada di depan nya.
__ADS_1
sisy yang melihat nya tersenyum kecut.
"mata kamu kenapa" tanya sisy , sengaja ingin mempermalukan alex.
"aku di goda oleh nya, jadi aku membalas godaan nya" ucap alex santai.
"kamu banyak mengencani wanita cantik, sampai artis internasional
bahkan bisa kamu dapat kan, bagaimana cerita nya?"
[kenapa seperti nya tidak ada perasaan cemburu atau apapun?]
"aku tampan, kaya, kharismatik, punya segala nya. hanya wanita bodoh yang tidak mau dengan ku"
membuat sisy merasa tersindir.
"maksudnya aku bodoh?" sisy tak terima dengan sindiran alex.
"aku tidak mengatakan seperti itu" jawab alex santai.
"aku tahu kamu menyindirku" gumam sisy pelan. namun masih terdengar alex.
alex hanya tersenyum puas, sudah membuat wanita nya itu tersindir.
"lalu kenapa kamu menolak ku?" tanya alex yang masih asyik dengan kopi nya.
"aku menolak mu memberikan tubuh ku, aku pernah mengatakan nya bukan? karena kita bukan suami istri"
[harus berapa kali aku menjelaskan]
"aku bahkan sudah berulang kali mengatakan, mungkin bagi kamu yang biasa hidup bebas tak akan paham" tambah sisy menjelaskan.
sangat jarang bisa berbicara dan mengobrol intens seperti ini.
"kalau aku menikahi mu?" alex bahkan berbicara seolah tanpa beban.
membuat seketika sisy mendongakkan wajah nya.
[apa mungkin?]
"tidak mungkin, kamu tidak mungkin bisa. kamu bahkan tidak paham dengan arti pernikahan itu apa. hanya ingin mendapat kan apa mau mu kan?"
seolah sisy meremehkan pertanyaan alex.
"kamu tidak pernah berpikir, berapa waktu yang kamu habis kan untuk membayar hutang mu pada ku? selama itu pula kau jadi tawanan ku. apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana hidup mu kedepan nya?"
"kamu bahkan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk melunasi dengan gaji mu yang sekarang" alex tersenyum, namun senyum mengejek.
"kamu bisa menyerahkan semuanya sekarang, mungkin saja aku akan bosan dan segera melepaskan mu" alex seolah seeprti sales yang merayu pelanggan nya. agar supaya sisy berpikir lebih dalam tentang kehidupan nya.
__ADS_1
[benar juga, apa aku memang akan menjadi tawanan nya seumur hidup? mungkin aku sudah tua nanti baru hutang ku lunas. bagaimana aku bisa punya suami dan anak jika masih di dalam belenggu nya? ]
kata- kata alex rupanya mampu menyentil hati sisy yang memang tak pernah benar- benar serius memikirkan semua itu.