Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
20. Mungkin aku menyukainya


__ADS_3

Di sofa ruang tengah, alex memakai kimono tidur berbahan satin tampak berbincang serius dengan thomas. Sambil memandangi layar laptop yang ada di atas meja di depan nya.


Hingga sisy lewat di samping ruangan itu menuju tangga, alex tak melihatnya.


Kemudian datang beberapa pengawal membawa seseorang yang di ikat tangan nya. Di bawa ke arah alex dan thomas yang ada di ruang tengah.


“lepaskan aku” teriak seseorang yang di ikat itu.


Membuat sisy yang sudah setengah menaiki tangga harus menoleh ke arah sumber suara.


Setelah kedatangan pengawal di susul sonya yang berjalan dengan tergesa-gesa memasuki rumah alex.


“wanita itu lagi” gumam sisy pelan kemudian kembali berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.


“bedebah kau, berani- berani nya kau menghianatiku.” Bentak alex pada orang yang tangan nya di ikat tadi.


Sambil memukul dengan segepok berkas.


Namun tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut orang tersebut.


Hanya menerima perlakuan alex.


Dia adalah salah satu petinggi perusahaan alex yang tertangkap korupsi pada perusahaan nya. Yang beberapa waktu kabur dan tertangkap kembali oleh alex.


Sebelum menjebloskan nya ke penjara alex menyiksa orang tersebut dengan kejamnya.


Setelah kemarahan alex yang membabi buta, sonya yang datang sejak tadi mulai mendekat pada pria tampan itu.


“aku butuh berdiskusi soal pekerjaan” sambil tangan sonya bergelanyut pada pundak alex, membiarkan tangan Sonya benjelajahi dada bidang alex.


Tanpa menjawab apapun, alex yang masih terlihat kesal setelah memukuli seseorang langsung berjalan menuju kamarnya, di ikuti sonya dari belakang.


Setelah kepergian bos nya, thomas membereskan ulah bos nya itu.


 


Pagi-pagi sekali sisy sudah bersiap- siap bekerja. Bergegas keluar kamarnya hendak menuruni tangga.


Di situ ia berpapasan dengan sonya yang masih memakai kimono tidur yang sangat tipis. Dalam sepersekian detik keduanya saling pandang.


Terlihat sonya memandangi sisy dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Pasalnya sonya tidak tahu ada wanita lain di rumah alex. Yang sebelumnya tidak pernah alex lakukan.


Begitu juga sisy. Melakukan hal yang sama. memandangi sonya yang masih berdiri di depan nya.


“tunggu...” perintah sonya pada sisy.


Seketika sisy yang hendak melangkah menjauhi sonya berhenti dan menoleh.


“iya? Memanggil ku?” tanya sisy pada sonya dengan ramah.


“ iya, siapa kamu?” tanya sonya.


“aku sisy” sambil mengulurkan tangan nya pada sonya.


Namun tak di balas sonya.

__ADS_1


Kemudian sisy kembali menarik tangan nya dan menurunkan nya.


“ sejak kapan kamu tinggal di sini?” tanya sonya lagi.


“ baru beberapa hari saja. Sudah ya maaf aku buru-buru” sambil tersenyum sisy bergegas menuruni tangga menuju pintu utama.


Keluar untuk bekerja lebih awal untuk mengerjakan pekerjaan yang ia tinggalkan kemarin.


Di kamar, alex tampak baru bangun dan berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai baju .


sonya yang sudah kembali dari dapur menghentikan alex yang berjalan.


“ alex ,,, aku mau tanya sesuatu?” kemudian berjalan ke depan alex yang masih memunggungi nya.


“ aku mau mandi dulu” kemudian alex meneruskan langkahnya yang sempat terhenti ke kamar mandi. Meninggalkan sonya yang masih berdiri mematung.


Tampak alex sudah rapi memakai baju kantor keluar dari ruangan walk in closet nya dan sibuk memakai jam tangan


“ apa yang mau kau tanyakan” sambil memandangi sonya yang masih memakai baju tidur duduk di tepi ranjang.


“ aku baru tahu ada wanita lain yang tinggal di rumahmu” sahut sonya.


“dia wanita ku yang lain” jawab alex santai.


Wajah sonya tampak masam dan berubah menjadi murung.


Alex yang melihat perubahan wajah sonya” jangan berharap lebih dari ini. Bukankah hari ini kau harus kembali ke amerika? “ tanya alex mengingatkan sonya.


“ apa arti wanita itu bagimu?” tanya sonya masih penasaran.


“ mungkin aku menyukainya” jawab alex dengan santai kemudian berjalan menuju keluar kamar untuk sarapan pagi.


--


“ kenapa dia belum turun? Bi panggil sisy” perintah alex pada bi nany yang masih sibuk menyiapkan sarapan menata menu di meja makan.


“emmmm.... anu tuan, nona sudah pergi bekerja pagi tadi” jawab bi nany gugup.


mendengar jawaban bi nany , membuat alex murka.


“berani nya dia mengabaikan kewajiban nya....”


kemudian menggebrak meja dan berlalu meninggalkan meja makan.


 


Di kantor, alex tampak uring-uringan. Hingga beberapa staf yang hendak meminta tanda tangan ke ruangan nya mengurungkan niatnya.


Thomas yang melihat bos nya seperti itu, bertanya- tanya apa yang menjadi penyebabnya.


“ Thomas, mana ponselku?” tanya alex sambil memegang pelipisnya setelah membanting beberapa berkas yang ada di meja nya.


Kemudian thomas memberikan ponsel bosnya.


Tampak alex berkali-kali menelepon seseorang yang tidak thomas ketahui bos nya itu menelepon siapa.


Setelah berulang kali memencet sambungan telepon dan tidak tersambung, alex membanting ponselnya ke arah tembok.

__ADS_1


brakkkk...


“thomas, sepertinya kesabaranku mulai habis. Dia selalu melawanku” tampak suara alex menggeram menahan emosinya.


“beli lebih banyak saham stasiun tv xx” perintah alex lagi. “ ayo kita ke sana” perintah alex kemudian bergegas berjalan keluar kantor.


Kemudian thomas tampak bergegas menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.


Kini thomas tahu apa yang menjadi penyebab bosnya marah-marah sejak pagi.


“wanita itu, ternyata sumber nya” kemudian tersenyum dan bergegas mengejar langkah alex yang sudah memasuki lift.


--


Di kantor sisy yang baru, dia tampak sibuk, dan mulai beradaptasi dengan pimpinan baru serta teman- teman baru nya.


“astaga, capeknya... sudah hampir jam makan siang ternyata” ucap sisy sambil mengangkat kedua tangan nya melakukan peregangan tangan .


“hai,...aku mira” sapa pegawai lama stasiun tv xx yang menyapa sisy.


“hai aku sisy,,,,”jawab sisy.


“bagaimana kesan kerja pertama di sini” mira dengan senyum ramah.


“melelahkan...” bisik sisy kemudian keduanya tertawa bersama.


“ayo nanti makan siang bersama” ucap mira lagi.


“boleh” jawab sisy dengan sumringah.


“okey aku bereskan pekerjaan ku dulu” kemudian mira kembali fokus dengan layar komputer yang ada di meja nya.


Di mana meja mira tepat di samping meja sisy.


“apa di sini ada yang bernama sisy?” ucap seorang pria yang baru datang.


Dia adalah sekretaris presiden direktur.


“siy namamu itu” ucap mira.


Sisy yang masih bingung ” iya saya pak” .


“ ikut aku” perintah sang sekretaris.


Di ruang presdir....


“pak alex,,, anda seperti memberi kejutan dengan tiba- tiba menambah porsi saham anda di sini . Membeli dengan harga di atas harga pasar. anda memang pengusaha muda yang sangat hebat” sang presdir tv xx nampak senang dengan kedatangan alex. memberikan pujian pada pengusaha yang masih muda namun kesuksesan nya melebihinya.


“kalau anda melakukan menjualan saham anda lagi. Kabari saya lagi. Mungkin saya berniat menambah lagi saham ku” jawab alex di dalam obrolan sesama pimpinan perusahaan.


Tok...tok...


“Ini bapak, yang bernama nona sisy di bagian produksi pindahan dari majalan online x” ucap sekretas presdir.


Sisy tampak menundukkan kepala.


“pak alex, apa anda ada masalah dengan nya?” tanya sang presdir yang bernama pak bharata.

__ADS_1


Mendengar nama alex, sisy langsung mengangkat kepalanya.


Benar saja, alex yang di maksud pimpinan perusahaan nya, sama dengan alex yang dia kenal.


__ADS_2