
ucap Sisy sambil menahan tubuh alex.
"hah? kenapa? " tanya alex heran kenapa tiba- tiba wanita itu, menahan tubuh nya.
sisy beranjak bangun, merubah posisi nya menjadi duduk, menarik selimut di bawahnya ,ia gunakan untuk menutupi tubuh nya yang sudah polos tak memakai apapun.
"Aku belum bisa melupakan tangan wanita murahan itu, yang menggerayangi milik mu, aku belum bisa melakukan nya, aku benci jika teringat wanita di video itu memegang milik mu, aku jijik"
ucap Sisy, sambil melirik milik alex dengan ekspresi sama dengan apa yang ia ucapkan, jijik.
Sisy segera turun dari ranjang, masih membawa selimut yang ia gunakan untuk menutupi tubuh nya, meninggalkan Alex dengan posisi yang masih sama, posisi siap tempur, dengan lutut di tekuk menghadap ke arah sisy.
masih bengong, tak tahu harus berbuat apa atas reaksi sang istri yang tiba- tiba berubah mood nya, mata nya terus mengikuti gerakan istri nya yang sudah turun dari ranjang dan pergi meninggalkan diri nya begitu saja.
rasa menggebu- gebu ingin bercinta, kenikmatan yang sudah ia bayangkan sebelum nya, menyatu dengan melepas rasa rindu karena hampir dua bulan tak bersua dengan sarang nya, kini pupus sudah.
Junior nya yang sebelumnya sudah gagah siap tempur pun langsung layu. hilang sudah harapan untuk merasakan nikmat nya pelepasan.
"Bahkan kejadian itu sudah cukup lama berlalu dan dia masih juga mengingat nya? apakah wanita memang seperti itu? masih saja mengingat kesalahan pasangan nya, sekalipun itu sudah cukup lama? aku bisa gila rasa nya, kalau seperti ini terus, sampai kapan aku akan menunggu?"
"ahhhh....shittttt....."
alex berteriak, memaki diri sendiri, karena kesalahan nya di masa lalu, membuat kegiatan bercinta nya lagi- lagi gagal, tangan nya mengacak rambut yang sudah lusuh, seperti wajah nya saat ini.
alex frustasi berat, Sisy menghentikan semua nya di saat senjata nya sudah siap tempur sempurna.
penantian panjang yang ia lakukakan, rasa nya masih belum cukup, alex masih harus menunggu lagi sang istri untuk mau di ajak bercinta, untuk mau benar- benar di sentuh luar dalam.
Rupa nya kesabaran alex masih terus di uji oleh sang istri, dan alex tak bisa berbuat apa- apa selain menerima nya dengan lapang dada.
mendapati diri nya yang tak mungkin mendapatkan jatah lagi setelah sang istri meninggalkan diri nya seorang diri seperti macan ompong, alex segera memakai celana kembali, menatap nanar pada sang istri yang baru saja keluar dari walk in closet dengan sudah memakai pakaian lengkap, alex hanya bisa menghembuskan nafas kasar, kemudian berjalan lunglai menuju kamar mandi.
sedangkan sisy yang di tatap seolah cuek seperti tak ada apapun, melirik sebentar kepada alex, setelah itu berjalan ke arah pintu keluar kamar, dan berlalu meninggalkan kamar alex begitu saja.
ah, benar- benar sulit memahami mood ibu hamil satu ini, dalam hitungan sepersekian detik mood nya bisa berubah.
__ADS_1
.
.
Sisy berjalan ke arah dapur, perut nya sudah keroncongan meminta di isi.
setelah rasa mual di trimester pertama terlewati dan sekarang sudah ada pada fase trimester kedua, ibu hamil satu itu sering merasakan lapar, bahkan kadang juga bisa sampai sehari makan empat atau lima kali dalam sehari.
sehingga membuat berat badan sisy terus naik dan tubuh nya semakin berisi.
"Bi menu pagi ini apa? "
tanya sisy pada bi nani yang sibuk menyiapkan sarapan di meja makan, di bantu beberapa pelayan lain nya.
"ada nasi goreng, ada sanwich ada juga ayam goreng nyonya"
ucap bi nani sambil menunjukkan beberapa menu makanan di atas meja makan yang sudah tersaji tertata rapi di atas meja makan.
"Wah seperti nya enak semua, aku mau semua nya bi"
"aku sudah sangat lapar" ucap sisy lagi.
"tidak menunggu tuan nyonya?"
tanya bi nani, mengingatkan pada sisy.
"tidak perlu, mungkin dia akan lama untuk turun"
sisy terus melihat menu- menu makanan dengan penuh damba, tak sabar ingin segera mengeksekusi.
"Baiklah"
bi nani yang masih ada di samping meja makan, siap siaga membantu mengambilkan menu makanan dan menyiapkan di piring sang nyonya rumah.
tampak dari arah tangga, alex menuruni tangga dengan langkah gontai, wajah nya di tekuk seperti tidak ada semangat lagi untuk menjalani hidup. sungguh kasihan sekali melihat wajah alex.
__ADS_1
sejenak bi nani dan sisy menoleh kearah alex, bi nani bahkan heran kenapa tuan nya yang biasa nya terlihat cool, tegap, berwibawa tampan, kini wajahnya lusut seperti pakaian belum di setrika.
alex duduk di kursi nya dengan kasar, hingga terdengar suara hentakkan kursi, membuat pelayan yang ada di radius satu meter di dekat meja makan mendadak kaget.
ya, di sekitaran meja makan selain bi nani ada juga pelayan lain yang memang membantu bi nani mengambil makanan dari dapur.
Alex tak menoleh ke arah sisy sama sekali, ingin memarahi istri nya karena kejadian di kamar sebelum nya, namun ia lebih takut lagi kalau istri nya itu akan lebih marah, ngambek selama nya pada nya.
hanya bisa membatin, tak berani terucap.
Alex sudah memakai pakaian rapi hendak ke kantor, setelan kemeja berwarna biru navy dengan sedikit press body.
Dengan postur tubuh proporsional, wajah tampan, serta kemeja yang terlihat sedikit ketat sehingga memberikan cetakan dada bidang yang pelukable, harus nya siapapun wanita tak akan ada yang bisa menolak pesona sang lelaki.
Ahhh, lagi- lagi hanya wanita yang sudah menjadi istri nya itu satu- satu nya yang berani menolaknya.
Alex mengambil makanan nya sendiri, kemudian menyuapkan makanan ke dalam mulut nya, tanpa nafsu makan sama sekali.
Lidah nya tak merasakan nikmat rasa nasi goreng spesial buatan koki ternama yang di pekerjakan di rumah nya beberapa tahun itu.
"Hemmm,,, enak sekali nasi goreng nya, aku ingin menghabiskan semua nya"
ucap sisy dengan mata yang berbinar serta dengan lahap nya memakan sepiring nasi goreng yang terlihat hanya tinggal sedikit saja di piring nya.
alex yang mendengar ucapan istri, menoleh , menatap istri nya dengan jengkel.
sisy yang di tatap dengan ekspresi yang tidak bersahabat pun menyadari nya.
"kenapa kamu menatap ku seperti itu?"
tanya sisy dengan masih terus mengunyah makanan nya, bahkan sepiring nasi goreng pertama sudah habis, dan sekarang nambah ke piring kedua.
mendengar pertanyaan sisy, alex rasa nya sudah kehabisan kesabaran, menjatuhkan sendok dan garpu nya kasar di atas piring , hingga mengeluarkan suara dentingan,
"Kamu masih tanya kenapa setelah apa yang kamu perbuat kepada ku tadi pagi?, oh my lord,,, shitttt"
__ADS_1