Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
38. Bertemu Sonya


__ADS_3

di luar kamar pribadi alex, tepatnya ruang kerja sang bos sudah tidak ada alex. hanya ada thomas yang menunggu di sana.


" sopir sudah menunggu di lobi, mari nona saya antar" ucap thomas.


" tidak usah, aku nanti sendiri saja" ucap sisy pada thomas sungkan. tak ingin merepotkan .


melihat alex tadi yang terburu-buru ganti baju, sisy menduga ada meeting penting sebentar lagi. pasti thomas juga akan ikut serta dengan meeting yang alex lakukan.


" saya antar sekarang nona, silahkan" ucap thomas ngotot .


sisy pun kemudian hanya mengikuti thomas. tidak menolak lagi.


karena percuma menolak thomas sama seperti menolak alex. apapun yang di perintahkan tidak mau di bantah.


di lantai dasar gedung perkantoran tepatnya lobi, disana sisy dan thomas melewati resepsionis. terlihat resepsionis membungkukkan badan memberikan hormat pada thomas. thomas terus berjalan menuju mobil yang biasa di gunakan alex untuk berangkat dan pulang kerja beserta sopir yang biasa mengantar alex kemana pun.


thomas membukakan pintu mobil kemudian menutup kembali setelah memastikan wanita bos nya sudah masuk ke dalam mobil. di ikuti sopir yang juga ikut masuk ke dalam mobil dan siap melajukan mobil.


.


.


di dalam perjalanan sisy teringat, dia sudah satu setengah hari bolos kerja, membuatnya ingin menghubungi teman kantornya, mira.


kring.....


"siy gimana? sudah sehat? kamu sakit apa?"


pertanyaan mira dari seberang telepon memberondong sisy.


"sakit?" gumam sisy pada diri nya . tidak tahu maksud mira. namun terdengar mira di seberang telepon.


"iya, kamu sakit apa? sudah sehat belum? sampai ijin tidak masuk kerja"


kini sisy mulai paham kemana arah pembicaraan mira.


alex mengirimkan surat ijin sakit tidak masuk kerja beserta surat dokter kepada pihak HRD tempat kerja tanpa sepengetahuan sisy.


"ahhh ya...uhuk...uhuk... sudah mulai enakan. besok sudah bisa masuk kerja" sisy membenarkan omongan mira. ingin membuktikan bahwa dia benar ada nya sakit.


" bukankah kamu ijin 3 hari? kamu masih punya waktu dua hari bukan untuk istirahat. sebaiknya kamu istirahat dulu supaya benar-benar sembuh" ucap mira.


"aku sudah baikan , aku akan bosan jika tidak berangkat kerja" canda sisy namun itu lah sebenarnya yang dia rasakan.

__ADS_1


"siy sudah dulu ya. ini masih jam kerja nanti di sambung lagi" setelah sisy mengiyakan kemudian sambungan telepon terputus.


.


.


memikirkan ide, mumpung tidak ada alex dan tidak masuk kerja, sisy ingin berjalan- jalan ke mall membeli beberapa baju kebutuhan nya. selain baju pemberian alex kini dia tidak punya baju lain.


sedangkan baju pemberian alex bukanlah sesuai selera nya. membuatnya kekurangan baju.


baju yang dulu pernah ia ambil dari kos-kos an kini tak tahu di mana rimbanya. mungkin sudah di buang alex dan di angkut tukang sampah.


uang gaji pertama nya yang sempat di transfer ke rekening alex kini sudah di kembalikan lagi ke rekeningnya, meskipun tidak sepenuh nya. hanya 50 persen.


muncul lah ide untuk mampir ke sebuah mall.


namun sayang beribu sayang, sang supir yang di tugaskan mengantar tak mau mampir kemana pun kecuali tujuan utama yaitu kediaman alex.


persis seperti arahan sang big bos.


sisy hanya bisa pasrah dan mengikuti perintah.


.


.


.


sisy dengan rutinitas kerja nya. pulang tepat waktu yaitu sesuai ketentuan sebelum pukul 6 sore sudah sampai di rumah meskipun tidak ada alex di rumah.


sejak kembali dari pulau pribadi dan alex yang kala itu langsung ke kantor karena ada meeting penting di kantornya hingga kini belum kembali sama sekali. hingga 3 hari berlalu dan weekend sudah di depan mata.


namun siang itu, sisy tampak bingung. antara senang atau sedih.


seminggu lagi dia akan mendapat tugas ke luar negeri. tepatnya ke amerika. namun sisy tidak yakin kalau alex akan mengijinkan nya.


sedangkan mira, sudah begitu senang. karena itu kesempatan jalan- jalan keluar negeri.


mira dan sisy akan ada tugas dari kantor ke amerika. undangan editor jurnalism dari media di amerika. sisy dan mira akan menjadi perwakilan dari kantornya.


.


.

__ADS_1


menyambut weekend kantor pulang lebih awal. masih jam 2 siang seluruh karyawan sudah mulai bersiap untuk mengakhiri pekerjaan.


"siy rencana kita minggu lalu belum terealisasi. ayolah kuy hang out" ajak mira.


"boleh. hayuk lah. tapi aku balik sebelum jam 6 sore ya" pinta sisy pada teman nya itu.


" why? ada apa dengan jam 6 sore? kamu selalu ijin balik sebelum jam segitu. bukankah kos-kos an biasanya tutup jam 9 malam?" pertanyaan mira mulai kemana-mana. penasaran dengan kehidupan teman nya yang bagi nya cukup misterius. tanpa pernah menceritakan kehidupannya.


" tempat kos ku beda, di sana mengharuskan jam 6 harus sudah sampai kos " ucap sisy berkilah " kalau pulang lebih dari jam 6 harus dapat ijin ibu kos dulu. aku malas ijin kecuali benar harus pulang terlambat dan tidak ada pilihan lain seperti lembur misalnya. ibu kos ku benar-benar cerewet , malas aku bermasalah dengan nya" sisy mencoba mencari alasan. bukan sepenuhnya berbohong sih. cuma yang di maksud si ibu kos itu tak lain adalah alex.


" kos-kos an seperti itu masih kamu tempati. kenapa tidak pindah saja sih?" mira masih saja bertanya-tanya.


"di situ murah meriah. tak ada tempat lain semurah kos di situ. sudah lah jangan bahas tempat kos ku. ayok lah kita cuss ke mall" ucap sisy mencoba mengakhiri pertanyaan mira yang seakan tak ada puasnya dengan jawaban sisy.


.


.


kedua orang yang saling berteman itu kini berjalan keluar, menaiki taksi menuju ke salah satu mall terbesar di ibukota.


mencari melihat ke stand pakaian wanita, tas dan sepatu wanita tentunya.


dari belakang sisy di kagetkan oleh suara seseorang.


"hai...kita ketemu di sini" ucap wanita yang tak asing bagi sisy. wanita berwajah bule yang di ketahui bernama sonya.


" halo...iya" ucap sisy sopan sambil memegangi sebuah tas terpajang di sebuah toko.


suasana tampak canggung bagi sisy namun seperti nya tidak bagi sonya.


"aku duluan ya , sampai ketemu lagi" pamit sonya pada sisy dengan anggun nya. tanpa rasa canggung.


mira yang sempat melihat sonya menanyakan pada sisy.


"teman mu siy? cantik sekali dia" mira yang sebagai sesama perempuan saja mengagumi kecantikan dan keanggunan sonya.


" dia terlihat wanita smart" tambah mira lagi.


"ah...iya" sisy menjawab dengan singkat.


tak ingin mira banyak bertanya pada nya siapa sonya dan kenapa bisa kenal. taulah mira seolah begitu penasaran dengan hidup sisy.


kemudian mereka berdua melanjutkan acara shopping mereka.

__ADS_1


belum juga beberapa langkah mira tak sengaja menyenggol belanjaan seorang wanita.


"sorry..." ucap mira sambil mengambilkan paperbag yang di ketahui berisi pakaian. namun si wanita itu masih marah pada mira dan sisy. hingga membuat geram sisy.


__ADS_2