
Tokkk...tokkk...
Sisy mengetuk pintu kamar alex pelan, jantung nya semakin berdetak begitu kencang.
Seperti genderang mau perang.
tapi tak ada jawaban dari pemilik kamar.
Beberapa kali sisy mengulang, namun masih tak ada jawaban.
Lalu sisy memutuskan membuka pintu kamar alex dengan sangat pelan, memasukkan kepala nya lebih dulu, mengedarkan pandangan, memantau situasi, memindai sasaran.
Namun tak menemukan siapapun .
Sisy mulai melangkah masuk ke dalam kamar.
Sisy sejenak mengernyitkan dahi.
Ada yang beda dari kamar alex.
Semua nya berubah, mulai tata letak hingga perabotan yang ada di ruangan itu semua berubah.
seperti nya habis di ganti oleh sang pemilik kamar, si renovasi habis- habis an.
Beberapa kali sisy masuk ke kamar alex , masih ingat betul bagaimana desain kamar alex sebelum nya, juga beberapa perabotan yang menghiasi nya.
Seprai dan ranjang pun tidak sama, gorden, meja , hingga tata letak nya semua berubah.
Seperti nya sang pemilik kamar memang sengaja menciptakan suasana baru.
Selesai memindai desain kamar alex yang beda dengan sebelum nya, sisy kembali pada tujuan utama nya, mencari keberadaan alex .
Mengetuk pintu kamar mandi, kali aja alex di kamar mandi.
Namun rupa nya tak ada seorang pun di sana.
[mungkin alex masih di ruang kerja nya]
Sisy menghembuskan nafas dalam, merasa lega.
Wajah yang tegang dari tadi, kini terlihat lebih tenang.
Sisy membalikkan tubuh nya, hendak keluar dari kamar alex.
Jantung yang tadi nya tidak aman, kini terasa lebih rileks ketika tidak menemukan alex di kamar nya.
Ceklek....
Suara Seseorang membuka pintu kamar, siapa lagi kalau bukan pemilik kamar....
Membuat sisy langsung terjingkat, kaget , detak jantung nya kembali meningkat.
Alex yang melihat wanita nya ada di dalam kamar, sejenak bingung, namun setelah itu bibir nya mengulum senyum.
“ada apa?” tanya alex dengan tersenyum nakal. Ingin membuat sisy salah tingkah.
Namun benar sisy begitu salah tingkah, panik, juga gugup, takut juga merasa was- was.
Semua campur aduk jadi satu.
__ADS_1
“a...aku...”
sisy menunduk kan kepala, tak ingin meneruskan kata- kata nya.
“aku apa?”
alex seolah tersenyum penuh kemenangan. Mengingat bagaimana diri nya memberikan peringatan pada wanita nya tadi malam.
Dan sekarang melihat wanita nya itu datang sendiri ke kamar nya.
“a...aku....me..menyerah”
masih dengan nada terbata- bata karena ketakutan, malu, juga .....ragu.
Mendengar pernyataan sisy, membuat alex semakin tersenyum lebar.
Alex mulai berjalan mendekati istri nya.
Semakin dekat, membuat jantung sisy semakin bergemuruh ingin melompat dari tempat nya.
Masih dengan posisi menunduk.
“kamu yakin?” bisik alex sensual tepat di depan daun telinga nya.
Membuat wanita yang sedang gelisah semakin merinding.
[Astaga, kalau aku di tanya yakin tidak nya, kalau boleh jujur aku akan bilang tidak yakin]
“ tenang saja, aku akan melakukan nya dengan lembut, sesuai janji ku” bisik alex lagi.
Tak ada jawaban apapun dari sisy. bagaimana bisa dirinya menjawab, memikirkan kata akan melakukan nya saja sudah membuat nya tidak fokus lagi, tubuh nya semakin meremang.
Tangan nya terus meremas jari- jari nya.
“keputusan mu sudah tepat, jadi lah istri yang baik”
Tak menunggu lama, alex semakin mendekatkan wajah nya, menghilangkan jarak antar kedua nya.
tak sabar ingin menyentuh bibir istri nya dengan bibirnya.
mengecupnya, sebagai permulaan.
sisy mulai memejamkan mata, berusaha menikmati apapun proses nya.
Melihat wanita nya tak melakukan perlawanan apapun atau menolak, alex tersenyum senang.
kembali mulai menyesap, memagut bibir wanita nya lebih dalam, dengan sehalus mungkin.
Hingga membuat sisy mulai merasakan terhanyut ke dalam suasana yang begitu intim.
Tanpa di perintah atau di paksa, tanpa sadar sisy mulai memberikan ciuman balasan.
Ah, jangan tanyakan bagaimana senangnya hati alex.
Melihat wanita nya itu dengan sendiri nya memberikan balasan ciuman dari nya, begitu patuh.
Senyum merekah dari bibir alex di tengah adegan ciuman.
membuatnya ingin menuntut lebih dalam.
__ADS_1
Mengeratkan, menarik pinggang sisy pada tubuh nya, tak ingin melepaskan nya lagi.
Atau tiba- tiba ingin kabur dari nya, tidak akan, tidak akan alex ijinkan jika itu terjadi.
Pokoknya, malam ini harus sampai final, tak ingin ada kata, belum siap, lain kali, beri waktu atau kata apapun lagi dari bibir wanita nya.
Alex terus mendorong wanita nya itu, ke arah ranjang yang tak jauh dari mereka berdiri.
Pelan tapi pasti, dalam sekali dorong , kedua tubuh itu dengan lembut terjatuh di atas ranjang yang empuk, dengan masih posisi duduk.
Alex masih belum melepas kan pagutan bibir nya, alex ingin terus menjerat wanita itu ke dalam gairah yang ia ciptakan.
Mendudukkan wanita nya, mendorongnya dengan lembut.
tak bisa di tahan lagi, tubuh sisy terhuyung ke tengah ranjang.
sejenak ciuman panas yang mulai menggelora terlepas, memberikan jeda untuk bernafas oleh kedua nya.
Tak ingin berlama-lama, alex segera meraih bibir wanita nya kembali.
setelah wanita nya terbaring di atas tempat tidurnya, kini tubuh wanita nya sudah ada dalam kungkungan alex.
Alex terus menuntut ciuman yang semakin dalam , semakin panas,
Hingga nafas kedua nya begitu memburu.
Tak ingin memberi jeda, alex terus menggerakkan bibirnya menjelajahi leher jenjang yang halus dan mulus, memberikan sesapan, kecupan dan meninggalkan banyak jejak di sana, jejak kepemilikan.
membuat wanita yang ada dalam kungkungan nya mulai mengeluarkan suara- suara halus nan seksi.
Membangkitkan gairah nya yang sudah di ubun- ubun.
Tangan alex tak tinggal diam , terus menjelajah, mencari pegangan.
[Aha,,,, ini dia tempat favoritku]
Menemukan tempat favoritnya, gundukan mungil yang tidak terlalu besar jika di bandingkan dengan milik para wanita yang pernah tidur dengan nya.
namun selalu membuat nya gemas dan kecanduan ingin lagi dan lagi menyesapnya.
tangan alex bermain di sana. memberikan penekanan, meraba.
masih juga tertutup , sudah membuat nya menggila.
Tak ingin mengulurnya lagi, alex ingin segera melepaskan penghalang.
Mencari tali kimono wanita nya, dengan sekali tarikan, tali kimono yang di kenakan sisy terlepas. kini kimono itu bisa dengan leluasa di buka, menampakkan isi nya.
Sekarang saat nya mencari pengait penutup dua bukit kembar menggemaskan.
alex segera melingkarkan tangan nya kebelakang.
Ceklek, terlepas sudah....
Sekali tarikan, penutup bukit barisan sudah terlepas. juga kimono yang di kenakan sisy juga mulai di lepas.
Sejenak sisy Kembali kepada kesadaran nya.
tangan nya berusaha mencoba menutupi bagian tubuh nya yang mulai terekspos dengan begitu gamblang di depan alex.
__ADS_1