
Sejenak sisy Kembali kepada kesadaran nya.
tangan nya berusaha mencoba menutupi bagian tubuh nya yang mulai terekspos dengan begitu gamblang di depan alex.
“ tidak perlu malu”
bisik alex dengan suara yang sudah mulai berat, menandakan pria itu benar- benar sudah diliputi hasrat yang membara.
mencoba menyingkirkan tangan sisy yang di gunakan untuk menutupi pemandangan indah di depan nya.
Alex begitu tak sabar ingin menenggelamkan wanita nya dalam sensasi yang memabukkan.
tak ingin ada kata berubah pikiran, sudah sejauh ini. Tak ingin ada yang menghentikan nya mundur dari arena tempur.
baru kali ini alex merasakan sensasi yang begitu indah, perasaan yang terasa membahagiakan, lebih dari hanya sekedar hasrat birahi, tapi ada batin yang begitu bersorak senang, juga nyaman. juga jantung yang tak henti nya berdetak kencang.
Segera alex naik meraih bibir wanita nya kembali, -
Sedangkan tangan nya mulai menjelajah di bukit barisan yang sudah tanpa penghalang.
merengkuh indah nya ciptaan tuhan, menikmati setiap jengkal nya, membelai nya indah penuh pesona, membuat sang pemilik tubuh berdesir, melenggok bak penari erotis.
sisy benar- benar tenggelam dalam sensasi yang memabukkan yang di ciptakan alex.
Wanita yang tadi nya masih ragu akan keputusan nya, perlahan terhanyut dalam kenikmatan sentuhan yang alex ciptakan.
membuat sisy berusaha keras menahan suara seksi yang mendesak ingin keluar dari bibir ranumnya.
-
“aku sangat menyukai ini” ucap alex bergemuruh penuh gairah tak tertahan.
__ADS_1
sebelum membenamkan bibirnya di puncak gunung kembar, yang selalu di dambanya.
suara indah nan eksotik semakin terus terucap dari wanita yang masih dalam kuasa nya.
Mendengar hal itu, alex semakin bersemangat bermain di sana. antara bibir dan tangan bergantian , memainkan puncak gunung kembar yang sudah tegak menantang.
Cukup lama, karena memang alex sangat menyukai nya, sebelum turun ke area inti nya.
Puas bermain di sana, tangan alex mulai turun ke tempat yang baru di lihat nya sekali dari wanita nya itu.
Tangan nya menelusup ke dalam segitiga hitam berenda.
membuat area itu terlihat lebih indah, tangan nya mulai menari- nari di sana.
Perlahan tapi pasti, tangan alex menarik segitiga penghalang tempat paling keramat dari wanita nya.
-
Alex menelan saliva nya begitu berat, melihat nya lagi, dan kini tanpa paksaan .
Sisy menyadari keadaan nya yang sudah tanpa apapun.
Berusaha menutupi bagian inti nya, dengan telapak tangan.
“jangan di tutupi, aku hanya belum merasakan yang di sana”
ucap alex lagi dengan nada menggoda penuh gairah yang semakin membuncah.
Alex meneruskan aksi nya, memberikan banyak sentuhan di pusat inti wanita nya.
membuat tubuh sisy semakin bergetar menerima sentuhan demi sentuhan yang di ciptakan alex.
__ADS_1
"ahhh...ahhhh....ahhhh"
hanya kata itu yang keluar dari bibir ranum sisy.
[ini sungguh gila, apakah memang segila ini?]
Tak ingin mengeluarkan kata seksi lagi, namun itu sudah menjadi reaksi tubuh ketika di sentuh di bagian paling sensitif.
sisy memilih memejamkan mata, merasakan sentuhan alex yang semakin menggila.
Hati ingin menolaknya, namun nyatanya nyenengin.
Toh sekarang alex memang sudah menjadi suami nya, sekali pun ingin mengingkari keadaan. Berusaha membuang keraguan yang ada.
Sejenak sisy tak merasakan apapun.
sisy mulai membuka mata pelan, melihat keadaan sekitar, sedang apakah pria yang sejak tadi menggerayangi tubuh nya? Kenapa terhenti? Sedang apakah dia?
rupanya alex sedang sibuk membuka baju dan celana nya.
Sisy sempat membelalakkan mata, tatkala terpantau alex melepas segitiga biru nya.
.
.
.
ini bab sebenarnya sudah di up berbarengan 3 bab sebelum nya ya guys....
cuma yang bab ini harus nunggu review yang tak kunjung berhasil, dan berkali- kali di tolak.
__ADS_1
akhirnya banyak sekali revisi. huhuhu.....