
sedangkan alex sudah ada di depan pintu, sengaja ingin membuat kejutan buat sang istri.
alex meminta para terapis keluar dari ruangan, meninggalkan sisy yang masih tengkurap dan memejamkan mata.
alex kemudian menggantikan peran, namun yang ada tangan alex menjelajah ke tempat- tempat sensitif istri nya, membuat sisy merasa terusik.
[kenapa mbak nya tangan nya malah ke bagian- bagian itu?] sisy merasakan tangan yang di ketahui sebagai terapis malah berada di bo**kong dan terus berjalan ke area antara paha.
"miss, kenapa tangan_" belum juga sisy menyelesaikan omongan, saat menoleh kearah yang ternyata alex yang di sana.
"astaga, pantas saja" sisy yang melihat alex duduk di samping nya tidak jadi menegur.
"pantas saja apa?" alex sengaja menggoda.
"pantas saja tangan nya kemana- mana"
"ayo"
"kemana?"
"jatah siang"
"belum selesai ini"
"mereka sudah aku suruh pergi"
tanpa pikir panjang, alex segera mengangkat sisy, ke kamar pribadi nya, masih terbalut selimut yang di gunakan untuk massage.
"auw...alex..."
teriak sisy yang kaget, mengaitkan tangan nya dan mengalungkan ke tangan alex, berada di gendongan alex ala bridal style, menaiki tangga, kedua nya saling bertatapan dan tertawa ringan.
"kenapa setiap saat selalu meminta itu?"
sisy mengeratkan tautan tangan yang ada di leher alex, tersenyum menggoda.
"karena kamu begitu nikmat sayang"
alex mengecup bibir ranum di depan nya, sisy menerima nya dengan hangan serta membalas ciuman itu.
.
.
"kata nya kamu mau mengajakku ketemu seseorang , siapa?"
tanya sisy setelah memberikan jatah siang pada suami.
mencoba bangkit dari ranjang, meskipun alex masih betah memeluk pinggang nya.
"putra nya sonya, anak itu ulang tahun"
jawab alex yang masih memejamkan mata, masih mengeratkan tangan nya di pinggang sang istri.
mendengar kata anak sonya, jiwa penasaran sisy menggebu.
"anak sonya?"
sisy baru tahu kalau sonya sudah mempunyai anak.
__ADS_1
"sonya sudah punya anak? anak sama siapa?"
sisy menoleh kearah wajah sang suami, mencari jawaban atas rasa penasaran nya.
alex kemudian membuka mata, mencubit gemas pada wanita yang ada di depan nya.
tahu kalau sisy penasaran hubungan nya dengan sonya.
"iya, sonya sudah punya anak, anak nya dengan mantan suami nya, jangan salah sangka, aku tahu kamu berpikir kalau itu anak ku kan?" alex langsung tahu apa yang di pikirkan sisy.
"itu bukan anak mu?"
sisy memastikan nya lagi, dengan wajah serius.
"aku belum punya anak sayang, hanya kamu satu- satu nya yang akan jadi ibu dari anak- anak ku"
alex mengecup kening istri nya, wajah sisy merona, tersipu malu , tak menyangka kalau alex bisa berkata- kata romantis, membuat sisy salah tingkah.
"jangan gombal" sisy memukul dada bidang alex.
"jadi seperti itu kamu merayu semua wanita makanya artis- artis internasional takluk sama kamu?" ucap sisy menambahkan.
"aku sudah bilang, jangan membahas wanita lain, masih saja ya, " ucap alex gemes sambil menggelitiki istri nya.
"lagian cuma ke kamu aku mengatakan itu"
alex tak berhenti menggelitiki sisy, sisy tertawa karena geli.
"hahaha, ampun...ampun"
"aku tidak akan berhenti, kamu harus mendapat hukuman"
sisy tahu, hukuman apa yang di maksud.
sisy berusaha menghentikan tangan alex yang terus menggelitik.
"kita harus segera bersiap- siap kata nya anak nya sonya ulang tahun, kita cari kado dulu"
alex yang ingin memberikan hukuman akhir nya berhenti.
"kamu benar sayang" alex kemudian bangun dari ranjang.
"ayo mandi bareng"
ajak alex yang sudah berdiri di tepi ranjang, tanpa busana apapun.
membuat sisy melihat nya kembali jantung nya berdetak dan susah untuk menelan saliva nya.
"jangan bilang kamu menginginkan nya lagi sayang"
ucap alex sambil melirik ke arah senjata nya yang menjuntai
"enggak, kamu itu yang tidak tau malu, masak begitu nggak pakai apa- apa berdiri di situ, kebiasaan"
ucap sisy mengatakan kebiasaan alex yang tak memakai apapun setelah bercinta langsung ke kamar mandi.
"malu sama siapa? sama kamu? kenapa harus malu? bukankah kamu sudah sering lihat dan merasakan nya?"
" kamu juga, ngapain di tutupi?"
__ADS_1
alex langsung menarik selimut yang hendak di gunakan sisy menutupi tubuh nya, yang hendak berjalan ke kamar mandi.
"aku sudah hafal betul bentuk dan lekuk tubuh mu sayang, aku menciumi nya dan menggerayangi nya setiap saat"
alex melirik ke arah tubuh istri nya yang selalu membuat senjata nya tegang.
sekarang saja, senjata yang sebelumnya menjuntai lemas, sekarang sudah mulai tegang.
"tuh kan, aku mau pake selimut"
sisy melirik ke arah sesuatu yang menegang itu.
"hahaha, aku tidak akan minta lagi sekarang, tenang saja, masih nanti malam, kita harus segera mandi dan bersiap" alex tertawa melihat sisy yang cemberut.
"ayo..."
ajak alex yang menarik kembali selimut yang di gunakan untuk menutup tubuh sisy itu.
"jangan di tutupi, aku ingin memandangi keindahan nya"
bisik alex pada sisy yang sudah di rangkul pinggang nya oleh alex.
"pasti lebih indah punya nya sonya dong ya, atau maria alexa?, atau gie hadid?" sisy memang selalu insecure pada para wanita yang pernah alex tiduri, sekalipun diri nya lah yang menjadi pilihan pria idaman banyak wanita itu.
"tuh kan menyebut wanita lain lagi, mau di hukum sekarang?" alex menakuti sisy,
kemudian mereka berjalan ke arah kamar mandi berdua, berkejaran tanpa sehelai benang pun, namun seperti janji alex sebelumnya, tak terjadi apapun lagi, hanya sekedar mandi bersama.
.
.
.
di rumah sonya, rumah yang terlihat besar juga megah, meskipun tak sebesar mansion alex.
sonya dan brian sudah menunggu kedatangan alex di teras rumah, anak itu seperti nya memang sudah akrab dengan alex, menyayangi nya sebagai pengganti sosok ayah nya yangbtak pernah diri nya ketahui.
"uncle alex"
panggil brian pada alex yang masih ada di dalam mobil.
anak tampan berusia 11 tahun itu, terlihat begitu sumringah melihat alex datang membawa bingkisan kado berjalan turun dari mobil bersama sisy.
"hai jagoan" sapa alex pada brian.
" ini kado ulang tahun nya" alex memberi bingkisan yang baru saja ia beli dengan sisy menuju ke rumah sonya.
sonya yang melihat keakraban alex dan putra nya tersenyum bahagia.
"terima kasih uncle, lama tak bertemu uncle" jawab brian dengan menerima bingkisan dari alex.
"apa kau merindukan ku jagoan?" tanya alex pada anak sonya.
"sangat " jawab brian singkat, namun kata itu membuat tertawa semua orang yang ada di sana.
"ayo masuk"
ajak sonya pada semua orang, sonya memang sudah menyiapkan pesta kecil- kecilan makan malam bersama dalam merayakan ulang tahun putra semata wayang nya.
__ADS_1
.
.