Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
56.Memamerkan Tanda Merah


__ADS_3

alex memasuki kamar nya masih dengan emosi yang menggebu.


langsung menarik tangan wanita yang masih ada di kamar nya. menjatuhkan ke atas ranjang nya.


alex dengan segera naik ke atas ranjang, mengkungkung sang model. dan menenggelamkan kepala ke dalam ceruk leher sang model.


kemudian membalikkan tubuh sang model menjadi di atas tubuh nya.


"bring me to fly , baby"


dengan emosi yang masih membara, serta suara serak menahan gairah, alex mencoba mengalihkan emosi nya dengan melampiaskan hasrat nya pada sang model.


.


.


pagi hari, seperti biasa, sarapan bersama antara alex dan sisy .


sisy pikir pria itu akan melewatkan waktu sarapan, karena diri nya tahu pria itu sedang ngamar dengan seorang wanita .


masih dengan menggunakan bathrobe, serta rambut yang basah, alex bergabung sarapan dengan sisy yang sudah lebih dulu duduk di meja makan.


pria itu terlihat jelas baru saja mandi.


dada alex sengaja di biarkan terbuka, terdapat banyak tanda merah di dada dan leher alex yang terlihat oleh sisy.


sisy hanya pura- pura tidak mengetahui. tak ingin melihat itu, pandangan sisy yang awalnya fokus dengan kedatangan alex di ruang makan mencoba mengalihkan pandangan ke piring nya.


tak ada suara antar kedua nya, pun tak ada tegur sapa. seperti sama- sama menahan kemarahan dalam diri nya masing- masing.


suara dentingan beradu antara piring dan sendok. kedua manusia yang duduk di sana seperti orang yang tak saling mengenal.


(seperti sepasang kekasih yang sedang marahan gitu mereka).


suara langkah kaki mendekati meja makan. rupa nya itu suara langkah kaki thomas yang barusan datang.


"nona, ini ponselnya" suara thomas sambil meletakkan paperbag di atas meja. tepat nya di depan sisy.


alex tak berbicara sepatah kata pun. hanya menyimak sambil menyuapkan sarapan ke dalam mulut nya.


"ponselku?" mata sisy berbinar, senyumnya mengembang.


terlihat jelas wanita yang sejak tadi terdiam dengan wajah kusut terlihat senang menerima ponsel yang di berikan thomas.


dengan segera sisy membuka paper bag. benar saja, di dapati nya di dalam paperbag ada ponselnya. tak berubah, masih ponsel yang sama . ponsel pemberian alex waktu pertama diri nya datang ke rumah nya alex.


sisy langsung melupakan sarapan nya, mengutak atik ponselnya.

__ADS_1


ada seseorang yang langsung di hubungi.


alex hanya memperhatikan nya diam- diam.


"mira? mir,,,,bagaimana kamu?"


"sisy, astaga...bagamana keadaan mu? kamu aku hubungi berulang kali tidak bisa. aku khawatir tahu. masa iya kita mengalami insiden bersama tapi kamu malah tidak tahu di mana sekarang"


rupanya sisy menelepon teman nya.


"iya, aku baik, kamu sekarang di mana?"


"aku di bandara,menuju indonesia"


" kamu sekarang di bandara? balik?"


"he'em kamu sekarang dimana?"


"em...aku...."


"kalau aku dengar dari kepolisian kata nya yang menyelamatkan mu itu pacar mu. kata nya keadaan mu aman bersama pacar mu. apa itu benar? "


"hahaha, ya begitu lah"


"[tapi kamu meninggalkan ku, tidak ada kabar pula. aku kan khawatir"


"sorry mir"


"take care"


"ya, kita ketemu nanti"


"kita ketemu di indonesia ya"


terlihat sisy mengakhiri panggilan .


rupanya sisy menelepon sahabatnya.


[pacar? apa alex bilang ke kepolisian kalau dia pacar ku?]


sisy berpikir, sesekali menoleh ke alex, gantian sisy yang diam- diam mengamati.


sedangkan alex menguping percakapan sisy namun pura- pura cuek.


mendengar cerita mir yang sekarang sudah balik, membuat sisy juga ingin menanyakan pada alex kapan diri nya juga balik.


" ehm, mira teman ku sudah balik ke indo, kapan kita balik?" sisy menelisik melihat reaksi wajah alex yang masih tertunduk dan fokus pada piring nya.

__ADS_1


pertanyaan sisy tak mendapat jawaban dari alex.


[apa pria itu begitu marah dengan penolakan ku semalam? kenapa harus marah? bukan kah di kamar nya ada wanita yang lebih segala nya dari ku. supermodel lagi. sampai- sampai itu leher penuh sama cu**pang]


sisy bergeming dengan pikiran nya.


namun alex belum ada tanda - tanda mau menjawab pertanyaan sisy.


sampai alex selesai makan dan menghabiskan makanan nya pun, alex tak menjawab pertanyaan sisy.


dan meninggalkan sisy begitu saja setelah sarapan.


"ish... aku di kacangin" omel sisy seorang diri. hanya bisa melihat alex berlalu berjalan menaiki tangga.


"ah ya, kan ada tiket pesawat elektronik di ponsel ku" sisy mengingat perusahaan nya sudah memberikan tiket pesawat pulang pergi.


"astaga bodoh, mira saja pesawat nya sudah take off, berarti tiket ku hangus. nasib- nasib" tak henti- henti nya sisy merutuki diri nya sendiri.


tak ada jalan lain selain bergantung pada alex. bukankah hidup nya sekarang memang ibarat di tangan alex. apapun harus atas seijin nya.


.


.


di tempat lain, seorang bandit yang wajah nya sudah babak belur dan di kurung di penjara, sedang menerima tamu.


bandit yang menculik sisy dan mira. ya, bandit itu di hajar habis- habisan hingga sempat mendapat perawatan oleh orang- orang nya alex. meskipun sudah di kantor polisi, alex masih bisa memberi pelajaran bagi orang yang sudah membuat wanita nya dalam bahaya.


bandit itu menerima tamu, dari seorang mafia kelas kakap juga di kota itu.


"bos tolong aku" pinta bandit itu pada seseorang.


" kau, cari masalah pada orang yang salah" ucap seseorang yang di panggil bos.


"mana aku tahu bos, wanita itu ada hubungan nya dengan keluarga morris, dia wanita asing" sang bandit memberi penjelasan panjang lebar.


"aku jadi penasaran , seberharga apa wanita itu buat alex, sampai diri nya langsung yang melakukan misi penyelamatan" pria berbadan kekar dengan banyak tatto, tersenyum licik.


pria itu bernama moreno , seorang mafia kelas kakap di kota itu.


salah satu musuh bebuyutan dari keluarga morris. sudah turun temurun mereka bermusuhan. namun sejak keluarga morris memutuskan menarik diri dari dunia mafia, keluarga moreno tak begitu mengganggu alex lagi.


di masa lalu, keluarga dari moreno dan keluarga alex sama- sama geng mafia besar di kota itu, hingga menjadikan kedua nya bersaing dalam banyak hal. termasuk kekuasaan.


maka dari itu, saat ayah dari alex, sudah meninggal, ibu alex menginginkan putra satu- satu nya berhijrah ke indonesia, kampung halaman dari nenek nya alex.


tak ingin lagi putra nya terlibat banyak hal dalam dunia mafia, seperti ayah alex sebelumnya.

__ADS_1


hingga akhirnya alex berhijrah ke indonesia, dan banyak tinggal di sana. namun masih wara wiri indonesia paman sam.


meski sudah pindah ke indonesia, usaha nya yang ada di amerika juga sudah berkembang dan perlu penerus dari keluarga morris.


__ADS_2