Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
49. Kau Menggoda Ku


__ADS_3

sesampai nya di rumah, sisy belum menemukan tanda- tanda alex sudah pulang. rumah besar itu masih sepi.


bukankah rumah mewah itu memang selalu sepi. hanya berlalu lalang para pekerja dan kadang para bodyguard nya alex.


sisy bergegas naik ke kamar nya dan segera mandi. tubuhnya serasa lengket dan ingin segera membersihkan nya.


byur...byur...


suara sisy yang masih sibuk dengan kegiatan nya di kamar mandi.


beberapa saat sisy keluar dari kamar mandi memakai handuk bentuk kimono berwarna putih, membuka pintu berjalan ke luar dengan rambut yang masih basah. pasalnya sisy baru saja keramas.


"astaga" sisy terkaget- kaget melihat alex yang sudah duduk bersandar di sandaran ranjang nya. mata nya melihat ke arahnya.


"kamu mengagetkan ku" ucap sisy sambil menutup bagian dada nya di balik kimono yang tanpa bra dengan baju kotor yang masih di pegang.


sedangkan alex yang melihat sisy terlihat begitu menggoda, darah alex serasa berdesir, jakun nya naik turun begitu susah untuk menelan ludah.


ingin rasa nya pria itu langsung menarik wanita nya dan mengkungkungnya di bawah tubuhnya.


"ada apa?" pertanyaan sisy membuat kesadaran alex kembali setelah pikiran mesum nya berkelana .


" ehem...aku akan mengajak mu mencari jaket yang kamu mau" ucap alex sambil menormalkan pikiran.


"oh... itu, tidak perlu. aku sudah beli tadi" sisy sambil berjalan ke arah keranjang baju kotor yang ada di dekat kamar mandi.


ingin menaruh baju kotor yang masih di pegangnya.


namun tiba- tiba sisy tidak jadi menaruh baju kotor yang dia pegang. mengingat diri nya belum memakai bra.


tak ingin alex melihat cap sembulan dari puncak dua bukit kembarnya .


ketika hendak berbalik, tiba- tiba sisy menabrak tubuh alex yang rupanya sudah berdiri di belakangnya.


melihat sisy yang sedikit terhuyung, alex segera memegang pinggang sisy dengan melingkarkan tangan nya. membuat sisy semakin panik.


"aw.." teriakan sisy yang kaget tangan alex semakin mencengkeram pinggang nya.


rupanya alex tak kuasa menahan hasrat dan pikiran nya yang sejak tadi sudah traveling ke mana- mana.


"alex lepaskan" pinta sisy pada pada alex yang sedang melingkarkan tangan nya pada pinggang sisy dari belakang. serta wajahnya yang mulai menjelajahi leher sisy.


" alex...ALEXXX" teriak sisy yang mulai geram. tak ingin lelaki itu melakukan lebih. pundak sisy bergerak mendorong ke arah belakang berusaha menyingkirkan bibir alex yang berkelana menyusuri lehernya.

__ADS_1


"apa?" jawab alex dengan suara serak dan berat. seperti sedang menahan sesuatu yang mulai membuncah.


"jangan seperti ini" pinta sisy memohon.


"kamu wanita ku, aku berhak melakukan apapun" alex masih sibuk mengendus bau harum sisa- sisa sabun mandi yang masih melekat di tubuh sisy.


"alex jangan, kumohon" sisy berusaha memohon. suara nya lirih. sisy pun seakan menahan sensasi yang di timbulkan karena ulah permainan bibir alex yang ada di leher nya. apalagi alex semakin membuka lebih lebar bathrobe yang sisy kenakan sehingga bahkan dada sisy bagian atas terekspos terlihat jelas oleh mata alex.


membuat alex semakin tidak bisa menahan hawa nafsu nya.


sisy mulai mulai mengiba.


"alex...aku mohon jangan..."


sisy, mata nya mulai berkaca- kaca. merasakan tangan alex yang mulai menyelinap ke dalam bathrobe nya. menyentuh area gunung kembar nya.


tenaga sisy mulai melemah, antara lelah meronta dan terhanyut dalam sensasi sentuhan- sentuhan yang di berikan alex .


alex menyadari wanita nya mulai bercucuran air mata, tak ingin wanita nya itu menangis karena ulahnya, alex berusaha menahan keinginan nya yang bergemuruh sejak tadi. rela mengalah dan menahan nafsunya.


membuat alex mulai melepaskan tangan nya dari tubuh wanita nya itu.


"kau menggoda ku, jangan salahkan aku jika aku melakukan ini" ucap alex dingin. tak mau di salahkan atas perbuatan nya.


[aku tidak bisa seperti ini terus, ini membuat ku pusing tujuh keliling]


dalam hati alex sambil menahan senjata nya yang sudah berdiri sejak tadi.


"kita lanjutkan pembicaraan besok lagi"


alex berbalik dan melangkah keluar dari kamar dengan langkah kaki seribu. segera ingin menidurkan senjata nya yang sejak tadi menginginkan wanita nya itu.


tak ada jawaban dari sisy. sisy masih menangis sesenggukan. namun merasa lega melihat alex sudah keluar dari kamarnya.


.


.


keesokan hari, seperti biasa, ritual sarapan pagi yang di wajibkan alex.


sisy melangkah ke meja makan dengan wajah masam. masih benci dengan alex karena perbuatan nya kemarin malam.


alex sudah lebih dulu duduk di kursi makan. melihat wajah wanita nya yang cemberut, malah dirinya merasa gemas.

__ADS_1


"kenapa muka di tekuk?" tanya alex. sengaja iseng pada sisy. dengan bibir yang tersenyum nakal.


namun pertanyaan alex tak mendapat jawaban. sisy justru masih sibuk mempersiapkan sarapan di piring yang ada di depannya.


"masih marah karena kemarin?" ucap alex blak- blakan.


" itu bukan yang pertama kali nya bukan? kenapa masih marah?"


sudah tahu wanita nya marah tapi alex malah mengungkit semua kekurang ajaran nya pada sisy.


wanita yg ada di depan nya sedang menunjukkan ekspresi wajah yang tak bersahabat.


"ehem, kita hentikan pembahasan itu, kita bahas hal lain. nanti jam pulang kerja aku akan mengantarmu membeli jaket yang kamu inginkan."


"seperti kata ku, aku akan memastikan nya sendiri" alex menambahkan.


ingin menepati janjinya pada wanita nya itu.


" aku sudah bilang semalam kalau aku sudah beli" barulah sisy bersuara ketika alex sudah tidak membahas hal mesum.


"membeli? bukan nya kamu tidak punya uang?" alex mulai curiga bagaimana sisy bisa membeli jaket.


"ada teman meminjamkan uang nya" sisy tak mungkin mengatakan pada alex kalau dirinya di belikan jaket oleh atasan nya.


yang ada alex akan menggila.


"teman? siapa?" alex terus mengejar sisy dengan pertanyaan.


" teman kerja" ucap sisy cuek.


" ini hampir jam 7, aku harus seger pergi" sisy ingin buru- buru kabur dari pertanyaan - pertanyaan alex yang terus memberondong seperti petasan, menakutkan.


"tunggu" saat hendak berdiri, alex menahan tangan sisy.


"aku antar" tutur alex pada sisy.


"tidak perlu yang ada nanti aku semakin telat" sisy berusaha menghindari alex.


" kamu tidak akan di pecat sekalipun telat. aku yang menjamin" alex mulai memamerkan kekuasaan nya lagi. membuat sisy mulai jengah.


terang saja, pak bharata rekan bisnis alex di proyek- proyek besar dan strategis. tak akan mampu pak bharata menolak permintaan alex.


"aku sudah bilang jangan sedikit- sedikit melibatkan pak bharata soal aku, pak bharata seorang CEO. jangan kamu suruh mengurusi hal receh remeh temeh seperti itu" ucap sisy panjang lebar sambil bola mata nya berputar merasa jengah dengan sikap alex.

__ADS_1


__ADS_2