
hingga malam menyapa, ketiga orang itu membubarkan diri, berlalu ke kamar masing- masing.
Saat hendak masuk kamar, rupa nya pintu kamar masih terkunci.
Alex menggeram menahan amarah.
“masih belum reda juga?” seolah pria itu yang sebelum nya meremehkan kemarahan istri nya , merasakan begitu kesal.
Tokk...tok.....
Alex terus mengetuk pintu, tak ada jawaban.
“sayang,,,, buka.pintu nya”
pinta alex dengan suara yang begitu halus, berusaha meluluhkan hati wanita nya yang sedang merajuk.
“sayang”
“sayang”
“sayang”
Semakin lama, suara alex makin meninggi, Membuat alex semakin emosi.
namun masih tak ada tanggapan dari penghuni di dalam kamar.
akhirnya alex tidur di sofa panjang di ruang tamu.
.
.
Keesokan hari nya, alex bangun pagi.
mengetuk pintu kamar istri nya, eh ternyata sudah tidak di kunci.
Alex langsung bersemangat masuk ke dalam kamar.
Mencari sosok yang sangat ia rindukan.
alex bergegas berjalan masuk ke dalam kamar,
sepi...
tak ada siapapun, kemudian alex berjalan ke arah kamar mandi, di dalam sana juga alex tak menemukan sosok yang ia cari.
sudah berjalan menjelajah ruangan kemana- mana sampai ke walk in closet, namun tak menemukan juga sang istri.
Wanita nya tidak ada di dalam kamar.
Alex segera bertanya pada penjaga resort, rupa nya wanita nya sedang duduk santai di dekat pantai.
“ aku mencari mu, sebentar lagi kita akan terbang ke amerika"
__ADS_1
ucap alex begitu halus, memberitahukan rencana perjalanan selanjutnya, sambil terus berjalan mendekat kearah sisy.
Tanpa membalas ucapan alex, sisy beranjak meninggalkan suami nya yang masih terdiam mematung menuju kamar, siap- siap untuk check out dari resort.
pria itu hanya bisa memandangi kepergian sisy , yang berlalu berjalan meninggalkan diri nya, menghindari nya, juga mendiamkan nya.
“shitttt”
maki alex pada diri nya sendiri, menjambak rambut nya berusaha menghilangkan rasa nyeri pada kepala yang sudah nyut- nyut an tidak dapat jatah semalam.
Tidur sendiri an di sofa, kedinginan sendirian.
.
Beberapa jam berlalu setelah penerbangan menuju kota LA.
Di bandara sudah ada yang menjemput, segera alex menuju mansion megah nya di amerika.
Sisy pun juga sudah tahu di mana rumah megah alex itu.
Masih terdiam seribu bahasa.
rasa cemburu wanita nya yang sebelum nya membuat alex tersenyum senang, kini malah sebalik nya, membuat nya pusing tujuh keliling.
menghadapi kemarahan wanita nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan.
“astaga, sampai kapan aku harus di diam kan seperti ini?”
namun sisy masih tetap tak menanggapi apapun. Masih betah dengan ke diam an nya seribu bahasa.
kemarahan wanita nya itu, sungguh lama.
setelah sampai dan turun dari mobil roll roice mewah berwarna hitam itu, alex tanpa pikir panjang, kesabaran nya dalam menghadapi kemarahan istri nya itu sudah habis, tak ingin melihat kemarahan istri nya lebih lama lagi.
"awhhh, alexxxx" pekik sisy menjerit kaget ketika tiba- tiba suami nya mengangkat tubuh nya.
alex langsung mengangkat tubuh wanita nya, menggendong nya ala bridal style, melewati para pelayan yang menyambut kedatangan nya di mansion kembali.
sisy begitu terkejut dengan tindakan alex, akhirnya wanita itu berbicara, menyebut nama suami nya, membuat alex mengulum senyum.
sisy yang ada di gendongan alex langsung melingkarkan tangan nya di leher suami nya yang terus berjalan,....menuju kamar, takut terjatuh.
pria itu begitu kuat, bahkan menaiki tangga dengan masih menggendong sisy erat, berjalan cepat menuju tempat tujuan.
mendorong pintu kamar, merebahkan wanita nya itu di ranjang mewah milik alex yang begitu luas, segera menindih wanita nya itu, menegakkan tangan nya sebagai penyangga,
"aku sudah kehabisan kesabaran"
ucap alex dengan nafas yang masih terengah setelah mengangkat tubuh wanita nya dari lantai satu sampai lantai dua hingga bisa sampai ke kamar seperti saat ini.
tanpa menunggu lama, bibir alex langsung ia tenggelamkan, menyatukan dengan bibir wanita nya, melu*mat nya lembut, menyesap nya, mengusap memberi sapuan serta kecupan pada bibir sisy, yang masih belum memberikan balasan.
merasakan reaksi wanita nya, alex semakin menaikkan permainan, menurunkan bibir nya, menjelajah leher jenjang wanita nya, menyapu nya dengan gerakan yang membuat sisy bereaksi, suara seksi mulai terdengar dari bibir sisy, alex terus berjalan, membuka kaitan kancing kemeja yang di pakai istri nya hingga terbuka semua.
__ADS_1
bibir nya terus berjalan melewati gunung kembar yang masih tertutup berjalan terus ke bawah, memberikan sentuhan serta kecupan pada perut mulus wanita nya.
tangan nya, mulai nakal, menyentuh area inti dari balik celana jeans , sambil berusaha membuka resleting , menarik nya kebawah, hingga hanya menyisakan kain segitiga berenda pada tubuh sisy.
suara desa*han kian menggema dari bibir sisy, wanita yang tadi nya merajuk, kini terbuai nikmat yang di ciptakan suami nya, sungguh pandai alex membuai nya memberikan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan.
tangan alex terus mengoyak segitiga berenda, melepaskan dari tubuh wanita nya, tanpa sisy bisa menolak, seolah lupa dengan kemarahan nya.
"akhhhhh"
suara seksi itu, membuat alex semakin bergairah, melewatkan semalaman tanpa melakukan kegiatan bercinta dengan wanita yang kini menjadi istri nya itu, begitu menyiksa.
hasrat nya sudah di ubun- ubun, segera alex membuka kedua paha istri nya, mendekatkan wajah nya pada area inti sisy, mulai menenggelamkan bibir nya di sana, memberikan ciuman pada bibir bawah, memainkan nya, menggigit daging kecil disana, menyapunya dan menjelajah serta memsinkannya dengan lidah dan bibir alex.
hingga membuat sisy menggelinjang tak karuan,
"akhhh, al,,,,lex, ap,,,apa yanggggg ka,,mu,,,,akhhhh ahhh, laku....akhhhh..."
tubuh sisy terus bergerak merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan, alex baru pertama kali melakukan hal ini ketika bercinta.
"masih mau marah? cemburu? masih mau mendiamkan ku?"
pertanyaan alex di bawah sana, dengan suara yang semakin berat.
tubuh sisy terus bergerak kekanan dan ke kiri, mengangkat bo**kong nya, hingga tangan alex berusaha menahan untuk mengurangi gerakan istri nya yang sedang merasakan nikmat atas sentuhan yang ia berikan.
"akhhh"
"masih?"
alex terus melakukan aksinya, menjelajah inti tubuh istri dengan bibir nya bergantian dengan tangan nya.
"ti,, tidak, akhhhh"
tangan sisy berusaha menyingkirkan kepala alex dari pusat inti nya, namun juga mendorong nya lebih dalam, seolah reaksi tubuh dan isi pikiran sisy yang ingin menjauhkan bibir alex dari inti nya berbanding terbalik.
" al...lex hen..ti...kan...aukkhhh...akuhhh tidak tahannnn"
racau sisy yang berusaha mengucapkan kalimat dengan benar di tengah kenikmatan yang alex terus berikan, meminta ampun.
alex mengangkat kepala nya, naik ke atas, memandangi wajah wanita nya yang sayu , frustasi menahan kenikmatan di area bawah.
"sudah tidak marah lagi?"
tanya alex memastikan dengan wajah nya tersenyum senang,
tanpa ada kata apapun, hanya di balas anggukan oleh sisy, tanda mengiyakan, membuat alex semakin tersenyum lebar
"jangan marah lagi, dan jangan mendiamkan aku lagi"
ucap alex, kemudian memulai menenggelamkan bibir nya lagi, menyatukan nya dengan bibir wanita nya, menciptakan ciuman panas saling memagut.
memulai sesi bercinta yang sesungguh nya, karena tadi hanya part memberikan hukuman pada wanita nya yang sedang marah dan mendiam kan nya hingga hari ini.
__ADS_1