Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
107. Akhirnya Sampai Di Rumah


__ADS_3

"oh ya aku penasaran, apa alasan kamu sampai akhir nya kamu mau dengan ku waktu itu? "


setelah jauh dari sang musuh, akhirnya mood alex mulai membaik, mulai mengajukan pertanyaan iseng pada sisy, membuat sisy merona, malu mendengar pertanyaan alex.


"apa sih? itu...kan kamu memaksa ku?" jawab sisy salah tingkah, pipi nya sudah merah padam seperti kepiting rebus.


"mana ada? kamu yang datang sendiri ke kamar ku waktu itu" kenang alex waktu itu, semakin senang membuat sang istri salah tingkah serta malu di hadapan nya.


"kamu mengancam ku, kalau aku tidak datang ke kamar mu , kamu akan melakukan nya dengan kasar, aku takut"


sisy mengingat ketakutan nya, alex selalu ingin mengambil kesucian nya secara paksa, hingga diri nya kala itu sempat begitu membenci pria yang kini malah menjadi suami nya, dan sekarang akhir nya dia menyerahkan semua nya.


"hahaha, dan sekarang masih takut?"


tanya alex jahil, sambil melirik ke arah sisy yang duduk di dalam mobil kursi penumpang sebelahnya.


tak di jawab sisy, hanya terdiam tersipu malu, untuk apa coba dia bertanya seperti itu, membuat orang malu saja.


"lagian itu juga sudah menjadi kewajiban ku, gara- gara kamu, menikahi anak gadis orang yang di nikahi tidak di beritahu lebih dulu, aku seperti sedang di todong oleh penjahat.


"lalu kenapa mau?"


"tidak ada pilihan lain"


"kenapa?"


"aku bahkan berusaha kabur dari mu aku tak bisa, ujung- ujung nya juga aku tertangkap lagi" sisy lagi- lagi mengingat kejadian lampau ketika berusaha kabur dari alex.


mengingat hal itu membuat sisy sebal, bibir nya manyun membuat alex gemas.


"hahaha, aku sudah pernah bilang mau lari ke ujung dunia pun aku akan menemukan mu" alex tertawa melihat istri nya yang kesal, yang tak bisa berbuat apa- apa dan hanya bisa pasrah pada diri nya.


"dari mana kamu tahu aku ada di tempat itu? apa kamu menyuruh seseorang untuk selalu mengikuti ku diam- diam?" sisy begitu penasaran, padahal ponsel pun sudah di buang waktu itu.


"ya, jangan macam- macam pada ku, aku tahu apapun yang kamu lakukan di belakang ku" bisik alex tepat di depan daun telinga sisy sambil menggigit gemas daun telinga wanita nya itu.


ah, kata- kata misterius penuh ancaman yang selalu di ucapkan ketika belum ada nya hubungan, sekarang terdengar lagi dari pria setengah mafia itu.

__ADS_1


tetap saja membuat yang mendengar nya merinding, harap- harap cemas.


.


.


.


akhirnya sampai ke rumah dimana cerita antara alex dan sisy di mulai, tempat di mana begitu banyak kenangan antara kedua nya, tempat juga di mana mereka memulai masa depan mereka sebagai sepasang suami istri.


terlihat bi nani menyambut kedatangan tuan dan nyonya rumah yang sudah pergi meninggalkan rumah hampir sebulan lama nya.


"selamat datang kembali, tuan dan nyonya" sapa bi nani menundukkan kepala tanda hormat.


"terima kasih bi" ucap sisy tersenyum, sambil memegangi pundak bi nani.


sisy bahkan sempat jengkel pada bi nani, kala itu di mana kepala pelayan itu tahu semua rencana alex tentang pernikahan namun sama sekali tak jujur pada sisy.


sedangkan alex berlalu begitu saja menuju kamar pribadi nya.


di ikuti sisy dari belakang setelah berbincang singkat dengan bi nani, sang kepala pelayan di rumah alex morris.


.


sisy kaget saat membuka almari yang berisi banyak gaun berbahan kain tipis.


"itu...buat kamu lah" jawab alex mesum.


ish tuh kan kumat lagi mesum nya, batin sisy menggerutu dalam hati merutuki kemesuman sang suami yang tiada tandingan nya.


sisy teringat dulu ketika pertama kali datang ke rumah alex, yang ada alex memberikan gaun laknat itu.


sisy menoleh ke arah alex, menggelengkan kepala, mulai sebal pada pria yang di kepala nya seperti nya hanya memikirkan kemesum an.


"plis jangan dulu membahas itu, aku lelah, jetlag" ucap sisy sambil berjalan ke arah ranjang, merebahkan tubuh nya, kemudian menutup mata, malas mendengar sang suami mengoceh bab kemesuman.


"kamu tahu kenapa banyak? itu untuk di pakai sehari 3 kali, seperti jatah yang aku minta"

__ADS_1


bisik alek di atas sang istri membisikkan nya di depan telinga, membuat sisy yang sudah memejamkan mata membuka nya kembali.


kedua netra saling menatap,,,,


"astaga, kamu ini..." sisy berusaha menyingkirkan tubuh alex yang sudah menindih nya , namun tentu saja tidak berhasil, hanya memberikan sedikit getaran pada tubuh alex, bergeser pun tidak.


alex mendekatkan wajah nya, hendak mencium bibir sang istri yang manyun, tapi tiba- tiba ada suara ketukan pintu dari luar.


tokk...tokkk...


mendengar ada gangguan dari luar, sisy tersenyum, sedangkan alex begitu kesal.


"shiiittt...siapa yang berani mengganggu ku" maki alex.


"di buka dulu , siapa tahu penting" ucap sisy menasehati.


"itu sih mau nya kamu" alex melirik raut wajah sisy yang senang karena aksi alex gagal.


sisy hanya tersenyum sambil menjulurkan lidah nya, mengejek.


"awas ya, nanti dobel pokok nya" ucap alex sambil mencubit gemas hidung wanita yang ada di bawah nya.


"awwww, sakit " reflex sisy mengusap hidung nya yang jadi merah karena bekas cubitan.


"awas saja kalau sampai tidak penting, aku pecat siapapun yang mengganggu ku" gerutu alex sambil berjalan ke arah pintu kamar.


"thomas? apa yang membuat mu kesini hingga berani mengganggu ku?" ekspresi alex begitu menakutkan, thomas tahu kalau sang big bos pasti kesal karena sudah di ganggu.


"bos, ada hal penting yang harus saya lapor kan, mengenai perusahaan di amerika, sonya menghubungi anda, tapi belum tersambung" jawab thomas menjelaskan ada apa gerangan hingga pria itu berani mengganggu waktu istirahat sang bos.


"ada apa?" tanya alex lagi pada thomas, sambil menerima ponsel yang di berikan thomas, mencari nomor kontak sonya.


"ada yang mengacau database perusahaan, dan itu di ketahui yang melakukan adalah moreno" ucap thomas pada bos nya.


alex yang mendengar lagi- lagi nama musuh nya itu di sebut langsung kaget, rupa nya pria itu tak hanya sekedar berucap untuk mengajaknya main- main. moreno benar- benar merealisasikan ucapan nya untuk mengganggu nya lagi.


"****, apa mau nya dia?" alex memaki nama moreno di depan thomas.

__ADS_1


kesabaran sang bos benar- benar di uji oleh perbuatan saingan lama nya dalam berebut kekuasaan, padahal kini kedua nya sudah berada di dunia yang brrbeda, moreno masih tetap menjadi mafia dan alex sudah menjadi pengusaha sukses, harus nya moreno tak lagi mengganggu nya, pikir alex.


__ADS_2