Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
116. Alex Kembali


__ADS_3

'sejak kapan dia kembali? kenapa tiba- tiba dia ada di sini? sejak kapan dia ada di sini?'


sisy membulatkan mata melihat siapa yang sudah ada di sampingnya, mengingat video itu, serta para wanita yang mengangkat telepon alex, sungguh masih sangat menyakitkan hati.


sisy terus berusaha menyingkirkan tangan alex dari pinggang nya, namun alex masih saja tak mau menyingkirkan tangan nya dari atas tubuh sisy, yang ada malah semakin erat memeluk.


sisy mulai geregetan, kemudian sisy mulai memukuli tangan yang ada di pinggang nya itu, sedangkan alex masih terlihat memejamkan mata.


"alex, lepaskan tangan mu, jangan memegang ku"


pinta sisy dengan geram pada pria yang entah sejak kapan sudah ada di sampingnya, entah kapan datang nya, tiba- tiba saja sudah ada di ranjang nya.


masih teringat jelas apa yang ada di dalam video itu, sisy serasa murka melihat wajah alex.


"haduwh... haduwh,,, " teriak alex menerima pukulan istri di lengan tangan nya.


hingga alex merasa panas dan kebas di sekujur lengan akibat pukulan sisy yang bunyi nya sampai nyaring ke sudut ruangan kamar, benar- benar sisy memberikan pukulan dengan tenaga ekstra.


"haduwh...sayang hentikan"


ucap alex yang berusaha menangkis pukulan sang istri, seumur- umur baru sekarang di perlakukan seperti ini oleh wanita.


namun sisy tak menghiraukan permintaan alex,


"sayang? masih bisa memanggil sayang setelah apa yang kamu lakukan pada ku?"


seolah sisy ingin mengeluarkan semua kemarahan yang sudah beberapa hari di tahan, karena mau marah pun orang nya tak ada.


dan sekarang barulah ada orang nya, benar- benar ingin mengeluarkan semua amarah nya pada pria yang sudah membuat hati nya sakit itu.


"aku melakukan apa? aww...aduh..." sisy terus mengayunkan tangan nya, memukuli pria yang ada di atas ranjang nya, di depan nya.


"masih tanya melakukan apa? kamu pingsan hingga tidak menyadari apa yang kamu lakukan?"


sejenak sisy menghentikan pukulan nya, mata nya nyalang menatap alex penuh kemarahan.


"kamu sudah mengurungku di rumah ini, sedangkan kamu di luaran sana sedang bersenang- senang dengan wanita lain bukan? kamu ternyata tidak pernah berubah" ucap sisy dengan mata berkaca- kaca.

__ADS_1


"oh itu" jawab alex santai.


"apa karena ketika kamu menelepon ku yang mengangkat telepon itu adalah wanita? jadi kamu kira aku bersenang- senang dengan mereka? aku tidak melakukan apa- apa dengan mereka, masih cemburu sama sonya?" ucap alex melanjutkan.


emosi sisy semakin memuncak , mendengar alex tak mengakui semua kesalahan dan perbuatan nya.


"tidak melakukan apa- apa kata mu?"


sisy bergegas mengambil ponsel nya kemudian membuka pesan dari nomor tak di kenal, menampakkan tumbnail video yang berisi video asusila alex, dan melemparkan keras ke arah dada bidang suami nya.


hingga membuat alex kewalahan menangkap benda pipih yang di lemparkan pada nya.


alex kemudian mengambil benda pipih milik istri nya, kemudian melihat video yang sudah terbuka.


wajah alex terlihat pucat,


"masih mau mengelak tidak melakukan apa- apa?" ucap sisy masih dengan penuh kemarahan.


"shitt..., wanita murahan"


alex mengumpat pada wanita yang ada di video, alex tahu nomor yang mengirimkan video itu pada istri nya, yaitu wanita yang ada di dalam video itu sendiri.


membuat alex semakin pucat melihat istri nya yang seperti mau memakan orang, mata nya membulat penuh, dada nya naik turun, nafas nya menderu menahan kemarahan.


"haduwh , bukan kamu sayang tapi perempuan di video ini" ucap alex menjelaskan.


"tapi aku tidak melakukan apa- apa, beneran" alex terus berusaha membela diri.


"tidak melakukan apa- apa? lalu apa itu?"


"hanya sebatas itu, aku tidak memasukkan punya ku ke milik nya , sungguh"


"aku di goda oleh dia, aku akui aku khilaf, aku tidak tahan ketika dia menggoda milik ku dengan tangan nya"


"tapi yakinlah aku tidak melakukan apa- apa, hanya sebatas itu, dia tidak mengirimkan semua nya, hanya mengambil sebagian video" ucap alex menjelaskan pada sisy.


walau bagaimana pun, alex tak ingin wanita nya itu marah pada nya dan salah paham, hanya menilai dengan sebatas apa yang di lihat di video dan selanjutnya pikiran liar nya yang akan menyimpulkan sendiri dan akan membuat bubungan nya dan sang istri semakin kacau.

__ADS_1


"hanya itu kamu bilang? kamu terlalu menganggap nya enteng alex, kamu membiarkan wanita lain memegang itu mu, dan kamu masih bilang hanya itu?" sisy benar- benar semakin geram.


"iya aku salah, aku minta maaf, ini kalau kamu mau, kamu pegang punya ku, biar impas, tapi jangan marah- marah lagi"


alex ingin segera mengakhiri kemarahan istri nya , memilih meminta maaf dan mengaku salah adalah jalan terbaik, dan memberikan senjata nya untuk di pegang sang istri adalah cara menebus kesalahan nya yang sudah mengijinkan wanita lain memegang milik nya, pikir alex.


alex meraih tangan sisy mengarahkan kepada senjata nya, untuk di pegang sisy.


membaut sisy bukan nya reda kemarahan nya, namun malah semakin membelalakkan mata nya, terlihat semakin marah.


"lepas, aku tidak mau, aku tidak mau bekas wanita lain"


sisy menarik tangan nya dari tangan alex.


sedangkan alex sudah mulai frustasi, tidak tahu apa yang harus di lakukan nya.


"bagaimana tidak mau bekas wanita lain? punya ku memang sudah bekas banyak wanita lain, aku bisa apa? aku tidak bisa merubah masa lalu" ucap alex lirih.


alex sudah kehabisan cara bagaimana supaya sisy percaya dan tidak marah lagi.


apalagi wanita nya itu mengatakan tidak mau bekas wanita lain, apakah itu arti nya wanita di depan nya sudah tidak mau di sentuh oleh nya lagi? alex semakin frustasi memikirkan nya.


sisy terdiam mendengar alex bergumam, mata nya berkaca- kaca.


" aku pikir kamu bisa berubah, meninggalkan kebiasaan buruk mu di masa lalu, menjadi orang yang lebih baik setelah kamu memutuskan menjalin komitmen denganku, rupa nya aku hanya kau anggap sebagai salah satu wanita mu yang setelah bosan maka kau akan mencari yang lain lagi"


suara sisy semakin parau, menahan air mata yang sudah menggenang, menahan nyeri di dada untuk mengatakan itu.


"bukan seperti itu" alex masih terus membela diri.


namun tiba- tiba sisy yang ada di depan alex, memejamkan mata, dan semakin lama tubuh wanita nya itu terhuyung lemah di hadapan nya.


dengan sigap alex langsung menangkap tubuh sisy , wanita nya itu tiba- tiba pingsan, membuat alex semakin panik.


"sayang,,,? "


"sayang...sayang...sayang...kamu kenapa? bangun..."

__ADS_1


" bi nani? panggilkan dokter, cepat"


teriakan alex menggema dengan kekuatan nada suara tertinggi nya, merasa khawatir pada sisy yang tiba- tiba tidak sadarkan diri.


__ADS_2