
semua kolega alex yang ada semalam sudah kembali ke ibu kota. sekarang hanya ada thomas yang belum terlihat keberadaan nya serta para penjaga villa dan para pelayan. seluruh peserta pesta semalam sudah tidak ada. termasuk para wanita penghibur yang ada semalam.
alex mengajak wanita nya itu keliling di sekitaran villa. menikmati pantai pasir putih nan indah di iringi angin sepoi-sepoi.
berjalan di pinggir pantai menyelusuri sepanjang jalan.
tampak mereka berdua alex dan sisy berjalan beriringan saling sebelahan.
sisy yang berjalan tepat di dekat garis pantai sibuk menoleh kesana kemari mengamati area sekitar. sesekali memandang jauh ke seberang lautan.
sedangkan alex sibuk memperhatikan wanita nya itu.
"kamu mencari apa?"
"tidak, hanya ingin memperhatikan tempat ini secara detail" ucap sisy sambil menghadap ke arah jauh di depan nya.
"kenapa? " tanya alex lagi.
"aku berpikir saja, apa di sini hanya ada villa mu? kolega bisnismu yang kata nya pesta semalam sudah tidak ada?" kali ini sambil menoleh ke arah alex, menatap mata nya mencari jawaban kebenaran.
" disini ada villaku dan villa 1 orang lain nya. awalnya aku ingin memiliki sendiri. tapi satu pulau peraturan nya tidak boleh di miliki hanya satu orang dan soal para kolega ku itu, mereka sudah keluar dari pulau ini tadi pagi." penjelasan alex panjang lebar.
.
.
sisy berhenti berjalan . beristirahat duduk ketika menemukan payung pantai yang terdapat di bawahnya ada kursi pantai, meja serta ada segelas jus buah segar.
tidak begitu jauh sebenarnya posisi mereka saat ini. hanya beberapa meter dari pintu keluar belakang villa . dimana pintu belakang villa lebih dekat dengan pavilliun yang sisy tinggali untuk tidur semalam.
" kenapa ada jus di sini?" tanya sisy sambil mulai duduk.
__ADS_1
"aku yang meminta nya pada pelayan tadi" ucap alex.
kemudian sisy mulai mengambil segelas jus dan meneguk nya.
sementara alex masih berdiri di samping sisy menghadap ke seberang lautan nan jauh di sana.
kemudian mulai melirik sisy yang mulai merebahkan tubuhnya.
hendak ingin memejamkan mata nya , alex duduk di kursi tempat sisy rebahan, tepatnya di samping nya.
sontak membuat sisy kaget. pasalnya di sebelahnya masih ada kursi pantai satu lagi. kenapa ini orang ikut duduk di kursi nya. pikir sisy.
"a...ada apa?" tanya sisy yang jantungnya mulai dag dig dug.
" kamu masih punya hutang pada ku" ucap alex dengan seringai licik nya.
"aku tahu hutangku banyak pada mu" ucap sisy yang berusaha menghindar dari alex dengan segera bangkit dari rebahan nya.
tangan alex segera mengunci kaki nya dengan tangan nya yang di letakkan di sebelah pinggang sisy. mendekatkan wajahnya pada wanita nya itu.
"kamu hutang kiss padaku , untuk mengijinkan mu lembur waktu itu"
wajah sisy yang tepat berada di depan wajah alex hanya terdiam berusaha menghindari pandangan tajam alex.
"lakukan" namun sorotan mata tajam alex tak berhenti menghantam .
"jangan harap aku memberikan mu ijin lagi setelah ini" alex yang mulai hendak melepaskan kunci an tangan nya pada wanita itu seketika mata alex membulat dan senyum tipis terbit di bibirnya ketika merasakan bibir yang dia inginkan terasa menyentuh bibirnya. meskipun hanya sepersekian detik.
namun bukan alex namanya kalau tidak bisa memanfaatkan kesempatan.
sebelum sisy kembali sempurna dengan duduknya segera alex menarik tengkuk leher wanita nya.
__ADS_1
mengunci pandangan dengan jarak satu centimeter, hingga membuat jantung sisy bergemuruh berdetak dengan cepat.
alex menyadari itu, kemudian tersenyum.
membuat sisy semakin tak bisa mengendalikan diri.
perlahan alex memiringkan wajahnya, mencoba meraih bibir wanita nya yang berwarna pink begitu menggoda. meskipun berkali-kali ia nikmati. namun rasa nya semakin hari semakin membuat nya kecanduan dan menginginkan lagi dan lagi.
tanpa di sadari, sisy mulai memejamkan mata nya , menikmati setiap sentuhan lembut dari bibir alex. merasakan sesapan , kecupan dan gigitan kecil, melayang dengan sensasi yang alex ciptakan.
semakin lama, kini berubah menjadi ciuman panas. alex semakin tidak bisa mengendalikan birahi nya. membelit menjelajahi setiap rongga mulut dengan lidahnya. tangan nya mulai bergerilya mencari pegangan. di tubuh wanita yang sekarang dia kungkung dengan tangan nya. dan
di tidurkan di kursi pantai itu dengan lembut.
sisy mulai mendesah ketika gunung kembarnya di remas oleh tangan nakal alex. melihat itu rupanya alex semakin bersemangat. menjelajahi masuk ke dalam kaos wanita itu dan tangan nya mulai bermain- main di balik kaos dan bra yang sudah ia naikkan. sehingga kini tangan nya bermain di gunung kembar tanpa penghalang lagi.
sisy semakin terhanyut dalam sensasi kenikmatan. desa*han dan tubuhnya mulai kelabakan. apalagi ketika alex mulai membuat cap kepemilikan di sepanjang lehernya, berjalan terus melewati kaos yang di lipatnya sehingga sampai pada kedua gundukan dan mencetak cap kepemilikan serta menyesap puncak gundukan dengan lembut.
dengan tubuh yang semakin menggeliat serta desa*han yang tidak bisa sisy tahan keluar begitu saja dari mulutnya, kini sisy mulai menyadari tindakan alex mulai kelewat batas.
"alex hentikan" ucap sisy dengan suara lemah tak berdaya menahan sensasi yang alex ciptakan.
tak menyangka tindakan nya sampai sejauh itu, alex semakin frustasi mana kala senjata nya mulai berdiri tegak. tak ada pilihan lain selain menuntaskan nya dengan wanita nya itu. alex terus menggosokkan senjatanya pada wanita yang masih dia tindihnya . meskipun dengan pakaian yang masih lengkap tak terlepas sehelaipun.
namun untuk menghindari sentuhan nya di gunung kembar yang sudah terlanjur pernah ia merasakan nya tak bisa di hindari.
seolah-olah apa yang ia pernah rasakan selalu menjadi candu nya dan ingin dia terus rasakan berulang- ulang.
nyata nya gundukan yang selalu ia anggap menggemaskan itu begitu membuat nya kalangkabut.
"alex aku mohon...ahhhh" rengek sisy dengan sesekali desa*han lolos dari mulutnya menahan sensasi gunungnya yang terus di hisap oleh alex. serta alex yang terus menggosokkan miliknya yang di bawah pada tubuh wanitanya sisy merasakan betul tonjolan di bawah sana.
__ADS_1