Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
83. Semalam Saja


__ADS_3

"apa boleh?"


sisy masih bertanya meyakinkan flora, namun memang seperti sisy mendapatkan pencerahan atas kegalauan nya sejak tadi, yang tidak tahu arah dan tujuan nya.


"tentu saja, ayo kak segera beli tiket kereta, sebelum terlambat"


flora segera menggandeng tangan sisy berjalan menuju loket penjualan tiket kereta.


"eh , tunggu"


di tengah perjalanan ke arah loket, sisy menghentikan langkah.


"aku harus menghilangkan jejak" ucap sisy, mengeluarkan ponsel nya, mematikan dan hendak membuang nya.


"eh kak, apa tidak sayang? bagaimana kalau di jual di sini saja" ucap flora memberi saran.


" iya juga ya" lumayan tambah- tambah uang, pikir sisy.


kemudian keduanya menuju counter hp terdekat, dengan cepat, tanpa negosiasi panjang lebar, sisy melepaskan ponsel nya pada pembeli.


ingin segera kabur, sebelum alex menemukan nya.


menunggu tak begitu lama, kereta kota tujuan sudah datang . flora dan sisy menaiki kereta.


ada hembusan nafas lebih lega, ketika sisy memasuki kereta api. itu tanda nya diri nya akan lebih jauh dari alex.


mungkin juga, akan lebih sulit alex menemukan nya.


.


.


.


sampai di kota tujuan, dimana flora dan ibu nya tinggal.


hanya berdua, tak ada papa nya. mungkin papa nya flora belum kembali dari pelarian nya.


" anggap seperti rumah sendiri, tidak perlu sungkan" ucap mama flora.


"terima kasih tante, sudah memberikan tumpangan" ucap sisy menunduk memberikan hormat.


"kamu juga dulu sudah membantu flora, saat nya tante membantu mu, tante senang bisa membantu kesulitan kamu"


ucap mama flora begitu bijak, juga ramah.


di kediaman alex, ketika hendak memanggil makan siang , bi nani mengetuk berkali- kali kamar nona nya.


tak ada sahutan, bi nani membuka pintu kamar, tak di dapati seorang pun.


" apa nona belum kembali dari mini market? ini sudah cukup lama"


gumam bi nani sambil menutup pintu kamar kembali.


bi nani masih belum melaporkan apapun, masih menunggu nona nya kembali, kali saja ada sesuatu yang memang perlu di beli dan mencari ke beberapa minimarket.


.


sore menjelang, bi nani belum melihat tanda- tanda nona nya kembali, hingga waktu pulang kerja tiba.

__ADS_1


tak ada nona nya kembali, di telepon, ponsel nya tidak aktif, tidak tersambung.


membuat bi nani menjadi khawatir pada nona nya, takut terjadi hal buruk.


kemudian bi nani memutuskan untuk menghubungi thomas,


melaporkan kejadian nya, menceritakan secara detail.


thomas menutup ponsel nya, mengotak- atik laptop di depan nya, berusaha melacak gps yang berasal dari ponsel sisy.


tak menunggu lama, thomas menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.


memerintahkan untuk segera menuju titik yang di temukan lewat layar komputer nya.


menunggu beberapa saat, belum mau memberitahukan pada sang big bos.


tak menunggu waktu lama, thomas sudah mendapatkan kabar dari beberapa anak buah nya yang menuju ke lokasi titik tujuan.


thomas menghela nafas panjang, mendengar hasil laporan.


mungkin membayangkan akan kemarahan bos nya,


mau tidak mau, apapun harus di laporkan ke sang big bos.


"bos, nona sisy kabur"


mendengar laporan Thomas, Alex yang tadi nya sibuk dengan map di atas meja, langsung mengangkat kepala, menatap ke arah thomas, membuka kaca mata baca nya.


"saya sudah cek gps ponsel selluler nya, di temukan di counter hp di stasiun kereta"


lapor thomas, apa saja yang sudah di lakukan nya untuk menemukan wanita bos nya.


alex menggeram, tangan nya di gunakan untuk menggebrak meja, bangkit dari duduk nya.


langkah cepat alex di ikuti thomas dari belakang menuju ke loby gedung, masuk ke dalam mobil.


.


.


pagi menjelang,


"kak, bagaimana tidur mu? nyenyak?"


tanya flora pada sisy yang tidur satu tempat tidur dengan nya.


di rumah flora hanya ada 2 kamar, yang satu nya di tempati nya dan satu lagi di tempati ibu nya.


"lumayan"


jawab sisy kemudian tersenyum pada flora.


flora bangun pagi, juga mama nya flora, terdengar sudah melakukan aktifitas nya di dapur.


" tante sudah bangun juga?" tanya sisy pada flora.


"iya, hari ini mama dapat pesanan catering, sejak kita pindah di sini, kita membuka usaha catering. syukur, hasil nya lumayan kak"


flora menceritakan kehidupan nya saat ini pada sisy.

__ADS_1


sisy menjawab o , paham dengan keadaan flora saat ini. seperti nya flora mempunyai kehidupan yang baik di kota pelarian nya.


"oh ya kak, nanti kakak aku tinggal ke pasar ya sama ibu. kakak tidak apa- apa kan?"


ucap flora yang hendak berlalu keluar kamar.


"tentu saja tidak apa- apa"


sisy sudah mempunyai rencana untuk membantu flora dan mama nya untuk membersihkan rumah, beberes mengerjakan pekerjaan rumah selama flora dan ibu nya pergi ke pasar.


"kak, di kunci saja pintu nya" ucap flora, di ikuti anggukan oleh sisy.


kemudian flora dan mama nya, beranjak pergi ke pasar, menggunakan sepeda motor milik flora.


"saat nya bersih- bersih"


ucap sisy pada diri nya sendiri, setelah mengantar kepergian flora dan mama nya ke pintu depan.


.


beberapa jam, sisy sudah menyelesaikan pekerjaan rumah.


"menyenangkan sekali ternyata bersih- bersih rumah, setelah sekian lama vacum, hal yang membuat aku malas ternyata aku rindukan"


gumam sisy, sambil merebahkan tubuh nya di atas sofa.


memang sejak, diri nya tinggal di rumah alex, sisy tak di ijinkan alex untuk melakukan apapun, juga membantu pelayan untuk bersih- bersih rumah.


dulu sisy sempat melakukan nya, namun semua itu membuat alex murka , pada seluruh pegawai di rumah. membuat sisy tidak enak jika mereka di salahkan karena perbuatan nya.


tokk...tok....


"pasti itu flora dan mama nya sudah kembali"


gumam sisy sambil tersenyum, membayangkan flora dan ibu nya melihat hasil pekerjaan rumah yang sudah di bereskan nya, jadi jika pun diri nya menumpang, tak akan begitu sungkan.


sisy beranjak dari rebahan nya, menuju pintu, membuka nya,


sisy langsung melebarkan mata nya, kaget.


bukan flora dan mama nya yang di lihat pertama kali pintu di buka.


namun pria yang ingin diri nya hindari.


"aku sudah pernah bilang, aku akan menemukan mu sekali pun kamu pergi ke ujung dunia"


alex memberikan sorotan mata tajam, membuat wajah sisy meremang. reflex selangkah memundurkan tubuh nya.


ya, yang datang adalah alex , tentu ada thomas juga beberapa bodyguard nya, yang lama tak di lihat oleh sisy, namun tidak asing lagi.


pria berpakaian rapi bertubuh tegap itu biasa di lihat sisy ketika diri nya pertama kali datang ke rumah alex.


"sudah cukup bermain- main nya, ayo pulang" ucap alex penuh penekanan.


[susah payah kabur dari nya, tapi hanya bertahan bisa kabur semalam saja?"]


sisy merutuki ketidakmampuan nya kabur dari alex.


sisy masih syok, tampak diam, berdiri mematung di tengah pintu,

__ADS_1


"aku tidak mau ikut dengan mu" ucap sisy, kemudian bergegas dengan gerakan cepat segera menutup pintu.


namun sayang, gerakan sisy kalah cepat.


__ADS_2