
Kring....kring...kring...
Sisy mencoba menghubungi alex . Namun berulang kali menelepon tak di angkat juga.
“kenapa nggak di angkat?” gumam sisy pada ponsel yang sedang ia pegang.
.
.
"aku bahkan tidak punya nyali untuk menemui nya"
"shitttt....bodoh"
alex berdialog dan memaki diri nya sendiri. Di pesawat jet pribadi miliknya yang sedang menuju negara paman sam tepatnya california.
Alex mempunyai sebuah perusahaan di sana. Dimana biasanya di percayakan pada sonya. sesekali dia mengurusnya sendiri. seperti yang saat ini akan dia lakukan.
lebih tepatnya pergi dalam rangka menghindari sisy. sejak kejadian malam itu. di mana dia hampir saja lepas kontrol atas diri nya, dia menyesali semuanya. merasa canggung dan merasa bersalah pada wanita nya. wanita yang selalu ingin dia miliki tubuhnya. setidaknya sampai saat ini . Tanpa di sadari nya kini ia pun menginginkan hati wanita nya itu. meskipun belum menyadari nya.
di dalam jet pribadi yang sedang melaju kencang di antara awan di temani kru pesawat dan thomas pastinya, alex tampak diam memandang ke arah jendela. Thomas yang melihatnya terlihat bingung dengan big bos nya itu.
"bos anda baik-baik saja?" thomas mencoba mencari tahu kenapa bosnya secara mendadak mengajaknya perjalanan bisnis ke amerika dan sekarang melihat bosnya seperti orang yang sedang tidak baik-baik saja.
namun pertanyaan thomas tidak di jawab sedikitpun oleh alex.
setelah beberapa menit thomas tidak mendapatkan jawaban dari bos, ia pun hendak menuju sofa di belakang tempat duduk alex .
"apa dia mengatakan sesuatu tadi pagi?" alex bertanya pada thomas yang hendak meninggalkan nya.
"sudah kuduga, pasti ada hubungan nya dengan nona sisy"batin thomas sambil menggeleng-gelengkan kepala.
tidak pernah sebelumnya bosnya memikirkan wanita mana pun.
"lupakan..." sebelum thomas menjawab alex sudah menyela nya
"tadi pagi nona sisy menanyakan anda di mana bos" thomas tetap menjawab pertanyaan bos nya sambil memperhatikan bos nya yang terlihat sedikit menyunggingkan senyuman pada bibirnya yang berusaha ia tutupi namun masih nampak.
__ADS_1
thomas yang masih bisa menangkap gelagat bos nya ikut tersenyum melihat ke bucin nan bos nya untuk pertama kali.
"oh iya bos, kenapa bos di kamar sebelah? bukan nya harusnya bos bersenang-senang dengan nona sisy?"
senyum yang tersungging di bibir alex mendadak berubah jadi kecut.
"maaf bos saya lancang, tidak seharusnya saya berbicara "sambil memukul mulutnya. thomas menyadari raut wajah bosnya. kemudian dia segera menjauh dari bos nya ke tempat duduk belakang. mencari tempat aman dari amukan sang big bos.
.
.
di tempat lain sisy masih berusaha menelepon alex tapi masih belum tersambung juga untuk menanyakan tentang kejelasan pekerjaan nya.
"tidak seharusnya aku mencari-cari pria itu setelah apa yang dia lakukan padaku semalam. tapi aku butuh kejelasan tentang nasibku" sambil berguling- guling kesana kemari sisy mencoba melupakan kejadian di hotel.
"setelah kau nodai separuh tubuhku kau menghilang begitu saja dan mungkin kau sekarang ganti bersenang-senang dengan wanita lain ya" kegeraman sisy pada alex sambil memperagakan seolah-olah dia memaki alex.
"hmmm mana berani aku kalau dia benar-benar ada di hadapan ku aku tunjuk seperti ini "gumam sisy berdialog dengan diri nya sendiri.
"astaga , tidak terasa sudah malam. aku begitu lelah. sekujur tubuhku terasa pegal. setelah drama kunfu semalam" gumam sisy.
terlihat rumah megah itu begitu sepi dan sunyi. seperti tak berpenghuni.
"nona mau makan malam saya siapkan?" suara datang dari arah belakang sisy ketika hendak berjalan melangkah menuruni tangga.
"astaga, bi nani mengagetkan ku saja" sisy sambil mengurut dada nya yang sempat kaget dengan ke datangan bi nani yang tiba-tiba. namun bi nani hanya tersenyum dan meminta maaf pada nona nya.
"aku pikir tinggal aku saja di rumah ini. rumah ini untuk pertama kali nya aku lihat begitu sepi. biasanya ada saja anak buahnya si alex mondar mandir" tanya sisy pada bi nani.
"tuan tidak di rumah nona. bodyguard hanya di tempatkan di pintu gerbang depan. di depan pintu rumah tidak ada. jadi mungkin itu yang membuat terlihat sepi" jawab bi nani.
"ke mana dia" tanya sisy kembali.
"perjalanan bisnis ke amerika"jawab bi nani singkat.
sebaliknya sisy hanya mengiyakan paham membatin dalam diri nya terjawab sudah kenapa alex tidak ada dan tidak bisa di hubungi.
__ADS_1
sambil berjalan menuruni tangga menuju dapur sisy dan bi nani masih berdialog.
"sampai kapan dia di sana?"
"kalau itu saya kurang paham nona. oh ya nona mau makan malam? saya siapkan?"
"tidak usah bi aku mau masak mie instan saja" sisy sambil tersenyum dan mengambil mie instan yang tersipan di salah satu almari dapur.
bi nani masih berdiri menunggu di belakang sisy.
"bi nani bisa istirahat tidak perlu menunggu ku" pinta sisy pada bi nani.
"tapi nona...."
"sana istirahat. nanti kalau aku butuh sesuatu aku akan panggil bi nani " sisy meyakinkan bi nani agar mau meninggalkan nya dan pergi istirahat.
setelah di paksa sisy akhirnya bi nani mau pergi meninggalkan sisy yang masih sibuk memasak mie instan ke suka an nya.
.
.
.
di belahan bumi yang lain....
ada seseorang yang berguling-guling di kasur sebuah rimah yang megah dan mewah. ya Alex sedang tidak bisa tidur meskipun tidur di kasur yang empuk nan mewah.
"ini baru pertama kali nya setelah mengenalnya aku jauh dari nya. ada apa sebenarnya dengan ku? apa aku sedang jatuh cinta? apa seperti ini yang nama nya cinta?" itulah pertanyaan konyol seorang pecinta wanita yang tidak pernah jatuh cinta pada wanita.
"dia bukan supermodel ataupun artis hollywood tapi bisa-bisa nya membuatku benar- benar terobsesi pada nya" gumam alex yang berbicara pada langit- langit kamar.
"bahkan ukuran dada nya saja sekecil itu " sambil memperagakan tangan nya yang membentuk sebuah mangkok.
"ini gila , mengingatnya saja membuat ku berdiri. shiiitttt...."
memaki dirinya dan bergegas mengambil handphone . menelepon seseorang....
__ADS_1