Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
19. Hari pertama kerja


__ADS_3

Suasana hening tampak di dalam mobil.


Mobil mewah itu melaju cepat di tengah ibukota . Menuju sebuah ruko perkantoran tempat sisy bekerja.


Wanita itu tampak melihat ke arah jendela di sepanjang perjalanan. Sedangkan sang big bos sibuk dengan ponsel yang ia pegang.


“apakah bisa bebas darimu setelah aku menyerahkan tubuhku pada mu?” sisy bertanya tanpa menoleh.


Masih menatap ke arah luar jendela.


Namun pertanyaan itu membuat alex mengalihkan pandangan nya pada sumber suara.


“ aku akan melepaskan mu ketika aku sudah bosan “


jawaban alex yang terdengar sadis membuat wanita yang ada di sampingnya menoleh.


Tatapan mata mereka bertemu. Namun seperti tatapan saling membunuh antara keduanya.


Kemudian sisy mencoba mengakhiri pandangan mereka lebih dulu, dengan menoleh lagi ke arah luar lewat jendela samping.


“ apa kamu berniat ingin pergi dariku? “ ucap alex menerawang wanita yang sedang duduk di sampingnya.


Sisy yang mendengar pertanyaan alex sama seperti apa yang ia pikirkan hanya diam tak menjawab tanpa menoleh ke arah alex.


Hanya diam menerawang memutar bola matanya. Takut serta gelisah bercampur jadi satu.


“jangan mencoba kabur dari ku. Aku akan tahu kemanapun kamu pergi” bisik alex tepat di depan daun telinga sisy hingga membuatnya merinding.


Namun tak membalas apapun .


Keduanya terdiam hingga sampai pada sebuah ruko perkantoran yang tidak begitu luas.


“ ini yang kamu bilang kantor?. “ tanya alex sambil mengerutkan alis nya heran.


Namun sisy hanya melirik sinis. Bersiap-siap turun dari mobil mewah alex.


“daripada kerja di sini bukankah lebih baik kau kerja di perusahaan ku saja?” namun sisy tidak menghiraukan omongan alex. Membuka pintu mobil dan berlalu begitu saja.


 


“maaf saya terlambat” sambil menundukkan kepala sisy meminta maaf pada bu taty.


Tampak suasana kantor sibuk berlalu lalang mengemasi berbagai macam barang untuk kepindahan kantor ke gedung stasiun tv xx.


“lain kali jangan di ulangi lagi ya, nanti sudah bukan saya lagi kepala bagian nya” jawab bu taty dengan halus memberikan wejangan pada sisy.


“baik bu” seraya sisy segera bergabung dengan para rekan kerjanya yang lain. Mengemasi segala dokumen dan barang- barang penting.


 


“Kirim orang untuk mengawasi nya dari jarak jauh” perintah alex pada thomas.


Thomas mengiyakan perintah bosnya kemudian keduanya berlalu menuju ruang rapat.


Di ruang rapat sudah ada sonya sebagai wakil direktur perusahaan alex yang ada di amerika beserta asisten nya. Serta dewan direksi.


“selamat pagi pak alex” senyum menggoda sonya pada bosnya .


Namun alex masih dengan wajah datar.


Rapat berjalan dengan lancar. Sonya memberikan presentasi dan laporan perusahaan. Meskipun di luar pekerjaan kantor dia adalah partner ranjang bos nya.


Nyatanya memang dia seorang wanita yang cerdas dan bisa di andalkan dalam urusan bisnis alex.


Tok...tok...tok...


“masuk...” perintah alex dari dalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


Sonya yang datang itu langsung masuk ke ruangan alex dan duduk di pangkuan bos nya.


Mengaitkan tangan nya di leher pria tampan yang ada di depan nya serta memberikan ciuman di bibir seksinya.


Cup....


Alex membiarkan wanita yang ada di pangkuannya itu melakukan apapun yang dia inginkan.


“apa perlu kita selesaikan di kamar?”


tanya sonya menggoda dengan suara seksinya, menghentikan sejenak tauran bibir nya kemudian meneruskan ciuman nya.


Di ruang kerja alex yang begitu besar itu memang terdapat ruang khusus seperti kamar tidur. Terdapat tempat tidur serta lemari baju lengkap aksesoris yang di miliki alex sebagai tempat istirahat pribadi ketika sang big bos merasa lelah bekerja.


Biasanya di gunakan untuk beristirahat sejenak. Ataupun untuk sekedar bermain- main dengan para wanita nya ketika dia menginginkan nya.


“no,,, aku masih banyak pekerjaan” kemudian mendorong tubuh sonya supaya berdiri dari pangkuan nya.


Sonya mengerutkan wajahnya. Begitu heran dengan penolakan alex.


Meskipun ia selalu mendapatkan penolakan jika mengutarakan cinta pada pria di depan nya itu. Namun alex tak pernah sekalipun menolak tubuhnya ketika ia menawarkan nya.


Sonya masih berdiri di samping kursi alex terdiam heran sekaligus kesal dengan penolakannya.


Masih memandangi alex yang sedang merapikan kancing kemejanya yang sempat di buka sonya.


Tidak mendapatkan jawaban apapun kemudian dia berlalu keluar dari ruangan alex begitu saja.


“sial...aku menginginkan ciuman yang tadi pagi” gumam alex kesal pada dirinya sendiri.


Mengusap wajahnya kasar kemudian kembali fokus pada layar komputernya.


 


Hari sudah sore. Tampak sang pemilik rumah besar itu baru pulang dari kantor.


“belum tuan” kemudian bi nani menunduk pada tuan nya undur diri dari hadapan alex melanjutkan pekerjaan yang lain.


“jam berapa ini thomas? Ini sudah jam enam tapi dia belum juga pulang” alex begitu kesal wanita nya belum kembali ke rumahnya. Sambil melihat jam tangan mewahnya dan menoleh pada asisten nya yang masih berdiri di belakangnya.


Sedangkan di tempat kerja sisy . Tepatnya kantor baru nya di gedung stasiun tv xx. Sisy masih tampak sibuk mengemasi barang- barang yang ia bawa dari kantor lama nya.


Begitu juga dengan teman-teman nya yang lain. Mondar mandir lalu lalang ke ruangan yang akan menjadi ruangan baru nya.


Kring....


Kring....


Kring.....


Ponsel sisy yang ada di tas yang ia selempangkan di bahunya berbunyi beberapa kali. Tapi si pemiliknya tidak menyadari kalau ada telepon.


Kring....


Kring....


Hingga sang pemilik nya menyadari nya dan mengangkatnya.


“hallo.....”


“kenapa tidak di angkat teleponku?


Mendengar teriakan dari orang di seberang telepon membuat sisy sampai menjauhkan ponselnya dari telinga nya.


“aku tidak dengar ada telepon” sisy mencoba membela diri.


“jam berapa ini? Hah??? Kenapa belum pulang?” teriakan alex kembali terdengar dari seberang telepon .

__ADS_1


Lagi- lagi sisy harus menjauhkan ponselnya dari telinga nya.


“ hari ini kantorku pindahan ke kantor baru. Jadi masih sibuk pindahan dan pekerjaan ku belum selesai. Aku tidak bi-“


belum Selesai sisy berbicara alex sudah menyahut.


“ aku tidak mau tahu. Kau pulang sekarang atau aku akan menjemputmu paksa” suara alex masih nyaring terdengar di ponsel sisy.


“memang dia tahu kantor ini” gumam sisy dalam hati.


“aku tahu di mana kantor baru mu. Aku bahkan punya saham di sana. Jadi jangan salahkan aku jika kau tidak mengindahkan perintah ku” tambah alex berbicara panjang lebar.


Seperti tahu apa yang ada di dalam kepala sisy.


“ayolah lex jangan seperti ini, aku bahkan berangkat telat dan sekarang kamu minta aku pulang lebih cepat. Ini hari pertama ku kembali kerja dan kamu sudah membuatku susah. Ini juga demi membayar hutang padamu”


sisy mulai gugup dengan ancaman alex mencoba memohon.


“aku tidak peduli”


“kamu sendiri yang sudah memberikan ijin padaku, tapi kamu sepertinya gak ikhlas. Lalu bagaimana aku membayar hutangku kalau kamu seperti ini?” jawab sisy mulai kesal.


“aku memang tidak pernah ikhlas memberi mu ijin. Bayar saja hutangmu dengan tubuhmu dan semua nya selesai”


“lagi-lagi itu yang di bahas” gumam sisy dalam hati semakin kesal.


“sebelum jam tujuh kau harus sudah sampai rumah”


Tut...tut...tut....


Alex dari seberang telepon mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


“ hehmmmm.....” sisy menghela nafas panjang mencoba menahan emosi nya.


Kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan kantornya yang baru.


Membawa barang- barang yang ia ambil dari mobil box yang mengangkut barang dari kantor lamanya.


Masih ada beberapa teman dari kantor lama nya yang kini satu divisi dengan nya. Maya teman akrabnya berada di divisi lain. Ruangan nya di seberang ruangan nya. Kepala bagian nya juga bukan lagi bu taty.


“pak bolehkan saya ijin pulang duluan? pekerjaan yang tersisa akan saya selesaikan besok. Saya ada keperluan mendadak pak. Saya mohon”


ucap sisy memohon pada kepala bagian yang baru ia kenal .


Sambil menangkupkan tangan nya di depan dada tanda memohon.


Sang kepala bagian tak menjawab


“sekali ini saja pak plis” ucap sisy semakin memelas.


“ hehm... baiklah. Kali ini saja” akhirnya kepala bagian yang baru yang bernama pak hendri memberikan ijin nya.


“ terima kasih pak”


Kemudian sisy berlalu bergegas keluar dari kantor nya memasuki lift dan turun dari lantai 6 ke loby gedung.


Tepat ketika sisy keluar dari pintu loby terdapat dua mobil mewah beserta bodyguard yang alex kirim untuk menjemput wanita nya itu.


“astaga, kenapa menjemputku dengan banyak pengawal seperti ini?” tanya sisy pada kepala bodyguard yang menjaga nya yang sudah dia kenal.


“maaf nona, ini perintah big bos untuk menjemput paksa anda” ucap kepala pengawal.


Sisy hanya bisa menggeleng -gelengkan kepala kemudian memasuki mobil yang sudah di bukakan pintu nya oleh pengawal.


visual sonya


__ADS_1


__ADS_2