
alek langsung berjalan cepat menuju kamar sisy ketika sampai rumah.
di dalam kamar ada bi nani yang menunggu sisy sedang tertidur, menjaga nona nya.
berjaga- jaga siapa tahu nona nya membutuhkan sesuatu.
serta memberikan kompres untuk membantu menurunkan panas nya.
" tuan...." sapa bi nani pada alex yang baru saja masuk kamar sisy.
alex terlihat panik dan khawatir.
tak ada kata apapun. namun raut muka nya menjelaskan itu.
berjalan mendekati tempat tidur sisy, memegang kening nya mengecek keadaan wanita nya. yang sedang terbaring lemah di tempat tidur memejamkan mata.
"tadi panas nya cukup tinggi, setelah minum obat nona tertidur, syukur panas nya mulai turun"
bi nani menjelaskan keadaan sisy pada tuan nya .
terlihat alex masih terdiam , mengerutkan keningnya, memejamkan mata nya berat kemudian membuka nya kembali. tanpa sepatah kata namun seperti sedang memikirkan sesuatu, menahan beban dan kesedihan dalam hati nya melihat wanita yang terbaring lemah di depan nya, sambil membenarkan selimut yang sedikit melorot.
"bi nani bisa melanjutkan pekerjaan lain, biar aku yang meneruskan nya"
ucap alex pada bi nani yang ada di belakang nya, sambil memegangi kompres, serta mengganti kompres yang ada di kening sisy.
tampak raut wajah alex begitu khawatir.
menaikkan lengan kemeja nya, alex terlihat telaten mengganti kompres setiap 15 menit sekali.
sambil duduk si kursi depan sisy, yang masih terlelap dalam tidur nya.
di tepi ranjang di kursi bekas tempat duduk bi nani sejak tadi.
.
.
hari semakin larut.....
alex merebahkan tubuhnya di samping sisy, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah seharian beraktifitas.
alex pun mulai mengantuk.
mata nya sudah berat setelah seharian berkegiatan.
sambil memeluk dan memegangi kompres yang ada di kening wanita nya itu.
sesekali menempelkan tangan di kening sisy, mengecek panas yang berangsur mulai turun.
tak sadar, alex pun mulai ikut terlelap dalam tidur nya.
.
.
.
keesokan hari nya, sisy terbangun lebih dulu.
merasakan tubuh nya yang sudah enakan dan tampak lebih segar.
siay perlahan membuka mata.
dirinya begitu kaget setelah di dapati tangan nya yang melingkar memeluk perut sixpax alex yang terlihat bertelanjang dada, serta kepala nya yang berada di atas dada bidang alex.
menggunakan nya untuk bantal.
__ADS_1
mengerjapkan matanya, merutuki perbuatan nya.
"astaga, apa yang aku lakukan?" sambil menarik tangan nya pelan.
mencoba bangun, namun sisy masih merasakan pusing di kepala nya.
ketika hendak duduk sempurna, diri nya merintih kesakitan hingga membangunkan alex yang dari tadi masih terlelap tidur.
"kamu sudah bangun?" alex dengan suara serak khas bangun tidur.
menengadahkan pandangan nya ke wajah sisy yang masih belum sempat duduk sempurna, masih di atas dada alex dan setengah duduk.
menyadari wanita nya kesusahan bangun ,kemudian alex membantu sisy untuk duduk.
"mau bangun? sini aku bantu"
kemudian alex menyandarkan kepala sisy ke dada bidang alex dan duduk bersandar di dustboard tempat tidur.
serasa baru pertama kali sisy mendapati alex yang begitu lembut kepada nya itu, membuat sisy merasa sedikit heran dan bingung.
namun nyeri kepala nya membuat dia tidak memikirkan itu lagi.
"kepala ku pusing" ucap sisy sambil memegangi kepala nya.
"atau mau tiduran lagi? aku bantu "
alex begitu sabar mengikuti keinginan wanita nya itu.
alex membantu memijit kening sisy yang masih dengan posisi bersender di dada nya.
"tidak, aku seperti nya sudah tiduran sejak kemarin, punggungku terasa kaku. mau duduk saja"
sisy mencoba menarik tubuhnya dan mencoba duduk sempurna tanpa penyangga.
sisy menatap tajam alex, memicingkan mata seolah bertanya pada nya.
sambil tersenyum alex menjelaskan...
" oh, tadi malam kamu kedinginan, kemudian memelukku . tapi badan kamu panas , sehingga aku kegerahan"
alex merasa puas menjelaskan diri nya yang di peluk sisy.
"masak sih?" sisy tidak ingat apapun. merasa bingung dan tidak percaya pada penjelasan alex.
alex bangun dari tempat tidur dan berdiri.
mengambil kemeja nya yang dia buang ke lantai, kemudian memakainya.
" tidak percaya?" alex begitu senang meledek wanita nya itu.
tok...tok...tok...
suara ketukan pintu kamar.
" masuk..." perintah alex.
di balik pintu sudah ada bi nani yang membawakan semangkuk bubur dan segelas minum serta obat yang di berikan dokter kemarin.
bi nani kemudian menaruh senampan sarapan pagi untuk nona nya itu di nakas sebelah tempat tidur.
"bibi bisa melanjutkan pekerjaan lain, biar aku yang membantu nya"
ucap alex yang terlihat membuka tutup mangkuk bubur ayam.
bi nani yang mendapat perintah hanya menundukkan kepala tanda mengiyakan.
kemudian berjalan keluar kamar.
__ADS_1
alex menyendokkan bubur ayam yang masih panas dan meniupnya lembut.
kemudian menyuapkan ke mulut sisy.
"ha..." memberi aba-aba sisy untuk segera membuka mulut nya.
sisy masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, merasa bingung namun menuruti alex.
membuka mulutnya dan memakan bubur yang di suapkan alex.
' apa yang mendasari dia bersikap jadi selembut ini ?' pikiran sisy sibuk memikirkan sikap alex yang tak pernah dia lihat sebelumnya.
sambil memperhatikan alex yang begitu telaten menyendok dan meniup bubur yang masih panas. menyuapkan sedikit demi sedikit.
hingga bubur tinggal setengah mangkuk.
membuat sisy menjadi kenyang. sisy begitu menikmati perhatian alex.
"sudah, aku sudah kenyang" sisy yang merasa kenyang menghentikan tangan alex yang akan menyuapkan sesendok bubur pada mulutnya lagi.
" ya sudah, sekarang minum obat nya" sambil membuka plastik obat dan mengambil segelas air putih .
membantu memimumkan pada sisy dengan telaten.
sisy pun menuruti nya kembali.
"pintar..." ucap alex sambil mengusap kepala sisy.
merasa senang wanita nya yang biasa membangkang itu begitu manis menuruti perintah.
"aku bantu tidur atau mau sandaran saja?" alex bertanya pada sisy yang masih bengong. memperhatikan setiap gerak alex.
" aku mau ke kamar mandi, kebelet"
ucap sisy kemudian berusaha turun dari ranjang.
saat mau menurunkan kaki nya, alex segera mengangkat nya dan menggendongnya ala bridal style hingga membuat sisy kaget.
"aw..." sisy kaget namun tak ia menolak.
kemudian alex mengantar ke kamar mandi.
mendudukkan nya di atas toilet.
"aku mau buang air kecil, kamu keluar" ucap sisy.
"aku tunggu di sini" alex masih berdiri di depan sisy .
"apa????. tidak, kamu keluar dulu. nanti kalau sudah aku panggil" ucap sisy membujuk.
"hmmmm...." alex menghela nafas.
" baik lah, nanti kalau sudah selesai panggil aku lagi. nanti aku bantu kembali ke kamar"
pinta alex, kemudian keluar dari kamar mandi dan menunggu sisy di depan pintu kamar mandi.
sisy melihat alex keluar kamar mandi.
" perhatian mu seperti ini seolah aku merasa di cintai oleh mu. membuat ku untuk sesaat lupa kalau kau hanya menganggapku sebagai properti mu" gumam sisy.
kemudian menghela nafas.....
.
.
.
__ADS_1
(jangan lupa pencet like nya😉......)