
Sementara Sisy hanya terdiam mengingat, menimbang dan seterusnya sebelum memberikan keputusan akhir.
Alex yang berada di hadapan nya hanya tersenyum senang melihat wanita nya kini ragu pada ide nya sendiri.
“Tanpa bunga saja entah kapan lunas nya, apalagi dengan bunga setinggi itu, Bisa- bisa seumur hidup belum tentu lunas, Tapi.....bodoamat lah dari pada aku terkurung terus di rumah itu, Paling tidak aku bisa bebas dengan pergi bekerja, siapa tahu ada kesempatan untuk melarikan diri”
Gumam Sisy dalam hati,
Mengingat menimbang keputusan apa yang akan dia ambil.
“Hemmmm....” menghela nafas panjang
“baiklah aku menerima nya, membayar hutang dengan bunga 50 persen” ucap Sisy penuh keyakinan seakan ingin meyakinkan diri nya sendiri bahwa keputusan yang dia ambil itu benar.
Alex yang mendengar itu kemudian menghentikan aktifitas makan siang nya
“ Berapa gaji mu perbulan?”
Pertanyaan Alex seolah membuat menciut lagi keberanian Sisy.
“Itu....sebelum keluar, gajiku 4 juta...” jawab Sisy ragu- ragu.
Mendengar ucapan Sisy, seketika Alex tertawa terbahak- bahak bahkan sampai memegangi perutnya.
“Hehehe.....”
Sisy hanya bisa ikut tertawa kaku.
Beberapa detik Alex berusaha menghentikan tawa nya, Memulai serius dengan nada mengancam.
“ Jangan pernah berpikir untuk kabur dari ku. Paham.....!!!”
Sambil memberi tatapan tajam menusuk jantung lawan bicara nya membuat yang di pandang semakin menciut.
Bahkan Sisy yang berpikir punya kesempatan untuk kabur seolah tak punya nyali lagi untuk coba- coba.
“I...iya....”
Mengangguk seolah Sisy terhipnotis untuk mematuhi titah sang big bos.
“Aku akan memberi mu kebebasan bekerja untuk membayar mengembalikan uang yang sudah aku keluarkan untuk mu yang mungkin seumur hidupmu baru akan lunas tapi dengan ketentuan.....”
Alex mulai menjelaskan panjang lebar memandang tajam Sisy memberi jeda,
“ Pertama: kamu keluar dari rumahku hanya untuk bekerja. Selain bekerja harus atas ijinku.
Kedua : jaga jarak dengan pria mana pun, Aku akan selalu mengawasi mu, Kalau kamu dekat- dekat dengan mereka maka aku akan menghabisi pria itu.
Jangan sampai melakukan kesalahan, Kamu akan tahu akibatnya jika itu terjadi”
Membuat mata Sisy membulat merasa ngeri dengan kata- kata Alex.
“Ketiga : pekerjaan mu bukan prioritas utama, tapi aku prioritas utama mu, ingat itu !!!!”
Tatapan Alex semakin tajam, kini sambil mencondongkan wajah nya ke depan memberi peringatan tegas.
Perjanjian di atas bukanlah sebuah perjanjian tertulis, melainkan seperti sebuah peringatan Alex yang harus di patuhi Sisy.
Sisy mendengar semua itu merasa seakan sulit bernafas, susah menelan saliva juga.
Namun hanya diam menerima ketentuan dari alex, Seorang pengusaha setengah mafia itu begitu mengintimidasi.
Di dalam mobil keduanya tampak sibuk dengan dirinya masing – masing.
Sisy hanya diam menatap ke arah luar jendela sedangkan pria di sampingnya masih sibuk dengan telfon genggamnya..
Tampak seorang sopir fokus menyetir serta seorang bodyguard duduk di kursi sebelah sopir.
Seperti seorang pejabat penting, dari belakang mereka di ikuti 3 bodyguard lagi dengan mobil yang berbeda.
__ADS_1
Setelah sampai rumah, Sisy langsung berlalu menuju kamar nya, Mengistirahatkan pikiran nya yang sejak tadi bekerja entah memikirkan apa, Yang jelas semuanya berkecamuk di pikiran nya mengenai kesepakatan tadi.
“ huahhhh.....”
Sambil merebahkan diri di kasur setelah membersihkan diri dan berganti dres pendek sampai lutut .
“ Berapa ya waktu yang aku butuhkan untuk melunasi uang 2 milyar itu” sambil membuka ponsel nya.
berhitung...
Berhitung....
Berhitung.....
“Whattt????.....20 tahun??”
Ya....jika dia membayar dengan angka 4 juta tiap bulan uang 2 milyar itu baru lunas setelah 20 tahun, Itu belum bunga nya yang sebesar 50 persen.
Membuat wanita yang berbaring itu semakin frustasi.
“Hutangku baru lunas ketika nanti usia ku 46 tahun, lalu bagaimana dengan masa depan ku? Apa aku akan menua menjadi tahanan di rumah ini?
Siapa yang berani menikahi ku jika aku masih menjadi pelacur pribadi nya, Ish....pelacur pribadi.....”
Kata- kata yang membuat hati miris dan perih.
“ Apa kah aku harus menyerahkan diriku sekarang saja? Dan setelah itu aku akan bebas?”
Sisy masih bertanya- tanya pada diri nya sendiri.
“Tidak....tidak....aku tidak mau”
Ucap sisy bingung, sambil mengacak- acak rambutnya.
Sementara Alex sejak pulang dari acara makan siang tadi langsung masuk ke ruang kerja nya, karena dari tadi sudah di tunggu Thomas yang ingin melaporkan banyak hal.
Setiap pagi seperti biasa menemani sang big bos sarapan pagi.
“ Kapan aku bisa mulai bekerja”
Tanya Sisy pada pria yang masih sibuk dengan sanwich nya.
“ Setelah nanti aku menyelesaikan beberapa hal”
Sisy tampak mengkerutkan alisnya, Merasa tak paham dengan ucapan Alex itu.
“ Hoam....kenapa ngantuk sekali ya? Padahal baru bangun”
Gumam Sisy pelan namun masih terdengar Alex.
Alex yang mendengar itu hanya tertawa kecil kemudian fokus lagi sarapan.
Selesai sarapan, Sisy langsung berjalan menuju kamarnya.
Kepala nya semakin berat merasakan ngantuk yang begitu besar.
Bahkan meninggalkan Alex yang masih duduk di meja makan.
Tak lama kemudian, Alex mengikuti Sisy masuk ke kamar Sisy di ikuti Thomas serta seseorang yang datang bersama Thomas tadi pagi.
Seorang dokter bedah plastik yang akan menanamkan sebuah chip mini di tubuh wanita yang kini ada di hadapan Alex.
Ya, Sisy dari tadi tampak mengantuk bukan tanpa alasan , Di dalam makanan nya sudah di campur dengan obat tidur.
“ Lakukan dengan hati- hati, Aku tidak ingin tindakan mu meninggalkan bekas di kulitnya”
Titah Alex pada seorang dokter yang sudah mulai menyingkap rambut Sisy memberikan desinfektan pada area bawah tengkuk leher, kemudian menyuntikkan sedikit obat bius lalu memberikan sedikit sayatan.
Hanya selebar 1 sentimeter, Sangat halus dan kecil.
__ADS_1
Kemudian memasukkan sebuah chip yang sangat kecil ke dalam tubuh gadis itu.
Mendengar perintah Alex, dokter itu hanya mengangguk .
Alex seperti tidak ingin mengambil resiko kehilangan wanita yang di beli dengan harga yang begitu mahal itu, hingga dia menanamkan sebuah chip pelacak agar wanita itu selalu dalam pantauan nya, tahu dimanapun wanita nya berada.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Hanya sekitar setengah jam saja semuanya sudah selesai.
Tampak dokter tadi sudah memberikan plester tipis menutupi bekas sayatan yang dia berikan tadi.
Thomas beserta dokter bedah plastik tadi sudah keluar dari kamar.
Kini hanya ada Alex yang duduk bersandar di sandaran tempat tudur di samping Sisy yang masih terbaring , Sambil fokus ke ponsel nya.
“ hoam..... “
Sisy mulai terbangun dan mulai membuka mata nya.
Melihat pria yang menjadi tuan nya itu langsung kaget dan memundurkan diri.
“Ke...kenapa kamu ada di sini?”
Takut pria yang ada di depan nya itu melakukan hal yang tidak- tidak selama tidur.
Alex hanya diam tidak menjawab pertanyaan Sisy.
Alex kemudian menaruh ponselnya, mulai mendekat kan wajah nya ke arah Sisy.
Sisy yang mulai ketakutan menggeser tubuhnya berusaha menjauhi Alex sampai ke ujung tempat tidur.
Ketika hampir beranjak bangun, Alex menarik tangan Sisy dan memeluknya dengan erat.
Kini, Sisy merasakan lehernya terasa geli, perlahan- lahan Alex mulai menggerakkan bibir nya, menjelajahi setiap tempat mengecup serta menyesap setiap area di leher sisy, Hingga meninggalkan tanda kepemilikan berwarna merah.
“Arkhhhh....Alex jangan lakukan ini”
Sisy tampak mulai mendesah sambil meronta.
Tapi Alex terus melakukan kegiatan nya, banyak meninggalkan warna merah .
Menyelusuri leher wanita itu dari arah depan dada bagian atas hingga menuju ceruk leher bagian belakang.
Sisy yang semakin tak tahan dengan aksi Alex mencoba menggigit bibirnya menahan agar dia tidak mengeluarkan suara *******.
“ Aduwhhh....”
tiba- tiba Sisy menjerit keras merasakan kesakitan.
Alex sengaja menggigit serta menekan ceruk leher bagian belakang Sisy di mana ada luka bekas sayatan tadi.
“ maaf aku menggigit lehermu sampai berdarah” bisik alex sambil masih memeluk Sisy.
Kemudian terdengar Alex membuka nakas samping tempat tidur.
Alex berpura- pura memasang plester.
Alex sebenarnya tidak menggigit leher belakang Sisy sampai berdarah, Hanya sedikit berbohong kepada wanita itu agar tidak heran jika nanti dia menemukan luka bekas pemasangan chip tadi.
“Aku sudah memasang plester di bekas gigitan ku”
Kemudian melepaskan pelukan dan tersenyum.
“Aku suka mendengarkan ******* mu”
ucap alex menggoda, sambil mengedipkan sebelah mata dan kemudian berlalu meninggalkan kamar Sisy.
“ Ihh....apakah dia itu drakula”
Sisy masih sebal dengan perbuatan Alex sambil menuju kaca melihat sekujur lehernya yang di penuhi warna merah bekas kecupan bibir Alex.
__ADS_1