
Setelah kepergian alex.....
Kring.....kring....
ponsel sisy berbunyi, tampak panggilan dari maya.
“hai siy....”
“iya may.... bagaimana? Semoga kabar baik”
“ iya aku sudah tanya pada bu taty, beliau nya bilang boleh”
“ yang bener may? ... ah.... aku senang sekali. Thanks may bantuan nya”
“ sama-sama sy...”
“ohh ya besok kamu bisa menemui bu taty di kantor jam 8 pagi”
“ besok may? “
“ iya siy...kenapa?”
“tidak...ohh ya sekali lagi terimakasih ya”
“sama-sama siy .bye...”
“bye”
Kemudian sambungan telfon terputus.
Di lain pihak, sisy merasa senang , namun dia meragukan apakah alex akan mengijinkannya atau tidak.
“aku coba tanya alex sekarang aja kali ya.."
Kring....kring....
Di ruang rapat alex....
ponsel alex berbunyi, menghentikan sejenak acara presentasi dari direktur perencanaan di ruang rapat alex.
“ matikan kalau tidak penting” perintah alex pada thomas yang sedang membawa handphone nya.
“Aku tidak yakin ini penting” sambil mengernyitkan alis. Kemudian mematikan panggilan dari sisy.
Kring....kring....
Telfon alex berbunyi lagi, membuat suasana rapat kembali terhenti.
“siapa ?” tanya alex pada thomas.
Kemudian thomas memperlihatkan layar handphone pada si pemiliknya.
“ kenapa tidak bilang dari tadi?” kemudian alex langsung menyambar ponselnya mengangkat telfon dari sisy sambil tersenyum tersipu malu.
Membuat seluruh peserta rapat menerka-nerka siapa gerangan yang menelfon bos nya hingga membuat si bos tersenyum tidak jelas.
Kemudian alex memutar kursi kebesarannya membelakangi para peserta rapat.
“hallo” suara di seberang sana.
“ya ada apa”
“tidak , hanya menanyakan kapan pulang?”
Membuat wajah si bos semakin tak terkondisikan , memerah malu- malu kucing kegirangan.
“ehm....”alex mencoba menetralisir perasaan nya yang seperti berubah jadi taman bunga. Penuh dengan bunga- bunga tak kasat mata.
“kenapa?” melanjutkan perbincangan nya.
“ada yang ingin aku bicarakan pada mu”
“mengenai apa?”
“kapan aku di ijinkan keluar dari rumah, emm maksudnya bekerja kembali”
wajah alex seketika berubah jadi masam.
“lupakan kalo kamu menelepon hanya untuk menanyakan ini”
__ADS_1
Tut....tut...tut...
Sambungan terputus....
berhenti sejenak , kemudian langsung membalikkan kursi nya . Memasang wajah tak enak di pandang.
Suara alex yang menggelegar ketika percakapan terakhir d3ngan sisy membuat seisi ruangan langsung mengkerutkan lehernya ketakutan. Seluruh peserta rapat merasa heran, baru saja wajah bos nya berbunga- bunga kini berubah seperti serigala yang ingin memakan mangsa nya.
“lanjutkan.....” memberi perintah untuk melanjutkan rapat.
Sepanjang rapat suasana begitu tegang, sang bos kini dalam kondisi marah tingkat dewa.
Apalah daya sang direktur perencanaan yang kini menjadi sasaran kemarahan sang big bos. Sepanjang presentasi penuh dengan omelan sang big bos.
Di kamar sisy juga tak kalah jengkel dengan reaksi alex yang tidak bersahabat.
“apa-apaan dia, aku tanya malah reaksinya marah- marah. Padahal dia sudah bilang sendiri kalau akan di bolehkan bekerja “
gumam sisy di dalam kamar sambil memukul bantal yang di pegang nya.
“astaga, aku bahkan tidak punya baju kantor kalau saja besok harus menemui bu taty”
sambil menepok jidat.
Sisy menuruni tangga, menuju pintu utama kemudian membuka pintu.
“ maaf nona anda tidak di ijinkan untuk keluar dari dalam rumah” seorang bodyguard rampak siaga di depan pintu ketika sisy membuka pintu dari dalam.
“aku hanya ingin jalan-jalan ke taman belakang rumah, aku ingin mencari udara segar” kilah sisy.
“maaf nona, saya hanya menjalankan perintah” balas bodyguard bertubuh kekar itu.
Membuat sisy tambah kesal.
“astaga, untuk jalan- jalan di belakang rumah saja tidak boleh. Sial....”
teriak sisy sambil membanting menutup pintu utama rumah itu.
Kemudian berlalu menaiki tangga menuju kamarnya kembali.
Sedangkan di ruang kerja , alex tampak tak fokus bekerja, berulang kali dia menghela nafas panjang, mengkerutkan alisnya, memejamkan mata , sesekali bersandar kemudian bangkit lagi melihat ke arah layar laptopnya mengecek beberapa file yang berbentuk grafik.
“bos....anda baik- baik saja?” tanya thomas.
“seperti nya tidak” sambil memejamkan mata nya kemudian kembali bersandar ke sandaran kursi kerja nya.
“saya melihat anda tampak gelisah?” menelisik ke arah wajah bos nya mencari jawaban.
“ iya kau benar,...” alex malas.
“ hehhm....... aku ingin bersenang-senang malam ini, carikan aku wanita lagi, sherly begitu membosankan”
Alex menghela nafas panjang kemudian memberi titah pada thomas.
“anda mempunyai permintaan khusus?”tanya thomas.
“ Tidak carikan saja yang terbaik” ucap alex.
Kemudian membuka kembali dokumen yang ada di meja nya.
“sonya datang dari amerika, ingin melapor pada anda” Ucap thomas.
Alex tampak mengkerutkan dahinya, kemudian menyandarkan tubuhnya dan tersenyum tipis.
“boleh.....suruh dia siap-siap” memberi perintah pada asisten nya.
Tampak thomas menundukkan kepala sebagai tanda hormat kemudian keluar menuju ruang kaca depan ruangan alex.
Hari sudah menjelang malam.
Di kamar, sisy tampak gelisah mondar mandir menunggu alex pulang.
“sudah jam 8 malam belum pulang juga?”
gumam nya bertanya -tanya pada diri nya sendiri.
Bolak balik melihat ke arah luar jendela.
Tepat jam 8 lebih 30 menit tampak mobil alex datang.
__ADS_1
Sisy yang melihat itu langsung berlari menemui alex.
Sisy tampak berlari menuruni tangga, di depan tangga bawah berpapasan dengan alex.
“akhirnya kamu pulang juga” sambil terengah- setelah berlari menuruni tangga.
“aku mau minta ijin, besok aku ingin kekantor ku yang dulu”
Namun rupanya alex tak menggubris sama sekali.
Alex terus berjalan tak memperhatikan keberadaan sisy.
“bagaimana? Kamu ijinin kan?”
Sisy yang melihatnya tampak geram.
“maksudnya apa sih di ajak ngomong malah gak di respon. Dasar...gak ada akhlak”
Gumam sisy melihat alex yang terus berjalan menuju kamarnya.
Buru- buru sisy mengejar mengikuti alex.
“bagaimana? kamu ijinin gak?"
Seraya sisy sambil mengikuti alex yang sedang membuka pintu kamarnya dan masih diam seribu bahasa.
“alex, kamu kan sudah janji bakal mengijinkan aku bekerja untuk bayar hutangku?” sisy dengan nada sehalus mungkin agar alex tidak marah ataupun emosi.
Kini alex sibuk melepas dasi dan juga sepatu nya.
“alex....” teriak sisy mulai semakin geram.
“berani teriak kepada ku?”
Akhirnya alex membuka suaranya, sambil mengacungkan tangan nya tanda tak terima atas perlakuan sisy.
“bukan begitu, kamu di ajak ngomong dari tadi Cuma diam” sambil menundukkan kepala nya dan melirik ke arah alex.
“bagaimanan ??? Besok aku mau ke kantor ku yang dulu” sisy meneruskan pertanyaan nya.
“tidak boleh” ucap alex singkat sambil berjalan ke arah lemari mengambil kimono mandi.
“tuh...kan kamu gak konsisten, kata nya mengijinkan aku buat kerja, buat bayar hutang ke kamu juga...” sisy mulai tidak bisa menahan emosinya.
“ banyak mau nya ya kamu, lalu apa yang sudah kamu lakukan untuk membalas jasa- jasa ku ,ha???”
tanya alex dengan meninggikan suaranya.
“kamu maunya apa? “ suara lirih sisy sambil melirik ke arah orang di depan nya yang wajahnya tampak merah padam menahan emosi.
Kemudian alex mulai mendekat ke arah sisy sambil diam tak ada balasan atas pertanyaan sisy.
“ma...mau apa kamu” pertanyaan sisy mulai khawatir melihat alex yang semakin mendekat.
Semakin mendekat hingga sisy terpojok di dinding.
Alex mulai mengunci sisy dengan kedua tangan nya.
“alex.....” suara lirih sisy memelas.
Alex kini mulai mendekatkan wajah nya ke arah sisy.
kemudian menyentuh bibir wanita nya dengan bibirnya.
Mulai mengecupnya dengan lembut. Sisy tampak mulai memejamkan mata nya. Tidak ada pemberontakan.
Alex masih memberikan sentuhan- halus pada bibir sisy . Mel**atnya, menyesapnya.
Sisy mulai memberikan balasan. Merespon setiap gerakan bibir alex.
Membuat alex tersenyum kecil sambil melakukan aktifitasnya dengan penuh rasa bahagia.
Semakin lama ciuman mereka semakin dalam .
Kini tangan alex mulai menuju ke arah bagian dada sisy.
Meraba serta meremas dua buah dada wanitanya itu secara bergantian tanpa di sadari sang pemiliknya.
tangan alex semakin nakal memasuki baju sisy dan mencoba membuka baju sisy sambil terus mel***t bibir yang sudah menjadi candu nya itu.
__ADS_1