
" hahahaha, kau ini mendekati wanita tapi tidak tahu sudah punya pacar atau belum"
pak bharata malah menertawakan anak nya.
"papi kasih tahu, wanita itu punya hubungan khusus dengan salah satu rekan kerja papi, juga pemilik saham di perusahaan kita, nama nya pak alex morris"
"masak sih pi? dia sederhana begitu?"
juna masih tidak percaya dengan apa yang di ucap kan papi nya.
"pak alex itu orang nya sangat arrogant, sebaik nya kamu jauhi apa yang ada hubungan nya dengan dia, papi tidak mau kamu kenapa- kenapa dan berurusan dengan nya" ucap pak bharata memberi nasehat.
"sudah tahu orang itu arrogant, kenapa papi menjalin kerja sama dengan nya?"
juna seperti nya masih tak rela jika harus menjauhi sisy. belum juga di mulai, papi nya sudah melarang nya.
"kalau soal urusan bisnis ya beda, apapun yang menguntungkan kenapa tidak? pak alex orang yang sangat profesional kalau soal urusan bisnis"
pak bharata malah jadi membicarakan hal pribadi.
" kenapa malah bahas hal lain, sudah, kamu memang masih perlu banyak belajar soal bisnis dengan papi, jangan bahas hal pribadi, papi mau tanya program yang akan di luncur kan" lanjut pak bharata.
"kan papi yang mulai juga"
juna yang tadi nya masih berdiri, kini berjalan ke kursi di depan papi nya.
mulai menerangkan dan membahas soal pekerjaan .
sedangkan juna, masih memikirkan kata- kata papi nya soal sisy.
masih belum percaya, kalau punya hubungan dengan rekan kerja papi nya pasti orang itu kaya raya dong ya, tapi di lihat dari penampilan nya, sisy orang nya sederhana sekali.
juna berpikir, nanti akan menanyakan saja sendiri.
namun, kalaupun ada hubungan, juna pikir yang penting janur kuning belum melengkung itu arti nya sisy masih milik semua orang.
.
.
di ruang kerja, mira terlihat jutek dan masam. yah lagi- lagi cemburu buta nya kambuh lagi.
padahal yang kemarin sudah lupa, gara- gara melihat sisy bercengkerama dengan juna di depan lift tadi di lantai dasar waktu datang pagi.
ternyata bukan cuma pak bharata yang melihat sisy dan juna di depan lift tadi.
ya, karena mira tadi datang lebih lambat.
__ADS_1
awal nya mau ikut bergabung bareng satu lift dengan sisy juga juna, tapi di lihat dari jauh juna dan sisy saling melempar senyum, terlihat begitu mesra, saling bercanda. jadi mira mengurungkan niat nya.
hal itu membuat mira cemberut dan marah pada sisy lagi setelah kemarin harus nya sudah lupa.
"oh... jadi sekarang sudah mulai mau go publik nih sama pak juna?"
mira berdiri di depan sisy dan sengaja mengucapkan kata- kata untuk menyindir sisy.
hati mira merasa cemburu, dan juga merasa sisy menghianati nya.
sejak awal mira sudah mengatakan pada sisy kalau diri nya naksir pada atasan nya itu, namun malah yang terlihat dekat dengan juna adalah sisy.
mira merasa di tikung dari belakang oleh sahabat nya itu.
membuat mira mengibarkan bendera permusuhan .
sedangkan sisy yang di sindir, juga merasa tak terima.
" kamu ngomong apa sih mir?go publik go publik apa?"
sejenak sisy menghentikan kegiatan jemari nya yang lentik di atas keyboard komputer.
" masih mau ngelak kalau tidak mau nikung dari belakang? padahal di depan lift tadi terlihat begitu mesra"
mira terus mengintimidasi, terus mengeluarkan kata- kata sarkas di depan sisy namun seperti tak sudi menatap sahabat nya itu.
gumam sisy sambil mengingat apa yang terjadi di depan lift tadi pagi.
"di depan lift memang aku dan pak juna ngapain? aku tidak berbuat apa- apa"
sisy mendongakkan wajah nya, menatap mira, bertanya.
" iya deh yang saling lempar senyum, serasa dunia milik berdua"
mira to the point bagian adegan mana yang di katakan mesra.
tahu yang di maksud mira, sisy langsung nyengir sendiri.
" ohhh jadi sekarang senyum- senyum sendiri? sudah ingat?"
"astaga mira"
sisy merasa heran pada teman nya yang terlalu kelewat batas rasa cemburu pada diri nya.
sisy berdiri, kehabisan kesabaran pada sahabat nya itu, di tuduh yang tidak- tidak membuat nya emosi, meradang dengan praduga berlebihan oleh mira.
"masak iya kalau aku di ajak bicara, di sapa dengan sopan, senyum aku malah memasang wajah judes? jangan mengada- ada deh kamu. jangan buat gosip juga"
__ADS_1
"itu bukan apa- apa mira"
tambah sisy dengan raut wajah yang semakin jengkel.
bukan pacar juga, baru naksir cemburu nya sudah over dosis.
"okey kamu nya bilang bukan apa- apa, tapi kalau bagi pak juna itu apa- apa bagaimana? kalau pak juna punya rasa sama kamu, kamu senang?" mira pun semakin berapi- api.
"kalau pak juna yang naksir sama aku, kenapa aku yang kamu salahkan?"
sisy ikut tersulut emosi. tak ingin membaut mira semakin menyalahkan nya.
"ohhh jadi kamu sombong, mentang- mentang pak juna naksir kamu?"
kata- kata mira semakin tak di mengerti , sisy tak ingin perdebatan nya dengan sahabat nya semakin memanas.
" ah, sudah lah mir, terserah kamu saja"
sisy berusaha mengakhiri perdebatan. kembali duduk di kursi kerja nya menatap kembali pada layar komputer, berusaha fokus.
namun rupa nya mira belum ingin menghentikan perdebatan dalam memperebutkan juna.
" dasar teman tak setia, sudah tahu teman nya naksir itu laki, namun masih saja di dekati"
kata- kata mira semakin pedas seperti cabe rawit saja.
"mir kamu kan tahu kalau aku sudah punya pacar"
sisy tak ingin kesalahpahaman mereka berlanjut, sisy mengingatkan kejadian di amerika.
sejenak mira terdiam, dan berpikir.
iya juga ya, bukan nya pacar sisy yang menolong nya waktu itu, pasti pacar nya juga kaya raya sampai bisa ke amerika segala.
meskipun mira hanya melihat sekelebat, namun mira melihat nya sendiri bagaimana seorang pria berusaha melepaskan tali pengikat yang ada di tangan sisy, serta menggendong ala bridal style ketika sisy terkena sebuah pukulan di kepala hingga mengakibatkan sisy pingsan.
setelah itu di bawa pergi entah kemana namun nyata nya sisy kembali dalam keadaan baik- baik saja.
" masih cemburu pada ku? aku bukan tipe wanita yang suka selingkuh dari pacar ku"
seolah sisy benar- benar mempunyai seorang pacar.
alex memang menganggap diri nya sebagai wanita nya, namun apa itu termasuk pacar?
seorang alex bagi sisy adalah pria yang tak punya cinta, menjalin hubungan dengan berbagai macam wanita hanya berdasarkan kesenangan semata, tanpa ada nya rasa cinta.
yang setelah bosan tentu akan di buang dan mencari yang baru lagi.
__ADS_1