Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
61. Jangan Ingkar Janji


__ADS_3

"jangan mimpi" ucap sisy menjawab dengan raut wajah sewot, tak ingin masuk ke dalam bujuk rayu sesat .


mendapat ucapan sinis sisy, alex malah mengulum senyum,


"ahhh...aku tidak pernah terpikir kan setia pada satu wanita" .


[kenapa dia tiba- tiba bicara seperti itu?]


sisy yang mendengar alex berbicara seperti itu hanya memutar bola mata. tidak mengerti apa yang alex maksud.


pria itu rasa nya sedang memikirkan sesuatu.


apakah memang alex ada niatan untuk menikahi wanita yang sedang duduk di depan nya?


setelah alex berucap seperti itu,


pria itu malah memejamkan mata di sandaran sofa . menyandarkan rubuhnya di sandaran sofa. diam tak berbicara lagi. juga tak meneruskan makan siang nya. menghentikan begitu saja, mmeskipun makanan yang ada di dalam piring nya belum habis.


di campakkan begitu saja, dengan sendok garpu yang masih berserakan di piring bekas makan nya.


hanya sisy yang masih melanjutkan makan siang. menghabiskan beberapa menu makanan di meja, di depan nya.


perut nya memang sudah sangat lapar, apalagi pagi tadi hanya sarapan sedikit.


flashback tadi pagi....


sebelum berangkat ke bandara, karena diri nya yang bangun kesiangan. sedangkan alex sudah berisik menyuruh asisten rumah tangga nya menyusul sisy untuk segera sarapan, namun belum juga selesai sarapan yang di cerna sisy, pria itu kembali berisik, bilang penerbangan tinggal setengah jam lagi.


sontak membuat sisy yang baru makan dua suap nasi pun harus di hentikan seketika. meskipun perutnya meronta ingin di isi lebih banyak lagi.


kembali di pesawat.....


[tidur atau ngapain sih itu orang?]


tak ingin mengganggu.


bagi sisy, pria di depan nya itu mau ngapain juga terserah, yang penting tidak merugikan diri nya.


beberapa saat ,,,


makanan yang ada di depan sisy sudah habis tak tersisa, hanya sisa makanan yang ada di piring alex yang tersisa, tak di habiskan.

__ADS_1


"sudah selesai makan nya?"


"lapar?"


alex membuka mata nya kembali, menegakkan duduk nya, tersenyum meledek.


sisy yang merasa di ledek hanya mencebikkan bibir, tak peduli mau di ledek seperti apa juga yang penting perutnya yang kosong terisi dan kenyang.


alex kemudian memanggil pramugari, meminta tolong untuk mengambil peralatan makan yang ada di depan nya.


"perjalanan masih jauh, ayo istirahat di dalam saja" ajak alex pada sisy.


"eh..."


[kalau mau istirahat di dalam , kenapa tidak sendiri saja?, ahhh pasti mau macam- macam lagi. lelah aku harus ribut dengan nya lagi]


alex dengan santai berdiri dari duduk nya, menarik tangan sisy untuk mengikuti nya ke dalam sebuah kamar pribadi yang yang ada di pesawat, lengkap dengan ranjang yang lumayan luas, serta kamar mandi dalam layaknya sebuah kamar di rumah alex.


sementara alex dan sisy membuat kegaduhan, thomas sang kepercayaan bos terlihat menutup telinga nya dengan earphone, memejamkan mata nya, dan berbaring di kursi yang sudah di jadikan kasur untuk rebahan.


dan para pramugari cantik tadi sedang sibuk merapikan meja sisa makan siang alex dan sisy.


tampak pramugari yang mengedipkan mata pada alex tadi terlihat kecewa, melihat alex tidak menarik tangan nya ke kamar pribadi , malah menarik wanita lain.


namun alex tak melepaskan genggaman tangan itu.


alex hanya menoleh sekilas pada sisy, kemudian menariknya kembali.


masuk ke dalam kamar, serta mengunci pintu nya.


sisy yang melihat tindakan alex mengunci pintu , wajahnya hanya bisa meremang.


[apa yang mau di lakukan nya, sampai mengunci pintu segala]


namun tak lama alex mendudukkan wanita nya itu di ranjang .


setelah itu, alex ikut duduk di samping sisy.


mulai mendekatkan wajah nya, mendorong perlahan wanita nya ke atas ranjang.


sedangkan sisy , melihat wajah alex yang semakin mendekat ke wajah nya, berusaha memundurkan tubuh nya. namun yang ada diri nya malah semakin berbaring pada ranjang yang mereka tempati sekarang.

__ADS_1


"a...alex, kamu sudah janji bukan, tidak akan melakukan nya, kamu bilang akan menungguku untuk datang pada mu sendiri, menyerahkan semua nya" sisy terlihat gugup.


[kenapa dia mendekati nya hati-hati? bukan nya biasanya langsung terkam saja? haduwh,,,, ternyata kalau hati- hati seperti ini jadi malah tambah deg- deg an. astaga, kenapa aku berpikiran seperti itu . mau main halus atau langsung terkam aku tidak mau....tidak mau...tidak mauuuuu....]


jiwa sisy malah berdebat sendiri, di akhiri dengan ingin menjerit , namun masih sebatas hanya dalam hati.


mendengar suara sisy yang menagih komitmen yang di ucap kan sebelum nya, alex seakan tak peduli. juga serasa menulikan telinga nya.


"a...alex, jangan ingkar janji. seorang pria itu yang di pegang omongan nya" sisy berusaha memberanikan diri. mengingatkan apa yang pernah terucap oleh mulut alex, menagih komitmen alex.


mendengar sisy yang terus bicara, alex malah tersenyum mendengar nya. malah muncul ide gila dalam otak nya.


[wanita ini, kalau harus menunggu datang sendiri dan menyerahkan diri, aku rasa sampai milikku kisut juga tidak datang]


alex malah ikut meracau dalam hati nya sendiri.


"siapa bilang pria yang di pegang omongan nya, pria itu yang di pegang ini" dengan cepat menarik dan mengarahkan tangan sisy menuju senjata nya.


membuat sisy yang merasakan tangan nya memegang gundukan tunggal besar, yang ada di bawah tubuh, di antara dua paha pria yang mengkungkung nya itu, langsung reflex menjerit dan menarik tangan nya segera.


"ahhhhhhh...."


masih syok dengan apa yang barusan di pegang , sisy berusaha mengibas- ngibaskan tangan nya, dengan menutup mata, mencoba menghilangkan memori nya tentang apa yang barusan di pegang oleh tangan nya.


sedangkan alex yang melihat reaksi sisy, malah tertawa terbahak- bahak.


setelah sempat sebelum nya diri nya menegang, menahan sensasi sentuhan tangan sisy, meskipun hanya sekejap. namun cukup membuat alex gelagapan sendiri karena perbuatan nya sendiri.


sampai akhirnya senjata nya bisa kembali tenang.


"hahaha..."


"bukan kah sebelum nya kamu sudah pernah memegangnya? kenapa kaget?"


mendengar ucapan alex, sisy merasa tak terima, mata nya seolah bertanya kapan. sisy melupakan tindakan yang pernah di lakukan nya.


"waktu di latihan renang" alex mengingatkan kembali aib sisy yang kala itu tak sengaja memegang senjata nya.


sisy yang sudah mengingat kapan diri nya pernah berbuat khilaf sebelumnya, hanya bisa pasrah menerima ejekan alex. tak bisa mendebat pria itu. karena memang kenyataan nya seperti itu.


"kamu harus nya membiasakan diri memegang nya, sebelum merasakan nya. biar tidak kaget" ucapan alex membuat sisy membelalakkan mata nya , membulat penuh.

__ADS_1


"astaga....mes-ummmmmm" sisy berteriak pada alex keras, tiba- tiba saja diri nya melupakan ketakutan nya, memukul tubuh alex yang awalnya mengkungkung tubuhnya.


yang ada sekarang, alex malah seperti seorang pencuri yang tertangkap warga.


__ADS_2