
pagi hari, sisy terbangun karena rasa mual yang di rasakan nya,
"hoek..."
sisy menutup mulut nya, dan segera berlari ke arah kamar mandi,
nafasnya terengah- engah setelah mengeluarkan isi perut nya di wastafel kamar mandi.
mata nya mengedarkan pandangan, memperhatikan desain kamar mandi.
ya, desain kamar mandi di kamar alex memang lebih luas dan besar, begitu pun dengan luasnya kamar.
kamar utama memang selalu lebih dari yang lain nya.
sisy kembali ke kamar dengan tubuh gontai, alex sudah bangun tapi masih duduk si atas ranjang,
"kamu tidak apa- apa?"
tanya alex pada sisy yang baru saja kembali dari akamr mansi, dan dusuk di tepi ranjang, hendak merebahkan tubuh nya yang lemas.
alex kemudian meraih tubuh wanita nya itu, membantu untuk menidurkan danembenarkan posisi.
alex hanya bisa memandangi wajah pucat sang istri, menatapnya nanar, merasa kasihan pada wanita nya.
alex kemudian memberikan kecupan di kening sisy, mencoba menyalurkan kekuatan, memberikan semangat untuk terus berjuang dalam kehamilan anak nya.
"apakah seberat itu mengandung anak ku"
gumam alex pelan, namun masih terdengar oleh sisy.
sisy yang mendengarkan nya, membuka mata sejenak, memelototi alex, hingga alex kerkesiap, kaget, dan kemudian menutup mata nya lagi, rasa kantuk nya belum hilang.
"apa perlu ke dokter?" tanya alex lagi.
"tidak perlu"
jawab sisy cepat sambil masih memejamkan mata.
mendapat penolakan sang istri, alex mencoba menuruti nya, kemudian memeluk erat tubuh lemas sang sisy, tidak ada penolakan dari sisy, tubuh nya terlalu lemah untuk meronta.
hari semakin siang, matahati pun sudah meninggi.
sisy mendapati tubuh nya dalam pelukan alex, begitu pun tangan nya yang juga posisi memeluk alex.
hoek...
lagi- lagi sisy merasakan mual yang teramat, meskipun kali ini tidak sampai muntah.
__ADS_1
sisy mendorong tubuh alex, ingin menjauhkan tubuh suami nya itu, agar tak terjangkau indera penciuman.
entah mengapa, rasa nya sisy tak suka dengan bau tubuh sang suami, padahal tubuh alex juga sebenarnya wangi, dengan bau khas parfum mahal tentu nya.
"kenapa?"
tanya alex yang terbangun karena mendapat dorongan dari sisy.
"jangan dekat- dekat dengan ku, menjauhlah dari ku"
ucap sisy menutup hidung dengan jari kanan nya.
"ish, masih marah? harus bagaimana lagi aku minta maaf? okey aku ngaku salah, please sayang jangan marah lagi"
alex memohon, meminta pengampunan istri.
alex sudah frustasi dengan kemarahan sisy, rambutnya di acak- acak dengan tangan.
"aku mohon sayang, maafkan aku, aku janji aku tidak akan tergoda lagi oleh tangan nakal wanita manapun"
alex terus memohon dan mendekati sisy, menangkup tangan di depan dada, dan memegang tangan sang istri.
sisy benar- benar membuat seorang alex morris harus memohon dan merengek seperti itu,
kalau orang lain melihat sudah pasti akan di tertawakan.
tak pernah sebelum nya , alex seperti itu.
sisy terus mengibas- ngibaskan tangan nya agar terlepas dari genggaman tangan alex.
bukan hanya karena masih marah, tapi dekat- dekat dengan alex membuat sisy merasa semakin mual.
rupa nya hormon kehamilan membuat sisy semakin tak mau di dekati alex.
.
.
hari- hari berlalu seperti itu, sisy terus menolak keberadaan alex ketika mau mendekati.
baru juga mau mendekat, rasa mual muntah sudah menyerang sisy, hingga membuat alex tak tega jika harus terus memaksa mendekati istri nya.
dengan alasan yang sama, bilang jika ada alex, sisy rasa nya ingin mual muntah terus.
'emang aku ini bau sampah apa?' gerutu alex .
alex sampai menghubungi dokter kandungan sang istri untuk menceritakan keadaan sang istri yang semakin mual muntah, terutama saat di dekat nya.
__ADS_1
dengan telaten dokter greta menjelaskan bahwa ada hal serupa yang juga terjadi pada ibu hamil lain nya, ketika sang wanita hamil ada yang merasa semakin mual muntah jika berdekatan dengan suami, dan itu akan berangsur berkurang setelah sudah melewati trimester pertama.
"shittt"
alex memaki diri nya sendiri setelah menutup panggilan pada dokter greta.
"tidak masuk akal, bagaimana bisa anak ku sendiri yang ada di dalam perut menolak keberadaan daddy nya sendiri? bahkan langsung muntah ketika mencium bau daddy nya? itu tidak masuk akal, dokter itu pasti mengada- ada"
alex terus marah- marah sendiri di ruangan kantor nya, tidak mudah percaya pada perkataan sang dokter.
"thomas, carikan dokter kandungan lain nya, aku mau berkonsultasi via phone"
perintah alex pada thomas yang hanya bisa melihat bos nya itu marah- marah setiap hari semenjak kepulangan nya dari amerika.
dengan sigap thomas menjalankan perintah dan segera memberikan nomor salah satu dokter terbaik di kota ini, dokter kandungan laki- laki, hanya untuk meminta penjelasan tentang kehamilan sang istri serta perubahan- perubahan semenjak hamil yang tidak masuk akal.
dan....
jawaban dokter itu sama dengan jawaban dokter greta, dokter kandungan istri nya.
namun tetap saja alex tidak mau menerima penjelasan yang menurut nya tidak masuk akal itu.
"shittt, **** you"
alex terus memaki- maki mengeluarkan sampah serapah nya , emosi pada diri nya sudah tidak bisa di bendung lagi, kesabaran nya seakan sudah habis ingin di keluarkan semua amarah nya saat itu juga.
hanya itu yang bisa di lakukan, apalagi kalau di rumah diri nya yang selalu menjadi sasaran kemarahan sisy.
alex sampai mengacak kasar rambut nya berulang kali, penampilan nya sudah seperti orang depresi saja, membuat bawahan nya tak mau mendekat, walau hanya untuk mengantarkan laporan.
"pak thomas, ini laporan keuangan bulan lalu, saya serahkan pak thomas saja"
ucap direktur keuangan ketika hendak melaporkan keuangan perusahaan, kemudian segera lari terbirit- birit, tak mau terlihat oleh pimpinan tertinggi nya itu.
padahal hasil laporan keuangan perusahaan bagus, tapi tetap saja tak berani mendekat ketika sang big bos dalam keadaan mood yang buruk.
"bos, seperti nya anda stres berat, apa perlu saya buatkan janji dengan psikolog?"
tawar thomas yang melihat dandanan bos nya yang biasa rapi jadi compang- camping seperti karyawan habis di PHK, dasi nya sudah melenceng kesana kemari, rambut nya berantakan karena berulang kali tangan nya menggaruk dan mengusap kepala nya kasar.
"aku hampir gila thomas, dia sama sekali tidak mau aku dekati, aku sudah lama tidak melakukan bercinta, boro- boro dapat jatah sehari tiga kali seperti dulu, dari pulang dari luar negeri sampai sekarang pun aku belum dapat jatah sama sekali"
alex menceritakan penderitaan nya pada orang kepercayaan nya itu dengan sangat frustasi.
' belum juga marah- marahnya setiap hari, aku selalu menjadi sasaran kemarahan nya tiap hari'
namun tak di ucapkan, hanya dalam hati, ingin tetap menjaga wibawa di depan bawahan nya.
__ADS_1
thomas yang mendengarkan keluh kesah bos nya, sebenarnya ingin tertawa tapi takut dosa.
tertawa di atas penderitaan bos nya, hanya akan mencari mati saja kalau sang big bos sampai mengetahui nya.