
rupanya alex ingin bermain dengan cantik, tak memaksa seperti biasa nya. terus berusaha menuju pada apa yang dia ingin kan.
saat bibir alex semakin ke bawah menuju puncak gundukan,..
glodag....
tubuh keduanya bahkan terlempar ke bawah ranjang.
dan memisahkan kedua orang yang saling menempel dan merengkuh.
"shittt"
alex serasa ingin memaki pilot yang sedang mengendalikan pesawat.
turbulensi pesawat tak terelakkan.
pihak dari pramugari sebenarnya tadi sudah memperingatkan.
namun karena kedua insan yang ada di dalam kamar sedang terhanyut dalam buaian yang memabukkan, membuat kedua nya tak mendengar apapun.
haduwh"
sisy memegangi pinggangnya yang terasa sakit, terbentur lantai.
"aku bantu" alex mengangkat wanita nya itu ke atas ranjang kembali.
dengan kemeja yang masih terbuka, dan cup tempat penutup dari gundukan yang tidak pas pada tempat nya akibat ulah alex, membuat isi nya menonjol ke luar terlihat alex dengan jelas.
alex yang melihat nya mencoba menelan saliva nya dengan berat, ingin segera bermain kembali di sana.
menyadari penampilan kemeja nya yang semrawut serta melihat ke mana arah pandangan mata alex yang terus mengarah ke arah bukit kembar, membuat sisy langsung menarik kemeja nya, menutupi aset nya.
[sial]
__ADS_1
gerutu alex dalam hati. pemandangan indah nya kini sudah di tutup oleh pemilik nya.
sedangkan sisy baru menyadari apa yang diri nya lakukan , kenapa malah ikut menikmati nya, dan membiarkan pria di depan nya menjamah tubuh nya dengan leluasa tanpa penolakan dari nya.
sisy merutuki diri nya yang tak bisa menjaga diri,
"ayo kita lanjutkan yang tadi" ajak alex dengan enteng nya. setelah mendudukkan kembali wanita nya itu di atas ranjang.
tanpa meminta ijin, alex kembali merengkuh tubuh sisy, menarik pinggang ramping wanita nya, dan ingin segera mendaratkan kembali bibir nya di bibir wanita nya.
tapi sayang beribu sayang,
usaha nya kini tak semulus yang tadi.
tangan sisy berusaha menghentikan, membuat jarak antara tubuh keduanya.
membuat alex kesal.
"kenapa?"
" a..aku mau ke kamar mandi"
ingin segera melepaskan pegangan tangan alex yang masih di pinggang nya, namun alex tak melepaskan nya juga.
"jangan bohong"
dengan memicingkan mata, alex mencari pembenaran apakah wanita nya itu hanya mencari - cari alasan.
"aku kebelet"
sisy masih berusaha melepaskan diri.
[ish kata- kata apa itu, kenapa jadi ambigu?]
__ADS_1
setelah mendengarkan kata yang bisa di tafsir kan ambigu, alex malah tersenyum aneh.
membuat sisy jadi bingung sendiri.
"kalau kebelet jangan di tahan lagi, ayo main kan"
tanpa aba- aba alex kali ini langsung mendorong wanita nya itu, membuat sisy langsung terhuyung ke belakang, tak bisa menopang tubuh nya.
alex langsung menyambar bibir sisy kembali. tak selembut tadi, seperti nya alex benar- benar sudah tidak tahan lagi. di butakan oleh hasrat yang membara.
sisy tak mau kejadian yang menenggelamkan kesadaran nya untuk sejenak terulang lagi.
kali ini sisy berusaha melepaskan diri, tapi tenaga alex yang jauh lebih besar tak mampu ia goyahkan.
dengan spontan sisy menggigit bibir alex hingga berdarah , dan akhirnya bisa melepaskan diri dari cengkeraman dan kuasa alex.
"haduwhhh"
meskipun kini mata nyalang alex seperti ingin memakan orang hidup- hidup.
"KAU??? apa yang kamu lakukan?" dengan menyeka bibirnya yang sedikit berdarah, alex terlihat sangat emosi.
nyata nya kenikmatan yang diri nya ingin kan malah membuat bibirnya terluka.
sisy yang di tatap dengan sorot mata tajam, tak mau membuang kesempatan lagi. atau pun mencari alasan, apalagi bernegosiasi. tak akan mempan jika alex sudah menginginkan nya.
dengan gerak cepat, sat set sat set, sisy berlari ke luar kamar, meninggalkan alex yang masih menahan geram, mengelap bibir nya yang masih sedikit berdarah.
"awas saja nanti"
gerutu alex pelan, hanya bisa di dengarkan diri nya sendiri.
merasa kesal karena lagi- lagi wanita nya itu kabur dari kungkungan nya.
__ADS_1
.
.