Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
59. Tidur Berpelukan


__ADS_3

ketika tangan sisy mau berhenti, di pikir sudah tidur, tak tahu nya pria itu kembali bersuara.


"kenapa berhenti?" tanya alex yang masih memejamkan mata.


"istirahat, aku capek" ucap sisy, tangan nya memang sudah terasa lelah, cukup lama tangan nya bergerilya di kaki hingga paha alex . memberikan pijatan demi pijatan. mata nya pun juga sudah terasa ngantuk.


"lanjutkan, atau...." alex kini membuka mata nya kembali. menatap di mana wajah sisy yang menunjukkan sebal pada nya.


"iya" dengan cepat sisy memainkan tangan nya lagi sebelum alex mengeluarkan ancaman nya. menari- nari di tubuh pria yang masih rebahan telentang di kasur sisy. cukup dengan sorotan mata ,sisy sudah paham ancaman alex.


"di sini" alex sambil menggerakkan kaki nya, menunjukkan di mana diri nya ingin di pijat.


sisy kemudian memindahkan tangan nya yang sebelumnya memijat di bagian lengan.


" ke atas lagi" alex lembali memejamkan mata nya, memberi perintah ke sini ke situ tak juga berhenti.


"atas lagi"


"tambah atasnya lagi"


[atas lagi....atas lagi....atas ke mana lagi sih, sudah mentok juga]


padahal sisy sudah memijat bagian paha alex, dekat daerah inti alex. membuat sisy merasa canggung.


tidak ingin melihat gundukan di depan nya, tapi kelihatan .


mau memijat dengan menghadap ke arah lain takut nyasar.


"kamu mau memijat atau mengelus paha ku?, tidak ada tenaga nya" alex masih saja bawel.


membuat sisy mengeraskan pijitan nya seketika.


"auwwww" alex berteriak, dan membuka mata nya, sorot mata alex langsung melotot.


"SAKITTT..." alex menggerang memegangi paha kiri nya.


"kata nya kurang tenaga, aku sedang menambah tenaga ku" sisy yang di pelototi alex , malah seolah tak bersalah.


"jangan- jangan kamu sengaja ya, mau membangun kan punya ku yang lain" sorot mata alex kini melirik ke bagian pusaka nya.


sisy tanpa sadar, mengikuti kemana mata alex menatap.


membuat sisy tiba- tiba lidah nya menjadi kelu, susah menelan saliva.


[astaga, ini bahas apa sih. bisa- bisa nya lari nya pikiran nya ke situ]

__ADS_1


"APA???, astaga, jangan me**sum kenapa?"


[seperti nya dia sengaja mengerjaiku ].


"kamu menginginkan nya?" alex tak berhenti menggoda, kini malah mengerlingkan mata.


sisy yang melihat alex semakin bergidig ngeri.


mencoba mengalihkan pembahasan.


"ini sudah selesai kan tugas ku?"


baru juga mau beranjak, alex sudah menghentikan sisy lagi.


"kaki yang satu nya lagi belum"


sisy yang sudah pasrah, tak ingin berdebat, pasal nya hari sudah mulai malam, diri nya hanya ingin segera menyelesaikan tugas nya dan segera tidur, itu saja. mata nya sudah lengket, badan nya sudah lelah.


sisy langsung ke posisi nya, berada di sebelah kanan dari kaki alex dan mulai memijat kaki sebelah nya.


terlihat, alex sebenarnya memang lelah sungguhan, meminta pijat tidak ada niat lain.


pria itu kini memejamkan mata nya kembali. menikmati setiap sentuhan tangan sisy. kali ini tanpa banyak protes dan menyuruh. benar- benar menikmati.


sedangkan sisy malah sibuk sendiri dengan pikiran nya yang travelling.


[astaga, apa yang aku pikirkan, kenapa aku jadi ikutan me**sum]


sisy merutuki diri nya yang malah mata nya curi- curi pandang ke bagian senjata alex.


.


tangan sisy sudah terasa lelah. tak ada suara apapun dari alex seperti sebelumnya.


"apa dia sudah tidur ya?" sisy bergumam pelan.


mendekati wajah alex, melihat apakah kelopak mata nya masih bergerak- gerak menandakan hanya sebatas menutup mata, atau memang tidur sungguhan?


"auwhhh" suara jeritan sisy tatkala alex dengan tiba- tiba menariknya ke dalam pelukan nya.


" kau pura- pura tidur rupa nya" sisy begitu geram, terkena jebakan batman dari alex.


namun alex yang mendengarkan hal itu hanya tersenyum, dengan mata yang masih menutup.


saat sisy hendak melepaskan diri, alex malah semakin mencengkeram erat, memeluh tubuh sisy dan menautkan kaki nya, melingkarkan di tubuh sisy.

__ADS_1


"ayo tidur, aku sudah ngantuk" bisik alex, tepat di depan daun telinga sisy. membuat tubuhnya merinding.


"lepaskan" sisy mencoba melepaskan diri. namun alex tak bergeming. malah semakin erat.


"jangan banyak bergerak, kamu bisa membangunkan yang lain, sudah cukup aku tersiksa menahan tangan mu yang nakal. jangan menambahnya"


[tangan ku yang nakal? dia sendiri yang minta di pijat, tangan ku yang di bilang nakal?]


tak ingin berdebat, sisy tak menjawab meskipun rasa nya diri nya tak terima di anggap tangan nya yang nakal.


melihat alex tak melakukan apapun, hanya memeluk, sisy yang juga sudah lelah tak ingin lagi meronta, atau melepaskan diri dari cengkeraman alex. percuma juga, meskipun memukulnya berkali- kali kalau pria itu tak ingin melepaskan nya, maka tak akan bisa lepas dari nya.


seperti hidupnya saat ini. yang di pegang penuh kendali oleh alex.


akhirnya sisy pun ikut memejamkan mata, merasa sudah lelah dan mengantuk. tak peduli lagi dengan tubuh nya yang masih dalam kuasa alex.


hingga pagi menyapa....


dua insan yang masih berpelukan , bukan ...tapi alex yang memeluk wanita itu, baru terbangun.


merasakan ada yang bergerak - gerak, sisy yang tadi nya masih tertidur pulas ikut juga terbangun.


menyadari apa yang bergerak di bawah sana, sisy langsung berusaha mendorong alex dengan cepat.


"apa itu?" tanya sisy pada alex yang juga baru membuka mata.


alex malah tertawa, menertawakan sisy yang syok dengan senjata nya.


"maka nya rasakan, supaya reaksi mu tidak seperti itu lagi lain kali"


mendengar omongan alex yang pagi- pagi sudah menjurus ke bab ke me**sum an membuat kepala sisy menjadi pusing.


"tak tau lah, pusing aku, pembicaraan mu menjurus ke itu melulu" dengan cepat sisy berjalan keluar kamar dengan wajah cemberut.


namun alex yang melihat sisy berlalu dari dalam kamar dengan muka di tekuk malah semakin tertawa terbahak- bahak , hingga suara nya menggema ke seluruh sudut kamar.


tujuan nya sebenarnya ke dapur. ingin mengambil air minum. untuk membasahi tenggorokan nya yang kering sehabis bangun tidur.


namun di depan tangga, diri nya berpapasan dengan seorang wanita cantik dengan rok mini menggunakan pakaian formal, yang tidak asing bagi nya.


"hai" sapa sonya pada sisy.


mendapat sapaan itu, sisy memberikan senyum. kemudian berlalu menuju dapur.


dengan berjalan ke arah dapur, sisy menggerutu sendiri sambil menggeleng- gelengkan kepala, merasa heran.

__ADS_1


"wanita nya yang lain lagi datang, apa mereka tidak cemburu ketika alex dengan yang lain nya? bagaimana bisa mereka mau- mau nya pada alex? apa karena harta? ketampanan nya? sudah punya banyak wanita yang mengelilinginya, masih juga menginginkan aku?"


sisy ngedumel sendiri panjang lebar sepanjang perjalanan menuju dapur.


__ADS_2