
wajah sisy meremang, mencemaskan diri nya sendiri. takut apa yang akan di lakukan alex pada nya.
"aku sudah berusaha menuruti mu, tidak memaksamu, tapi kau malah mengindahkan ku"
ucapan alex seperti ancaman menakutkan.
Wajah alex semakin mendekat, sekali pun sisy memberontak.
kepala nya ia gerakkan ke kanan dan ke kiri, berusaha menghindari wajah alex yang kian dekat, hingga alex yang akan meraih bibir wanita nya itu kewalahan.
Namun bukan alex nama nya kalau tidak bisa mendapatkan apa yang diri nya ingin kan.
Tubuh alex semakin kuat mengunci wanita nya, tak ingin ada celah antara tubuh nya dan tubuh wanita yang ada di bawah nya.
Seolah belajar dari pengalaman sebelum nya, kali ini tiada kesempatan sisy melepaskan diri dari beringas nya aksi alex yang berusaha menggagahi nya.
alex berhasil meraih bibir wanita nya, menyesap nya , menyapu kan bibir nya dengan paksa.
alex terus memberikan sentuhan bibir nya dèngan begitu rakus nya pada bibir sisy, menuntut semakin dalam.
perlahan tapi pasti, bibir alex bergerak terus ke arah leher wanita nya itu.
Sisy mulai lelah untuk memberontak, tenaga nya semakin habis.
tapi alex semakin beringas bibir nya mengecup seluruh lapang dada wanita nya, dan berjalan semakin ke bawah.
__ADS_1
kini bibir alex sudah bermain di dua bukit kenyal milik wanita nya.
Membuat sisy semakin kehilangan kekuatan untuk melawan.
“alex aku mohon jangan”
Sesekali masih bisa mengucapkan kata, dan lain nya hanya berupa desa**han akibat sentuhan alex yang semakin menggila.
Sisy hanya bisa menangis dan memohon pada alex untuk tidak melakukan nya.
air mata nya menganak sungai, tak bisa di bendung lagi.
Bukan yang pertama memang alex bermain di daerah sensitif nya itu, tapi kali ini mungkin alex akan melakukan lebih dari biasa nya, akibat kemarahan nya, rasa cemburu nya pada juna.
“alex ampun , maafkan aku, jangan...”
kata permohonan sisy yang terus di gaungkan , tak mengusik pria itu, yang masih di liputi amarah yang membara juga gairah yang semakin naik.
Dan kata yang semakin memancing gairah lolos begitu saja dari bibir sisy, tak terbendung lagi dan semakin menjadi tatkala tangan alex terus berjalan ke bawah.
Meraba di balik segitiga di mana inti dari tubuh sisy.
Menggerayangi, bermain- main di sana, tangan sisy masih terus berusaha menyingkirkan tangan alex, namun apalah daya, tenaga nya kalah besar.
Alex mulai melucuti pakaian yang sisy kenakan, bukit kembar yang awal nya masih tertutup penghalang dan butuh menyingkap nya ketika bibir nya bermain di sana, kini sudah terpampang nyata, menjulang dengan puncak nya yang sudah menyembul menegang. semakin menggoda alex untuk menikmati dan menye**sapnya, memainkan nya.
__ADS_1
Alex kembali mengaràhkan tangan dan bibir nya di sana.
Hingga wanita nya itu tak bisa berkata – kata lagi selain kata ahhh ihhh uhhhh.
Alex terus berusaha membuka seluruh pakaian wanita nya itu, bahkan kini diri nya sedang berusaha membuka penghalang tubuh bagian bawah, Menarik nya dengan paksa.
ketika alex menghentikan aksi nya di gundukan kembar nya , sisy kembali bisa menguasai diri nya, mencoba menahan tangan alex yang hendak melucuti celana dan juga segitiga nya.
“ alex aku mohon jangan”
Pinta sisy memohon, memelas mengiba, berharap pria itu menghentikan aksi nya.
Apa mau di kata kini alex yang sedang di kuasai emosi dan juga hasrat nya yang sudah memuncak.
Apalagi saat ini senjata nya sudah tegak lurus siap tempur dan semakin mendesak celana nya.
Tak di hiraukan permohonan wanita yang ada di bawah nya.
.
.
berhari- hari tidak lulus sensor guys,... di edit berkali- kali pula. huhuhu....
jangan lupa kasih like dan komen nya, terima kasih yang sudah memberikan dukungan nya selama ini. karena dukungan kalian sangat berarti bagi author .
__ADS_1