
" kenapa brian terlihat sedih? padahal waktu melihat kedatangan kami, begitu senang" sisy menoleh ke arah sonya, dari tadi begitu penasaran dengan perasaan anak itu.
sonya tersenyum, kemudian menceritakan apa yang terjadi pada putra nya itu.
" brian begitu menginginkan alex menjadi daddy nya, anak itu pasti sangat kecewa pada alex mengetahui kenyataan sebenar nya"
mendengar cerita sonya, sisy menjadi paham kenapa anak lelaki itu begitu murung.
"apa kamu tidak pernah menyukai alex? " tanya sisy pada sonya, menyelidik.
mendapat pertanyaan seperti itu, sonya tersenyum, kemudian menarik nafas dalam, pandangan nya menatap jauh ke depan.
"taukah kamu? aku begitu iri pada mu" ucap sonya tanpa menoleh ke arah sisy.
sisy yang mendengar itu pun juga begitu heran, bagaimana wanita di samping nya itu iri pada nya? padahal diri nya lah yang begitu iri pada sonya, wanita yang sangat cantik seksi, pintar, cerdas dan begitu berbakat, paket komplit nyaris sempurna.
"aku begitu iri pada mu, kamu bisa membuat alex menikahi mu" ucap sonya masih bercerita, padahal sisy tidak pernah meminta alex untuk menikahi nya.
malahan yang di pikirkan selama ini hanya ingin melarikan diri dan lolos dari jeratan seorang alex morris.
"dan aku hanya bisa menjadi penghangat ranjang nya tanpa bisa mendapatkan hati nya"
sonya ingin mencurahkan kesedihan yang di rasa selama ini, tak takut atau sungkan mengatakan diri nya sebagai penghangat ranjang pada istri alex, sisy sudah mengetahui kalau sonya sering keluar masuk kamar pribadi alex.
tanpa sonya mengatakan dengan jelas, sisy sudah paham kalau orang kepercayaan suami nya itu memiliki perasaan pada alex.
dari kejauhan, alex dan brian berjalan mendekat, menyusul sonya dan istri nya.
"boy, uncle pulang dulu ya, sudah malam"
ucap alex pada lelaki yang di gandeng nya, mengacak rambut pada puncak kepala brian.
melihat kedatangan alex dan putra nya, sonya menghentikan obrolan nya dengan sisy.
sedangkan brian hanya menganggukkan kepala, mengiyakan ucapan alex.
"uncle akan lama tidak mengunjungi brian?" tanya anak lelaki itu sambil menoleh ke atas ke arah wajah alex.
__ADS_1
" mungkin, uncle setelah urusan di sini selesai akan balik ke indonesia" ucap alex menjelaskan pada brian.
" ayo sayang"
alex mengulurkan tangan nya, meraih tangan istri mengajak nya pulang.
sonya yang melihat sikap alex itu, hanya bisa melongo, tak pernah alex bersikap semanis itu pada wanita mana pun, begitu lembut dan perhatian.
kemudia sisy yang masih duduk mulai bangkit dan berdiri menyambut uluran tangan alex.
" kami balik dulu"
ucap alex pada sonya berpamitan, sisy hanya memberikan gestur ungkapan say good bye pada sonya.
kedua nya kemudian berlalu berjalan menuju mobil mewah alex yang sudah terparkir tepat di depan teras beserta sopir yang sudah berdiri di samping siap membukakan pintu mobil.
di dalam mobil,
"kamu sangat dekat ya pada putra sonya" ucap sisy, yang ada di samping alex.
alex yang barusan sibuk dengan ponsel nya, kini menoleh ke arah sisy, kemudian merangkul pundak wanita nya itu, menyandarkan kepala sang istri pada dada nya, memeluknya dari samping.
"aku juga menyaksikan anak lelaki itu tumbuh dan berkembang menjadi seorang jagoan kecil, aku seperti ayah angkat untuk nya"
alex menjelaskan apa yang di rasakan dalam hati nya terhadap putra tunggal sonya, murni kasih sayang terhadap anak lelaki itu.
"mommy ku dulu juga sangat menyayangi brian, mommy meminta ku untuk terus menyayangi nya, seperti keluarga sendiri" alex mengingat pesan sang ibu sebelum meninggal.
"kamu sangat menyayangi brian, kamu juga sudah biasa tidur dengan sonya, kenapa tidak menjadi ayah nya brian saja?" tanya sisy sambil menengadahkan kepala nya, melihat raut wajah alex.
"menikah dengan sonya" ucap sisy menambahkan.
alex kemudian membalas tatapan istri nya, kemudian tersenyum,
"kenapa? masih cemburu pada sonya?" alex menjawab pertanyaan dengan balik bertanya.
"aku heran saja, bagaimana kamu bisa bersikap biasa saja dengan sonya?, padahal kamu sudah biasa bercinta dengan nya? "
__ADS_1
"aku tidak bercinta dengan sonya, hanya tidur bersama, aku pria normal butuh menyalurkan nafsu ku"
"apa beda nya tidur bersama dengan bercinta? sama- sama melakukan itu kan?" sisy geregetan dengan pendapat alex, melepaskan diri dari dekapan tangan sang suami.
"beda, kalau bercinta menggunakan perasaan, seperti aku dan kamu, kalau tidur bersama itu kita melakukan hubungan badan hanya sekedar melampiaskan nafsu"
"halah sama, ujung- ujung nya juga nafsu"
sisy tak sependapat dengan alex, bagi nya bercinta dan tidur bersama tak ada beda nya.
"membahas soal bercinta, aku jadi tidak sabar ingin segera sampai di rumah dan melakukan itu" bisik alex di depan daun telinga sisy, sambil tersenyum mesum.
membuat sisy terdiam, tak bersuara ataupun menjawab bisikan mesum alex.
alex yang melihat reaksi sang istri, tersenyum gemas.
tak ingin terlibat obrolan mesum dengan alex, sisy mengalihkan topik pembicaraan.
"apa kamu tidak punya perasaan kepada sonya?" sisy menoleh pada alex, menatap bola mata pria itu, mencari kebenaran jawaban.
alex membalas menatap dalam bola mata indah sang istri.
"aku tidak pernah menginginkan seorang wanita seperti aku menginginkan mu, aku bahkan rela menderita menahan hasratku untuk mengambil paksa kehormatan mu, aku rela menunggu sampai kamu mau menyerahkan sendiri padaku, tanpa paksaan. aku juga tidak pernah merasakan begitu takut kehilangan wanita seperti aku takut kehilangan kamu. aku juga tidak pernah merasakan nikmat indah nya bercinta seperti aku mlakukan nya dengan mu, lebih dari sekedar hanya melampiaskan hasrat, ada rasa ingin memiliki, tak ingin kehilangan, bahagia, nikmat, puas semua bercampur jadi satu, aku tidak tahu, apakah itu cinta?, aku tidak pernah merasakan perasaan aneh seperti itu sebelum nya" ucapan panjang lebar alex justru membuat sisy menjadi terhanyut dalam perasaan.
alex tak pernah menungkapkan perasaan begitu dalam seperti yang di lakukan nya saat ini, membuat sisy baper, mata nya berkaca- kaca.
sisy melihat ketulusan ungkapan perasaan yang di ucapkan alex, tak bisa berkata- kata lagi untuk membalas apapun ucapan alex, hanya bisa menyebut nama sang suami.
"alex" ucap sisy lirih, begitu terharu .
"iya, aku hanya mencintai mu"
wajah alex semakin mendekat, ingin segera menenangkan bibir wanita nya yang bergetar dengan mata yang berkaca- kaca.
menekan tombol untuk menutup pembatas antara kursi penumpang dan sopir, segera alex menyatukan bibir nya dengan bibir sang istri, menautkan kedua nya memberi kan ketenangan pada bibir wanita nya yang bergetar, menyalurkan perasaan cinta yang baru saja terucap, ingin meyakinkan sang wanita bahwa dirinya lah satu- satu nya yang berhasil meluluhkan hati seorang alex morris.
.
__ADS_1
.