
"LEPASKANNNN DIAAA!"
suara bariton terdengar dari jarak yang tidak terlalu jauh.
menggema , menggelegar, menakutkan.
suara yang tak asing bagi sisy.
juna menoleh ke arah sumber suara, belum sepenuh nya melihat siapa yang bersuara, sebuah tinju dari seseorang mengenai pipi nya, membuat nya langsung jatuh tersungkur.
sedangkan sisy, tangan nya sudah di tarik oleh alex dan sekarang sudah dalam kuasa nya.
ya, suara bariton itu adalah alex morris.
wajah nya merah membara menahan kemarahan, melihat sisy berada di pelukan juna.
membuat nya meradang, tangan nya mengepal dan memberikan bogem mentah pada juna dengan tenaga full power.
setelah memberikan tinju, tangan sisy di tarik ke arah nya, di bawa masuk ke dalam mobil yang tak jauh dari mobil juna.
sedangkan juna, kini menjadi urusan thomas, mendapat beberapa pukulan di wajah, di perut juga di dada nya. hingga menimbulkan memar dan luka di beberapa titik di tubuh juna.
apalah daya seorang juna yang bukan ahli bela diri harus melawan seorang thomas, orang kepercayaan alex .
jangan tanya lagi kemampuan bela diri thomas.
kini kondisi juna babak belur.
di sudut bibir nya meneteskan darah segar. hendak bertanya mengapa dia di pukuli saja tak mampu. tak di beri kesempatan sedikit pun oleh thomas.
sementara sisy di dalam mobil mengiba meminta alex untuk memerintahkan thomas berhenti memukuli juna.
pasalnya, alex hanya akan mendengarkan perintah bos nya, alex.
"alex, hentikan thomas. jangan memukuli orang yang tidak bersalah"
sisy geram dengan kekejaman alex, mata nya berkaca- kaca tidak tega, juga kasihan melihat orang lain terluka di pukuli, bukan karena ada perasaan pada juna.
"terus saja memohon, maka aku akan semakin memukuli nya"
wajah alex penuh dengan kemarahan. mengingat wanita nya beesentuhan fisik dengan pria lain selain diri nya.
[astaga, pria macam apa orang di depan ku ini? kenapa begitu tega menyakiti orang lain?]
"dia putra dari pak bharata, hentikan alex"
sisy masih berusaha membuat alex luluh, menghentikan pukulan demi pukulan yang di layangkan thomas ke juna.
sayang nya alex tidak punya rasa takut pada siapapun.
apalagi dalam berbisnis, alex lah yang lebih berkuasa.
"aku tidak peduli"
__ADS_1
masih menahan seluruh amarah . bahkan amarah nya belum surut sedikit pun.
"kau bermain- main dengan ku?"
kini alex mulai mengeluarkan amarah nya pada sisy, memiting kedua pipi nya, hingga kesusahan untuk berbicara.
baru kali ini alex semarah itu, hingga melakukan kekerasan pada wanita nya. kecemburuan nya sudah di ubun- ubun.
tak bisa menjawab karena tangan alex yang masih menekan rahang nya, sisy hanya bisa menggelengkan sedikit kepala nya.
sisy terus berusaha melepaskan tangan alex dari kedua pipi yang di himpit dengan satu telapak tangan.
meskipun kedua tangan sisy berusaha melepaskan, memukul lengan alex , dan berusaha melepaskan nya dari sana, namun tetap saja tak juga terlepas.
"kau sudah ku peringatkan sebelum nya bukan? , jangan meremehkan ku karena selama ini aku baik pada mu, aku memberikan kebebasan lebih pada mu, aku tidak memaksamu untuk melayaniku, jangan kau pikir bisa berbuat semau mu".
ucap alex menggeram, seakan menahan emosi yang lebih besar, berusaha mengendalikan diri untuk tidak lepas kontrol.
"ada hubungan apa kamu dengan dia?"
lagi- lagi alex menghakimi sisy seolah sudah menghianati nya.
sisy hanya bisa menggelengkan kepala, pipinnya masih di cengkeram.
"sudah ngapain saja kamu sama dia?"
alex terus menekan sisy, mau membela diri pun tak bisa, air mata sisy mulai mengalir deras tak terbendung.
"JAWABBBB?"
alex berteriak tepat di depan wajah sisy, suara menggelegar membuat siapapun yang ada di depan nya ketakutan.
sisy memejamkan mata, tak sanggup mendengar teriakan alex. tubuh nya gemetaran kalau harus mendengar teriakan orang. apalagi tepat di depan muka nya.
[bagaimana bisa menjawab? rahang ku kau tekan dengan begitu kencang, mau membela diri saja aku tidak bisa]
lagi- lagi hanya bisa di ucapkan dalam hati.
alex menatap lekat wajah sisy dari jarak yang sangat amat dekat.
melihat wanita nya itu menangis mombay air mata nya menganak sungai, alex perlahan melepaskan cengkeraman tangan yang begitu kekar atletis.
"aku tidak melakukan apapun"
dengan tangis yang mulai terisak , sisy mencoba melakukan pembelaan.
"jangan membohongi ku" tatapan mata alex begitu mengintimidasi. melotot hingga hampir keluar, kemarahan yang tak pernah di lihat sisy sebelum nya.
"thomas"
teriak alex memanggil sang kepercayaan, thomas kemudian menghentikan pukulan nya pada juna.
thomas mengerti maksud bos nya, berarti pelajaran yang di berikan pada juna sudah cukup.
__ADS_1
lalu datang ke bos nya, dan segera masuk ke dalam mobil bersiap memegang kemudi.
di kursi belakang, ketegangan masih terasa. bahkan alex masih berniat melanjutkan kemarahan nya nanti jika sudah sampai rumah.
sedangkan sisy, sudah mulai berhenti dari tangis nya namun tubuh nya masih gemetaran, mengingat ganas nya kemarahan alex yang belum pernah ia lihat sebelum nya.
.
sampai rumah,
"alex sakit"
sisy berusaha melepaskan genggaman tangan alex yang begitu kuat, menariknya ke lantai atas, menuju kamar sisy.
tak ada tanggapan dari alex, pria itu masih dalam kondisi emosi yang menggebu.
semua orang juga tahu bagaimana arrogant nya seorang alex morris. siapapun yang akan mengusik apa yang dia miliki, maka akan berhadapan dengan nya.
sampai kamar, pria itu langsung membanting wanita nya itu di atas tempat tidur hingga terpental di atas ranjang.
ceklek,...
alex mengunci pintu kamar, membuat sisy semakin cemas.
[feeling ku nggak enak nih. apa yang mau dia lakukan?]
merasa perasaan nya tidak enak, sisy berusaha bangun, dari posisi nya yang semula terbaring.
namun sayang, kalah cepat dengan alex.
tangan alex sudah mengunci tubuh nya, pria itu sudah ada di atas nya. menekan kedua tangan kanan dan kiri.
"lepaskan, alex"
berusaha melepaskan diri dari kungkungan pria yang wajah nya memerah penuh dengan amarah.
"dan aku hanya akan menerima bekas orang lain? tidak akan"
mata alex terus menatap tajam pada wanita di bawah nya.
[apa sih yang dia maksud? bekas apa?]
"maksud nya?"
tak ada celah lagi untuk sisy melepaskan diri .
"aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu, mengambil hak ku. malam ini kamu akan menjadi milikku seutuh nya"
seketika sisy paham apa yang akan di lakukan sang big bos.
wajah sisy meremang, mencemaskan diri nya sendiri. takut apa yabg akan di lakukan alex pada nya.
"aku sudah berusaha menuruti mu, tidak memaksamu, tapi kau malah mengindahkan ku"
__ADS_1