
Sejenak sisy tak merasakan apapun.
sisy mulai membuka mata pelan, melihat keadaan sekitar, sedang apakah pria yang sejak tadi menggerayangi tubuh nya? Kenapa terhenti? Sedang apakah dia?
rupanya alex sedang sibuk membuka baju dan celana nya.
Sisy sempat membelalakkan mata, tatkala terpantau alex melepas segitiga biru nya.
entah kenapa alex sering sekali memakai segitiga biru.
apakah itu warna favorit nya?
Ah, bukan itu yang akan di bahas, namun isi dari segitiga biru yang sudah berdiri tegak siap tempur menembus sasaran.
[Jadi itu isi di dalam segitiga biru?]
wajah sisy meremang, mengingat kejadian di tepi kolam renang waktu itu, di mana pertama kali sisy melihat alex datang, kemudian membuka bathrobe nya, menampakkan sesuatu yang sangat menonjol besar dari balik segitiga biru alex.
Juga bagaimana rasa nya begitu mengganjal tatkala adegan di tepi pantai di pulau pribadi.
Pikiran sisy melayang ke masa lalu , terjawab sudah seberapa besar isi dari segitiga biru itu.
Hingga membuat wajah sisy semakin tegang.
“ap_”
Belum sempat sisy berbicara setelah pikiran nya berkenalana ke masa lalu, alex sudah membekap bibir wanita nya kembali.
bermain dengan bukit kembar juga tangan nya menjelajah kembali ke dalam hutam rimba yang di penuhi rerumputan berwarna hitam.
Gila...gila...gila rasa nya sungguh gila.
“ kamu sudah siap? Aku akan masuk”
bisik alex sambil bibirnya bermain di belakang daun telinga wanita nya.
[Eh, ]
tanpa menunggu persetujuan wanita nya, senjata alex mulai mencari jalan, menekan nya beberapa kali.
belum tembus juga....
Rupanya sang profesional sedikit kuwalahan.
Berusaha mengulangi nya lagi, memberikan tenaga lebih.
eh...masih mental juga.
Keringat alex semakin mengucur dari keningnya, meraih bibir wanita nya untuk di lu**mat kembali, sambil berusaha menembus tembok pertahanan mangsa,,
Dan akhirnya,,,,,
Jleb....
“achhhhhhhh”
__ADS_1
Batin alex bersorak gembira, akhirnya hal yang di idamkan selama ini, di dapatkan juga.
keduanya berteriak secara bersamaan.
Alex merasakan nyilu, senjata nya terjepit lubang sempit, sedangkan sisy merasakan area di bawahnya di jebol dengan senjata rudal milik alex.
air mata sisy mengalir keluar begitu saja.
Alex yang melihat nya, mengusap air mata nya, memberikan ruang untuk wanita nya beristirahat sejenak, agar lebih siap, lebih rileks dan perlahan masuk lebih dalam.
"aku yang pertama?"
merasakan sensasi di bawah sana,
yang begitu sempit, alex bertanya pada wanita nya.
"he,em"
di ikuti anggukan pelan oleh sisy di tengah nafas nya yang sedikit tertahan, merasakan nyilu di bagian inti nya.
mendapatkan kenyataan bahwa dirinya yang pertama, membuat bibir alex mengulum senyum sumringah.
“sedikit sakit ketika masuk, selembut apapun aku melakukan nya, namun nanti tidak akan sakit lagi”
di tengah aksinya menerobos pertahanan, alex seolah memberikan kuliah umum sesi bercinta, tak ingin diri nya di tuduh tidak menepati janji nya, tidak melalukan nya dengan lembut.
Alex meraih bibir wanita nya lagi, entah yang keberapa kali, yang pasti sudah berkali- kali.
Alex mulai menggerakkan pinggulnya dengan halus, rasa nyilu mulai memudar, benar apa yang di kata kan alex , kini rasa sakit sebelumnya sudah berganti dengan rasa nikmat yang memabukkan.
“ah...ini sungguh nikmat, aku menyesal tidak melakukan nya sejak dulu” racau alex di tengah kegiatan nya menari di atas pinggul sisy.
sisy yang tadi nya menahan nya, kini tak sanggup lagi menahan. suara seksi nya menggema, memenuhi seisi ruangan.
membuat alex semakin senang mendengar nya, gairah nya semakin tersulut untuk menciptakan permainan yang lebih panas membara.
suara teriakan , desah**an silih berganti, kadang berbarengan, memenuhi seisi ruangan.
Hingga kedua nya mencapai puncak, dan mengerang panjang secara bersamaan.
Alex menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh wanita nya. menenggelamkan wajah nya di ceruk leher sisy.
Menciptakan jeda, menarik udara dengan sebanyak- banyak nya, nafas nya masih memburu,
masih belum mau mengeluarkan senjatanya dari lubang sempit.
Seperti nya alex berencana ingin mengulang nya lagi.
“ apa punyamu masih ada si dalam sana?”
tanya sisy yang nafasnya masih sedikit tersengal, namun sudah lebih tenang.
“iya, bagaimana rasa nya?”
alex malah melontarkan pertanyaan yang membuat wajah sisy menjadi merona.
__ADS_1
“keluarkan, rasa nya mengganjal”
ucap sisy dengan memberikan dorongan pada pinggulnya, bukan nya terlepas, malah membuat senjata alex bangkit lagi.
merasakan gerakan di dalam sana, sisy langsung terkaget.
“tidak mau, masuk nya sangat susah, aku tidak mau hanya sekali”
"hah?" sisy membelalakkan mata nya namun tak bisa menolak nya.
alex mulai menegakkan tangan nya, menatap intens pada bola mata wanitanya.
“kita mulai lagi, “
tangan alex mulai kembali bermain di dada sisy.
“alexxx “
teriak sisy, ingin menghentikan aksi suaminya untuk meminta hak nya lagi.
.
.
Di pagi hari,,,,,
dua insan yang masih terlelap, tanpa busana di dalam satu selimut , wanita yang memunggungi sang pria.
sedangkan sang pria memeluknya dari belakang, mulai mengerjap.
sisy berusaha melepaskan tangan alex dari pinggangnya, namun alex malah semakin mengeratkan tangan nya.
“tak aku ijinkan kamu pergi kemana- mana” ucap alex matanya masih tertutup dan suara serak khas bangun tidur.
“aku mau ke kamar mandi”
ucap sisy sebal dengan pria yang tak ingin melepaskan nya.
“nanti ke kamar mandi bersama ku, tunggu sebentar lagi”
ucap alex di tengah mata yang masih terpenjam.
“jangan mencoba meminta nya lagi alex, sudah cukup kau membuat ku begadang semalaman”
Alex malah tersenyum bangga,
Dan semakin mengeratkan pelukan nya.
.
.
.
ini bab sebenarnya sudah di up berbarengan 3 bab sebelum nya ya guys....
__ADS_1
cuma yang satu bab ini harus nunggu review yang tak kunjung berhasil.
akhirnya di edit berkali- kali supaya lulus sensor serta lama terbit nya. huhuhu......