Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
41. Senjata Alex Terpegang


__ADS_3

monica terlihat berlenggak lenggok sambil mengeringkan tubuhnya di depan alex yang terlihat sibuk dengan ponsel yang di pegang.


pandangan monica pada alex terlihat begitu intens.


menatap dari ujung kepala sampai ujung kaki, menikmati pemandangan tubuh indah kekar bak roti sobek milik alex.


alex menyadari tatapan menggoda monica.


" kau hebat bisa mengajari nya dalam waktu singkat" ucap alex sambil menaruh ponsel nya di meja dan menunjuk ke arah sisy dengan wajahnya.


memberi pujian pada monica.


"ahh...itu sudah menjadi tugasku"


monica terlihat grogi dan senang mendapat pujian dari alex.


serta tatapan alex yang begitu tajam memperhatikan balik monica dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"kamu juga terlihat seksi dengan pakaian itu"


tambah alex memuji bentuk tubuh monica yang bak supermodel dan padat berisi di sertai senyum tipis.


monica semakin senang dan tersenyum malu- malu sambil menunduk kan wajahnya mendapat pujian akan keindahan tubuh nya dari pria di depan nya itu.


alex memuji monica namun melirik wanita nya dari kejauhan.


tersenyum melihat sisy yang masih asyik belajar berenang tanpa sepengetahuan monica maupun sisy.


"oh ya, silahkan duduk, kamu bisa minum jus mu dulu sebelum melanjutkan latihan lagi" ucap alex mempersilahkan monica istirahat.


di balas anggukan oleh monica, kemudian duduk di kursi tepat sebelah alex .


kursi yang sebelumnya di duduki sisy.


"sampai jam berapa latihan nya?" alex menanyakan jadwal latihan pada monica.


"mungkin nanti tambah satu jam lagi, menambah untuk beberapa gerakan, selanjutnya nanti bisa latihan sendiri, atau.... kalau masih ingin latihan dengan ku juga boleh."


monica menjelaskan sebagai mentor renang.


"yaa ...kalau di butuhkan aku bisa memanggilmu lagi" ucap alex.


dari kejauhan sisy melihat percakapan antar kedua nya.


"kenapa aku harus kesal melihat mereka? masa bodo lah"


hati merasa kesal namun pikiran sisy mengingkari nya.


"monica, apa latihan nya masih lanjut?"


teriak sisy dari dalam kolam renang.


tanpa di sadari, pikiran kesal sisy ia ungkapkan dalam bentuk mengganggu monica dan alex yang sedang mengobrol.


"ahh... ya, kita punya waktu satu jam lagi" ucap monica, kemudian menyusul sisy dan kembali masuk ke dalam kolam renang.


.


.


.


sesi latihan masih satu jam lagi. sisy mulai terlihat lebih lincah di dalam kolam renang, tanpa takut tenggelam.


beberapa gerakan di ajarkan monica, hanya gerakan dasar, serta teori dasar.


tak semua nya di kuasai sisy. namun hanya untuk sekedar mengambang sudah di kuasai betul oleh sisy.


tak sulit mengajari sisy.


bagi seorang pelatih, mengajari seseorang memang perlu telaten dan sabar.

__ADS_1


setelah sesi latihan berenang selesai, keduanya baik monica dan sisy keluar kolam renang bersama.


"hei aku suka cara mu mengajariku, kamu telaten dan sabar" ucap sisy memberikan pujian pada monica.


di balas dengan senyum oleh monica.


" apa kamu atlet renang?" tanya sisy lagi.


"bukan, aku hanya pandai berenang, dan hobi, itu saja" jawab monica.


"apa kamu bekerja sebagai guru renang setiap hari?" sisy masih asyik bertanya.


"aku hanya melatih les renang di waktu weekend saja, setiap hari nya aku kerja kantoran"


monica pun masih menjawab apapun pertanyaan sisy.


"apa kamu sudah punya pacar? atau malah sudah menikah? " pertanyaan sisy sudah seperti seorang reporter yang sedang bertanya pada narasumbernya.


keduanya kini ada tepat di depan alex.


"aku belum menikah, dan belum punya pacar" jawab monica, kemudian sedikit menundukkan kepala nya malu. tentu saja jawaban itu monica tujukan supaya alex tahu statusnya yang masih single and available.


sedangkan sisy sengaja menatap ke arah alex seolah jawaban itu di peruntukkan untuk alex dan di balas dengan tatapan tanda tanya oleh alex.


"ahhh... belum punya pacar, sama aku juga belum punya pacar, bagaimana kalau kamu memperkenalkan teman mu dan aku mengenalkan mu pada kenalan ku?"


sisy sengaja bicara seperti itu di depan alex.


hanya untuk sekedar melihat reaksi alex.


"ehmmm...."


alex sengaja masuk dalam pembicaraan kedua wanita di depan nya itu.


"kamu mau mengenalkan nya pada siapa? siapa kenalan mu?"


pandangan alex menyelidik pada sisy.


ada sonya, ada maria alexa dan ada lagi entah siapa nama nya. yang malam itu aku lihat keluar dari kamar mu"


alex merasa kaget dan malu pada wanita nya itu, yang ternyata mengetahui setiap ada wanita yang keluar dari kamar nya.


membuat diri nya salah tingkah. dengan berdehem.


mencoba menetralkan perasaan kikuk nya.


sedangkan monica yang mendengar sederet wanita nya alex, terlihat sedikit kecewa namun berusaha tetap senyum.


"aku juga kenal thomas, dia juga tak kalah tampan. monica kamu kenal thomas kan? orang yang tadi pagi menghubungi mu. yang meminta mu untuk menjadi guru les renang ku"


sisy menjelaskan siapa thomas.


"ohh ya...ya....orang yang menyuruhku datang kemari?, yang mengaku dirinya sebagai asisten nya pak alex?"


monica mengingat - ingat siapa yang menghubungi nya.


" tapi aku tidak melihat orang nya. hanya mendengar suara nya"


ucap monica menjelaskan.


"mmmmm.......aku harus segera kembali, ada jadwal les untuk selanjutnya"


ucap monica, kemudian mulai membereskan barang- barang milik nya untuk di bawa ke ruang bilas sekaligus ruang ganti.


sedangkan alex yang baru saja di bongkar semua keburukan nya oleh sisy di depan monica , memutuskan untuk diam duduk di kursinya.


memilih sibuk dengan ponsel nya.


.


.

__ADS_1


monica segera berjalan ke ruang ganti .


meninggalkan sisy dan alex.


sisy juga bersiap mau mandi dan ganti di kamarnya, mulai mengambil bathrobe, namun saat akan memakai nya, alex memiting leher sisy dari belakang.


membuat sisy refleks berteriak.


"awwww............"


" kamu sengaja mengatakan itu semua supaya monica tidak menggoda ku lagi kan? kamu cemburu?"


alex berbisik tepat di depan telinga sisy, hingga bibirnya menempel menyentuh daun telinga wanita yang kini sedang di bawah intimidasi nya itu.


menempelkan tubuh nya yang hanya mengenakan cel*ana da*lam rapat tanpa celah pada sisy.


membuat sisy merinding hampir kehilangan fokus.


merasakan tubuh alex yang begitu dekat dengan tubuhnya bahkan menempel, hingga merasakan senjata alex yang menonjol terasa menempel di bo**kong nya, membuat sisy berusaha mendorong alex.


berusaha menjauhkan tubuh alex dari tubuhnya.


tak ingin alex melakukan hal yang sama seperti ketika di pulau pribadi.


tangan sisy yang satu nya melepas piting an tangan alex. sedangkan tangan yang lain nya berusaha mendorong kebelakang agar ada jarak dengan tubuh alex.


nahas nya, ketika sisy berusaha mendorong alex kebelakang, tak sengaja senjata rudal alex yang ada di balik cel*ana da**lam ketat berwarna biru yang terpegang oleh tangan sisy.


"arrrrcccccchhh...."


sedikit erangan, desa*han alex lolos begitu saja.


alex kemudian menarik tangan nya dari leher sisy.


menyadari kesalahan yang di lakukan nya, membuat sisy begitu syok.


"a...a...aku tidak sengaja"


sisy sampai berbicara terbata- bata, sambil memandang tangan nya yang sudah khilaf memegang bagian terlarang milik alex .


alex menarik nafas panjang sambil memejamkan mata, mencoba menetralisir perasaan, kemudian membuka mata nya kembali.


"dia berdiri"


sambil melihat ke arah miliknya,


suaranya berat serasa sedang menahan sesuatu.


sedangkan sisy tak sadar ikut memandang ke arah kemana senjata alex dengan perasaan gugup , bingung dan ketakutan.


" aku tidak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab!!!"


alex memberikan penekanan pada setiap kalimatnya.


membuat sisy semakin kelabakan ketakutan.


tangan alex bergerak dan akan memegang tangan sisy, namun sebelum hal itu terjadi sisy sudah menghindar.


sesegera mungkin sisy memakai bathrobe nya. bersiap untuk kabur dari hadapan alex.


beruntung tangan sisy bisa lolos, namun bathrobe yang di pakai tak bisa selamat dari cekalan alex.


sisy tak kehabisan akal, bathrobe yang terlanjur terpegang alex di lepaskan dari tubuhnya


"aaaaaaaaa..........." sisy berteriak kencang.


kemudian lari terbirit- birit dengan jurus lari seribu kaki.


mencoba lolos dari pria yang di sebutnya pria gila itu.


berlari dengan memakai pakaian renangnya yang masih basah menuju kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2