Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
69. Membebaskan Sandera


__ADS_3

mira menyenggol pundak sisy, nyali nya menciut melihat tatapan tajam dari pria yang ada di depan nya.


sedangkan sisy, malah seolah tidak peduli pada pria berwajah preman itu.


mata nya mengedarkan pandangan ke arah sudut ruangan yang masih bisa di jangkau nya, ke dalam kamar hotel, di balik punggung pria berwajah seram yang ada di depan nya.


"siapa kalian?"


tanya si lelaki berwajah preman itu. dengan suara bass khas seorang mafia.


mira yang sudah gemetaran, menyenggol bahu sisy kembali, memberi isyarat untuk menjawab pertanyaan pria di depan nya.


"aku mau ketemu thomas" ucap sisy dengan aura wajah yang di buat se santai mungkin. meskipun diri nya juga keder sebenarnya.


membuat pria itu memicingkan mata nya, seperti sedang berpikir, setelah sisy menyebut nama thomas.


[aha...ternyata nama thomas bisa membuat pria menakutkan itu berpikir ulang]


ketiga orang yang masih berdiri di depan kamar hotel , untuk sejenak terdiam, saling pandang mencari jawaban satu sama lain.


glodag....


tiba - tiba ada suara mencurigakan dari arah dalam kamar. membuat sisy semakin curiga, ada sesuatu di dalam sana.


"suara apa itu?" tanya sisy.


" bukan urusan kalian" jawab pria berbadan kekar itu sinis.


"kau tidak mau mengijinkan ku masuk?, thomas dimana?" tanya sisy dengan wajah serius.


sejenak si pria kekar itubterdiam, kemudian menjawab apa yang di tanyakan sisy.


"pak thomas tidak ada. anda siapa?" tanya pria itu lagi.


"aku mau masuk"


dengan sedikit mendorong pria yang masih di depan pintu, sisy dan mira mencoba merangsek masuk. namun sayang, tenaga kedua nya tak sebanding dengan pria di depan nya.


[masih tidak mempan juga dengan menyebut nama thomas? atau aku sebut nama alex saja ya, kali aja nih preman bisa keder]


"siapa yang ada di dalam? apakah alex yang bersama dengan seorang wanita?" tanya sisy lagi. menyebut nama alex , untuk mengetes sekalian seberapa berpengaruh nya seoran ax morris.

__ADS_1


alhasil berhasil membuat seorang pria itu semakin penasaran pada sisy, mengapa wanita di depan nya tahu banyak siapa bos nya, termasuk big bos nya, serta tahu juga soal ada nya seorang wanita di dalam kamar.


mira yang tidak tahu menahu tentang persoalan sisy, hanya bengong, siapa pria - pria yang di sebutkan sisy tadi? apa hubungan nya dengan sahabat nya itu?


membuat mira semakin penasaran soal kehidupan sahabat nya tang tak pernah di ceritakan kepada nya.


pria berbadan besar itu masih tak menjawab apapun pertanyaan dari sisy, namun kali ini wajah nya terlihat gamang, antara mengijinkan wanita di depan nya masuk atau tetap melarang.


"aku kekasih nya alex, aku mau masuk ke dalam? atau kau sedang menyembunyikan alex yang sedang berselingkuh dari ku?"


sisy masih berusaha untuk masuk, ingin melihat keadaan, ada apa di dalam sana. dengan cara mengatakan apapun yang membuat pria preman itu takut dan menuruti keinginan nya. m


setelah sisy menyebut nama alex, kini terlihat sorot mata pria itu semakin ragu, lebih ragu dari ketika nama thomas yang di sebut.


apalagi ketika mendengar sisy mengatakan kalau diri nya kekasih sang big bos.


"tidak ada big bos di dalam" jawab pria itu lagi.


melihat reaksi si pria preman itu yang semakin jinak ketika menyebut nama alex, sisy tak ingin menyiakan kesempatan,


untuk melihat keadaan di dalam sana, diri nya curigai ada seseorang wanita yang di bawa thomas dan sempat ia lihat sebelumnya.


"aku tidak percaya, aku mau lihat sendiri, aku tadi melihat thomas membawa seorang wanita, dia selingkuhan nya alex yang lain kan?"


tak ingin wanita yang ada di depan nya salah sangka, jika memang benar kekasih sang big bos, pria berbadan besar itu semakin kelabakan.


berusaha menjelaskan,


"bukan, wanita itu_ " kata- kata pria itu terhenti.


membuat sisy semakin tersenyum dalam hati, dan terus memaksa masuk ke dalam kamar hotel. tanpa pikir panjang langsung menerobos.


"aku mau mengecek keberadaan kekasih ku sendiri, aku akan memastikan sendiri kalau dia memang tidak ada di dalam dengan wanita lain"


sisy sedang berakting, seolah ingin memastika keberadaan alex dan wanita lain nya .


wanita itu, selalu saja punya ide.


"minggir"


dengan sekali dorongan, pria berbadan kekar itu akhirnya menyingkir, memberikan jalan pada sisy dan juga mira untuk masuk ke dalam kamar hotel.

__ADS_1


[wow kamarnya luas sekali]


sisy berjalan kesana kemari , mencari seorang wanita yang di lihat nya tadi bersama thomas, mengelilingi ruang kamar hotel yang begitu luas, terdiri dari beberapa sekat ruangan, serta kamar utama yang terletak lebih ke dalam.


di sana sisy menemukan satu ruangan yang terkunci, tak bisa di buka, mendekatkan telinga nya , ada seperti suara berisik, seperti seseorang yang mau berteriak namun seolah tertahan.


sisy hendak kembali ke ruang tamu, di mana pria berbadan preman itu berada.


di dapati, pria itu memegang ponsel nya, seperti mau menelepon seseorang.


[aku harus menyelamatkan wanita itu]


gumam sisy, pikiran nya tak ingin ada wanita lain yang bernasib seperti diri nya, atau bahkan lebih parah, menjadi tawanan alex, atau alex bahkan melakukan hal yang lebih buruk lagi.


"mir, ayo kita bikin pingsan pria besar itu" ajak sisy sambil berbisik.


"ah kamu siy, enggak...enggak....aku enggak berani" mira menolak ajakan sisy melambaikan tangan nya tanda penolakan.


"kita harus menyelamatkan seseorang , kamu tidak dengar di dalam sana ada seseorang yang harus kita selamat kan"


sisy masih merayu mira untuk bekerja sama.


"ngapain sih kita ikut campur urusan orang, sebaik nya kita keluar dari tempat menakutkan ini"


mira mulai menarik tangan sisy, mengajak teman nya itu segera keluar. tak mau terlibat lebih jauh lagi soal permasalahan orang yang bahkan tidak di kenal nya.


sementara itu, pria besar tadi sedang berusaha menelepon seseorang, namun seperti nya tidak tersambung- sambung.


"mir, tunggu" cegah sisy yang sedang di tarik mira.


"kamu tega? kita sudah terlanjur di sini selangkah lagi, kamu tahu kan bagaimana rasa nya di culik?"


sisy mengingatkan kembali tentang insiden penculikan yang terjadi antara diri nya dan mira.


begitu menakutkan untuk di ingat.


membuat mira terdiam seketika, otak nya mulai berpikir dalam.


"pasti kamu juga berharap ada yang menyelamatkan kamu kan? bagaimana kalau kita waktu itu tidak ada yang menyelamatkan? kita sudah jadi apa coba"


mira mengingat begitu mengerikan nya penculikan yang diri nya alami waktu itu. membuat wanita itu terdiam, tanpa bicara tanpa membantah.

__ADS_1


"ayo kita selamatkan orang yang ada di dalam sana" ucap mira, membuat sisy seketika mengulum senyum.


merasa senang, hati sahabat nya tergugah untuk menolong sesama.


__ADS_2