
baru juga mau memulai bercinta lagi, ada suara pemberitahuan dari kru pesawat kalau sebentar lagi akan landing.
"shittt"
hasrat yang sudah menggebu, akhirnya harus di tunda.
alex begitu kesal, senjata nya yang sudah mulai tegak setelah tangan nya berkelana di atas dada sang istri, harus di biarkan melunak kembali.
"hahaha, aku kan sudah bilang jangan di teruskan"
sisy turun dari ranjang, menggunakan selimut untuk menutup tubuh nya.
mengambil baju nya yang berserakan di lantai, untuk di pakai kembali, meskipun sudah lungset.
karena benar- benar mereka tak membawa baju ganti sama sekali. menuruti apa yang di bilang alex , kalau thomas sudah menyiapkan semua nya, termasuk baju ganti.
mendengar istri nya menertawakan, wajah alex semakin terlihat kecut.
[awas saja nanti, kamu tidak akan aku ijin kan memakai baju selama kita di resort]
.
resort mewah siap menjadi saksi di mana sepasang pengantin baru memadu kasih sepanjang hari.
resort privat di tepi pantai dengan pemandangan hamparan pasir putih di halaman belakang resort, membuat siapapun penghuni nya pasti akan termanjakan oleh view yang menyejukkan hati.
kamar yang luas dengan ranjang big size tersaji, sudah pasti pilihan alex semuanya adalah yang terbaik, dari segi fasilitas atau pun kualitas.
"mana kamar kita?"
tanya sisy menoleh pada alex yang masih ada di belakang nya, menerima telepon dari kantor.
"di sana"
alex menjulurkan telunjuk ke arah di mana kamar pribadi nya.
kemudian sisy segera berjalan di mana letak kamar.
sampai di resort, tempat pertama yang di tuju sisy adalah kamar mandi, ingin segera wanita itu membersihkan diri, kulit sudah lengket sehabis bergumul selama perjalanan di pesawat.
alex selalu meminta jatah bercinta dimana pun berada.
tak begitu lama, sisy sudah keluar dari kamar mandi, memakai bathrobe berwarna putih, sedangkan alex sudah berbaring di atas ranjang, memicingkan mata, melihat rambut basah wanita nya, memakai bathrobe begitu terlihat seksi.
menikmati pemandangan indah di hadapan nya, mengalahkan indah nya view pantai di dekat resort.
berjalan menuju lemari, membuka pintu nya,
"mana baju nya? kata mu tidak perlu membawa apapun, sudah di siap kan thomas"
sisy menoleh ke arah belakang di mana letak ranjang, yang mana alex ada di sana.
alex ikut melihat dari jauh,
"di sana tidak ada apa- apa?" balik tanya alex.
"ada, tapi hanya...... baju apa ini? baju tidur transparan, astaga...." sisy menggelengkan kepala nya, merasa risih membayangkan jika harus memakainya.
__ADS_1
" juga..... bikini minimalis" tambah sisy mengatakan nya dengan ragu.
mendengar penjelasan istri nya, alex mengulum senyum, sesuai permintaan nya, thomas memang tak pernah salah dalam mendeskripsikan perintah nya, tak pernah mengecewakan.
"alex?"
sisy berteriak, menoleh kearah suaminya yang sejak tadi sudah membayangkan hal mesumm.
"pakai saja yang ada"
perintah alex pada istri nya, membayangkan nya saja sudah sangat menyenangkan, apalagi melihat nya secara nyata.
bukan tubuh yang molek dan seksi bak gitar spayol, namun entah mengapa pemandangan tubuh sisy jauh lebih menggairahkan bagi alex jika di banding dengan wanita lainnya.
selalu membuat nya penasaran, sekalipun sudah menjelajahi nya berulang kali, seakan selalu ingin mengulangnya lagi dan lagi
"apa nya yang di pakai? ini? seperti ini, transparan, apa bedanya dengan tidak pakai baju?"
sisy mengambil salah satu lingerie seksi berwarna merah menyala yang tergantung di lemari, memperlihatkan nya pada alex.
"hahaa" tak ada jawaban dari alex, hanya suara tertawa menggema.
mmbuat sisy tambah mengerucutkan bibir nya.
sisy mengembalikan pakaian seksi itu kembali ke dalam lemari, lebih memilih memakai bathrobe, berjalan ke ranjang bagian kosong sebelah alex, untuk mengistirahatkan tubuhnya. merebahkan tubuh dengan posisi memunggungi alex.
sedangkan alex masih sibuk dengan ponsel nya, membaca email yang masuk .
tak bertahan lama, baru juga mau memejamkan mata, alex sudah memeluk dari belakang, mengarahkan tangan nya kearah tali bathrobe, bersiap untuk membuka nya.
merasakan pergerakan alex yang ada di belakang nya...
mohon sisy dengan suara lirih. benar - benar merasakan lelah sekujur tubuh.
setelah resmi menikah , alex tak pernah berhenti 'menghajar' nya.
"baik lah, aku beri waktu untuk istirahat"
memberikan kecupan di kening wanita nya, kemudian beranjak dari tempat tidur, menuju kamar mandi.
.
.
.
seperti yang di rencanakan alex, tiga hari berturut- turut wanita nya di biarkan tanpa busana normal.
hanya memakai lingerie tipis, kadang hanya menutup tubuh nya dengan selimut,
seperti hari ini, sisy terlihat merajuk, pasal nya bayangan akan jalan- jalan mengelilingi pulau hawai masih hanya ada dalam angan- angan.
masih di bawah selimut yang tebal, berada di pelukan alex, meskipun menyebalkan karena lagi- lagi menjadikan sisy seperti seorang tawanan.
namun dada bidang pria kaya raya itu begitu pelukable, sisy mulai nyaman dengan sentuhan dan pelukan alex.
"kapan baju nya datang?"
__ADS_1
tanya sisy sambil memanyunkan bibir nya, tanpa adanya baju membuat gejolak kelakian nya alex semakin sering muncul.
"nunggu thomas"
jawab alex singkat , masih memeluk wanita nya erat, membiarlan kepala wanita nya ada di atas dada bidang yang menggoda, masih memejamkan mata.
tidak untuk tertidur, hanya beristirahat sejenak untuk mengembalikan stamina sehabis bercinta.
"thomas sudah sampai?"
"masih di bandara"
"apa?"
kepala sisy langsung menengadah menghadap kearah wajah alex, lalu kapan sampai nya kalau sekarang saja masih di bandara?, ini gila....
"kenapa tidak beli baju online saja?"
dari kemarin sisy hanya selalu di beri janji sebentar lagi sebentar lagi terus- terus an, kesabaran nya mulai habis.
"aku tidak punya aplikasi nya"
alex masih menjawab dengan santai, tanpa membuka mata nya, benar- benar ingin menikmati kebersamaan dengan wanita yang selalu di inginkan sejak pertama bertemu.
"kenapa tidak mendownload?"
"terlalu beresiko"
"kenapa?"
mendengar banyak nya pertanyaan yang tak ada ujung nya, alex mulai membuka mata nya, menatap ke arah wanita yang membuat nya senang sekaligus membuat nya kesal aecara bersamaan dengan omelan nya.
" banyak data penting di ponsel ku, aku tidak mau ponselku terkena virus, ahli IT ku yang biasa menghandle masalah seperti itu"
"lalu kapan aku bisa pakai baju?" mendengar pertanyaan yang membuat sisy kesal, alex malah tersenyum.
"untuk apa pakai baju, aku juga akan membuka nya kembali"
alex menyunggingkan senyum, mengingat bagaimana diri nya menginginkan wanita nya itu setiap saat.
"paling tidak tak sesering ini"
"kenapa? kamu tidak suka? bukankan kamu juga menikmati nya?"
alex menggerakkan tubuh sisy, ingin melihat wajah nya ketika menjawab, sambil tersenyum nakal.
tentu saja wajah sisy langsung bersemu merah, merasa malu.
[bagaimana tidak? sentuhan mu membuat ku gila, selalu membuat ku lupa segala nya]
ucap sisy dalam hati, tentu tak akan mengatakan nya secara langsung, karena itu terlalu memalukan bagi nya.
"kenapa tidak di jawab? ha?" alex semakin jahil, ingin membuat istri nya salah tingkah.
"enak?"
.
__ADS_1
.