Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
22. Di kamar hotel


__ADS_3

Setelah makan pagi siang malam yang di rapel jadi satu....


Di dalam lift...


“mau kemana kita?” tanya sisy ketika melihat angka lantai yang semakin ke atap .


“mau istirahat” jawab alex singkat sambil masih fokus pada ponsel nya.


“kenapa malah ke lantai atas?” tanya sisy masih penasaran.


“aku punya kamar di sini. Aku males pulang”


kini alex menjawabnya dengan menoleh ke arah wanita yang kini berdiri di samping kirinya. Tidak ada orang lain di lift tersebut. Termasuk thomas yang dari tadi entah kemana menghilang sejak memasuki restoran.


“feelingku jadi gak enak” gumam sisy dalam hati sambil memegangi tengkuk lehernya yang tidak pegal.


Meskipun begitu sisy terus mengikuti kemana alex melangkah. Hingga sampailah pada sebuah pintu kamar hotel tertulis angka 212.


Alex kemudian membuka pintu dengan menekan sebuah pasword.


Setelah di buka terdapat sebuah kamar hotel nan megah luas di sertai furniture yang sangat mewah.


Terdapat satu tempat tidur berukuran besar, beberapa sofa panjang serta meja yang menghadap ke sebuah jendela kaca yang lebar, menampakkan pemandangan tengah kota dimana memperlihatkan gemerlap lampu yang sangat indah.


Selelah masuk ruangan , pintu tertutup dan terkunci otomatis.


“emmm aku pulang saja yah,,, kamu saja yang istirahat di sini” sisy buru- buru membalikkan badannya menuju pintu.


Alex membiarkan sisy begitu saja. Hanya tersenyum melihat kepanikan wanitanya itu.


“kenapa pintunya tidak bisa di buka?, alex ini pake pasword ya? pasword nya apa? ,alex..?...alex..?...alex..?...”tak ada suara sahutan dari alex.


Kemudian sisy kembali ke ruangan dimana dia meninggalkan alex tadi.


“tidak ada, dimana dia? Lex...alex...” sisy masih mencari alex dan memanggilnya. Mencari di setiap sudut ruangan kamar hotel nan luas yang terdiri dari beberapa sekat tembok yang memisahkan antara tempat sofa ruang tamu, sofa santai ,dan ranjang tempat tidur.


masih mencari sosok alex, sisy mendengar suara dari arah kamar mandi. Kemudian sisy mengetuk pintu kamar mandi.


Tok...tok...


“lex???”


suara air masih berbunyi . Kemudian sisy memutuskan menunggu seseorang keluar dari kamar mandi, duduk di ujung tempat tidur yang luas itu.


Setelah menunggu hampir lima belas menit, akhirnya seseorang keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Alex keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang masih di lilitkan sampai perut sehingga menampakkan dirinya yang bertelanjang dada, disertai rambut nya yang tampak masih basah memberi kesan semakin terlihat tampan.


Sisy yang melihat semua itu, begitu takjub dengan ketampanan laki- laki yang kini ada di depannya untuk sejenak. Namun juga begitu syok.


“jadi seperti ini bentuk aslinya? Jauh lebih keren aslinya ternyata dari pada di foto” gumam sisy dalam hati mengingat foto alex yang ada di ponselnya.


“astaga,,,,tidak-tidak. Apa yang aku pikirkan” sisy seketika tersadar akan kekhilafan nya sambil menggelengkan kepala.


Alex yang menyadari polah tingkah sisy hanya tersenyum.


“ehmmm....aku tadi mau keluar kamar ini, apa pasword pintunya? “ tanya sisy mulai fokus kembali dengan tujuan dia.


Alex tak menjawab apapun. Masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang dia pegang sejak tadi.


“alex???” sisy mulai meninggikan suara nya.


“apa? Berani ya kamu teriak padaku? Baru juga tadi siang ku minta untuk menurut, sekarang sudah mulai lagi” bentak alex.


“aku tak bermaksud” jawab sisy mulai merendahkan suaranya.


“aku mau pulang” pinta sisy lembut.


“kita akan bermalam di sini” perintah alex.


“iya. Kenapa?” alex mulai berjalan mendekati sisy. Berdiri di depan wanitanya itu yang masih berdiri di dekat tempat tidur.


“ma...maksudnya aa...apa???” sisy mulai gagap.


“aku menginginkan kamu bayar hutang mu sekarang” kemudian alex mendorong sisy sampai terjatuh ke tempat tidur yang empuk.


“a..alex, bukankah kita sudah sepakat?” sisy mencoba bangun dari tempat tidur namun keburu alex mendorongnya lagi hingga terjatuh telentang lagi.


“aku menginginkan nya sekarang, kembalikan uang ku sekarang juga detik ini juga atau...” sambil memegangi tangan sisy menindihnya dengan tangan nya menggantung ucapan nya.


“kamu tahu aku tidak punya kalau harus mengembalikan uang mu sekarang. Kamu sengaja karena aku hanya punya satu pilihan” ucap sisy dengan wajah sendu sambil menatap wajah tampan yang kini berapa tepat di atasnya.


“jadi?” tanya alex meledek.


“kamu tahu aku tidak akan melakukan nya” jawab sisy.


“kamu akan melakukan nya. Semuanya akan baik- baik saja. Percayalah. Tidak perlu takut” jawab alex berusaha menenangkan wanitabyang ada dalam kungkungan nya agar lebih rileks.


Kemudian alex mulai bemberikan ciuman singkat pada leher sisy. Hingga membuat sisy merasa geli.


“ini bukan soal takut atau tidak alex....ini soal prinsip” sisy masih mencoba memberontak .namun tenaga alex lebih besar.

__ADS_1


“buang prinsipmu yang salah itu”


“bukan prinsipku yang salah. Tapi pemikiran mu yang salah” eyel sisy.


Alex masih memakai handuk di pinggangnya, hingga menampakkan sesuatu sudah mulai menonjol di balik handuknya.


“aku tidak peduli. Aku sudah cukup pusing untuk menahannya” kemudian alex mencium, mel**** bibir wanita yang ada di bawah nya.


“alex...” teriak sisy mencoba melepaskan diri.


Alex tidak menghiraukan. Tetap berusaha menciumi setiap inci dari wajah wanitanya dan kini mulai merambat ke arah leher. memberikan kecupan serta hisapan di sana hingga meninggalkan bekas tanda merah.


“alex,,,,aku mohon hentikan” sisy mencoba menghentikan Kebrutalan alex dengan suara yang semakin melemah. Mencoba menendang jimatnya alex , namun kaki sisy terkunci rapat oleh kaki pria itu. Jurus pertahanan yang biasa dia gunakan tak bisa di lakukan seolah alex sudah mengantisipasi.


Tenaga sisy mulai melemah. Alex masih asyik membuat tanda merah di leher dan di dada wanita nya. hingga sesekali sisy mengeluarkan ******* meskipun sudah mencoba menahan dengan sekuat tenaga.


Namun rangsangan sentuhan alex begitu dahsyat.


“alex aku tidak pernah memaafkan mu, aku akan membencimu seumur hidupku, aaarrccchhh...” suara sisy terus meracau memaki alex . Sesekali ******* lepas dari mulutnya. Apalagi ketika alex mulai meremas bagian dadanya dan bibir alex bermain di sana.


Saat itu juga sisy menangis semakin kencang berteriak


“tolong aku....hmmmm, acchhhh, ,,,hentikan....hiks....”


Sisy tak henti-hentinya meminta pertolongan dan berteriak kencang beserta ******* yang lolos dari mulutnya begitu saja.


Ketika hendak membuka bra yang menutupi buah dada wanitanya, alex menghentikan aksinya, merasa iba melihat wanitanya kini wajahnya basah penuh air mata. Melemah seakan penuh kepedihan.


Membuat alex berpikir ulang untuk memaksa lagi.


Seburuk-buruknya alex, sebelumnya dia tidak pernah memaksa seorang wanita untuk melayani nya di atas ranjang.


Dia hanya bermain dengan wanita yang sama- sama mau. Tanpa adanya paksaan.


Sekejam-kejamnya dia, dia masih berpikir bahwa dia juga terlahir dari rahim seorang wanita.


Namun dia masih bingung, karena hasratnya sudah tidak bisa ia bendung lagi untuk menikmati tubuh wanitanya yang seharusnya sejak awal dia sudah merasakan nya.


Menahan keinginan dan menunda lebih lama lagi membuat kepala nya semakin pusing dalam menahan hasratnya.


Batin alex kini berperang, sambil memperhatikan wajah pucat pasi penuh air mata sisy, bergantian memandang dada sisy yang sekarang hanya terbalut dalaman yang kemejanya kini entah di buang alex kemana.


Ada perasaan sakit mengiris-iris hatinya ketika melihat wanita yang kini dalam kungkungan nya menangis tak berdaya.


Kini hati dan ***** alex bertempur begitu sengit. Siapakah yang akan menang???

__ADS_1


__ADS_2