
alex merangkul tubuh wanita di samping nya , memberikan kehangatan pada tubuh yang lagi- lagi tanpa busana.
mungkin beberapa hari terakhir, dua manusia itu lebih banyak tak memakai pakaian dari pada memakai nya.
rasa lelah setelah bergelut di atas ranjang, membuat alex memejamkan mata, mengembalikan stamina nya yang terkuras untuk menikmati tubuh yang ada dalam dekapan nya. namun tidak untuk terlelap.
sedangkan sisy, meskipun tubuh nya lelah yang lagi- lagi di koyak oleh pria yang akhir nya mendapatkan tubuh nya, memainkan jari- jari nya di atas dada bidang nan kekar yang tidur telentang menyangga kepala dari istri nya.
"kamu tak memberikan ku waktu untuk beristirahat barang sedikit pun" sisy masih memainkan jari nya di dada bidang alex.
tak ada jawaban dari alex, hanya ada suara tertawa singkat, begitu menggemaskan mendengar rajuk an dari wanita nya karena terus di serang.
"kenapa kamu menikahi ku? apa karena ingin mendapatkan tubuh ku?"
"alex yang tadi nya menutup mata, kini mulai membuka mata nya, melihat ke arah wanita nya.
"salah satu nya, karena aku sudah tidak tahan lagi untuk menahan nya"
mendengar jawaban alex, wajah sisy mulai murung. apa yang di pikir nya berarti benar kalau alex menikahi nya hanya karena ingin tubuh nya.
"kenapa kamu tidak menikahi wanita mu yang lain? wanita mu yang lain lebih cantik dan seksi"
sambil memberikan sedikit di pukulan di dada alex, hingga pria itu mengaduh.
sisy tahu betul siapa wanita yang keluar masuk kamar alex.
tan ada apa- apa nya jika di bandingkan dengan kecantikan dan kemolekan tubuh para wanita alex yang sering menemani nya di ranjang.
"karena aku mau nya kamu" jawab alex singkat. tak ingin membahas wanita lain nya, ketika di atas ranjang dengan istri nya.
"kenapa tidak sonya, maria alexa, gie hadid, atau yang lain nya, masih banyak lagi" rasa penasaran sisy belum hilang, alex masih di berondong oleh banyak pertanyaan oleh istrinya.
"sekali kamu membicarakan wanita lain lagi, aku akan mencium bibir mu yang sejak tadi bertanya kenapa- kenapa melulu"
mendapat peringatan alex yang biasa nya menakutkan, sisy malah tertawa. namun tak berani lagi menyebut dan bertanya soal wanita nya alex lain nya lagi.
"kenapa kamu begitu menginginkan tubuh ku? tubuh ku kerempeng, tidak seksi "
sisy berpikir, pada akhir nya tubuh nya di miliki oleh pembeli nya juga, pembeli yang membayar dengan harga 2 milyar itu.
__ADS_1
"aku suka punya mu yang mungil ini" sambil tangan alex mere**mas bukit kembar yang menempel si kult sebelah kiri perut nya, reflex sisy mengeluarkan suara seksi nya lagi .
" menggemaskan, aku juga suka yang di bawah ini" tangan alex lagi- lagi menyentuh area sensitif wanita nya.
"ALEXX"
membuat sisy menjerit, tubuh nya masih lelah. tak ingin memulai adegan bercinta lagi.
"karena aku yang pertama memasuki nya"
senyum alex bangga, mengingat pertama kali bercinta, hingga senjata nya berulang kali mental padahal tak di ragukan lagi kemampuan nya.
"kamu sudah mendapatkan semua yang aku punya, kamu pernah bilang akan membuang ku jika kamu sudah bosan.," wajah muram sisy kembali muncul.
"aku hanya akan menjadi bekas mu" tambah sisy melanjutkan.
pasti tidak ada yang mau dengan diri nya lagi, ketika diri nya sudah tidak perawan lagi.
"aku bisa apa kalau kamu sudah bosan pada ku?"
"kalau yang ada aku tidak bisa bosan pada mu?"
"aku bahkan butuh waktu berbulan- bulan untuk meyakinkan diri ku untuk memutuskan menikah"
mata alex masih mengunci pandangan. tak pernah mendengar alex berbicara dengan kata yang begitu manis, membuat jantung sisy berdetak kencang.
sisy seperti melihat sosok alex yang lain.
suasana menjadi canggung, alex kemudian memutus pandangan nya, kembali memandang ke arah langit- langit kamar.
"oh ya, bagaimana aku bisa tetap menjadi yang pertama, padahal kamu bekerja di_"
alex tak meneruskan kalimat nya, namun sisy sudah paham apa pertanyaan alex.
"aku selalu mempunyai cara untuk menolak tamu ku, hingga yang terakhir, aku masih bisa melarikan diri"
"dan kamu tidak mempunyai cara untuk menolakku setelah aku menikahi mu"
ucap alex menoleh ke sisy dengan bibir yang tersenyum, hanya sekilas kemudian kembali lagi menatap langit- langit kamar.
__ADS_1
"ya, akhirnya aku sendiri yang menyerahkan tubuh ku pada mu, kamu merasa menang sekarang?"
dulu alex pernah bilang dengan percaya diri kalau suatu saat wanita nya yang akan datang dengan sendiri nya menyerahkan tubuh nya kepada alex.
"hahaha, welcome to my world baby" ucap alex mengecup puncak kepala wanita yang ada dalam pelukan nya.
sisy menghela nafas panjang, ada rasa takut, ada rasa bahagia, entah mana yang lebih dominan.
tak bisa di pungkiri ada rasa tertarik pada alex sejak pertama kali bertemu, meskipun kadang terasa takut akan kemarahan nya atau rasa seperti tahanan atas sikap alex yang menganggap sisy salah satu properti milik nya.
hanya saja sikap alex yang suka berganti - ganti wanita lagi- lagi membuat diri sisy membatasi hati nya selama ini.
namun ketika ada suatu hubungan yang lebih erat yaitu pernikahan, serasa ada rasa memiliki kepada seorang alex morris.
namun ketika mengingat wanita- wanita yang pernah menemani alex di ranjang nya, sisy merasa insecure terhadap diri sendiri.
lalu, apa makna sebuah pernikahan oleh seorang alex morris?
"apa setelah kamu menikahi ku kamu masih akan mendatang kan para wanita mu yang lain?" dada sisy serasa sesak ketika mengatakan itu pada pria nya, menatap alex mendongakkan wajah nya, ingin melihat ekspresi alex ketika menjawab pertanyaan itu.
"apa kamu sedang cemburu?" tak ada jawaban pasti dari alex.
alex segera membalikkan keadaan, membuat wanita yang tadi menyenderkan kepala di dada nya, kini sudah berada di bawah nya, berada dalam kungkungan nya.
mata mereka berdua saling beradu, bibir alex mengulum senyum, menahan tubuh nya dengan kedua siku nya.
"aku menyukai nya kalau kamu cemburu" bisik alex lirih.
mendekatkan bibir nya, mengikis jarak kedua nya merengkuh bibir wanita yang ada di bawah nya, memulai ciuman panas untuk yang kesekian kali nya.
di dalam pesawat jet, seolah berada di dalam kamar pribadi.
mungkin ini adalah perjalanan paling menyenangkan bagi alex, menunggu waktu di mana pesawat sampai tujuan dengan memadu kasih dengan wanita yang sangat ingin dia dapatkan kenikmatan tubuh nya.
apakah hanya menginginkan tubuh nya?
berbulan- bulan diri nya menunggu wanit nya datang pada nya, meskipun kesempatan datang berkali- kali, namjn alec masib teguh pada pendirian nya untuk tidak mengambil kehormatan wanita itu.
bukankah bukti yang sesungguh nya kalau pria mencintai wanita adalah dengan menjaga kehormatan nya? sekalipun alex adalah pria yang berengsek selama ini.
__ADS_1