
"alex yang mana ya bu? di sini ada beberapa nama alex" ucap sang resepsionis lagi.
"alex morris"
ucap sisy singkat, namun resepsionis itu terlihat kaget juga heran mengamati wanita di depan nya,
sisy yang memakai baju casual, terlihat cukup modis, namun berbeda dengan penampilan beberapa wanita yang mendatangi alex, biasa nya terlihat genit, seksi.
"apa sudah ada janji dengan pak alex?" tanya resepsionis lagi.
"sudah"
ucap sisy lagi, sisy mulai kesal dengan pertanyaan dan sikap sang resepsionis karena terkesan tidak percaya kalau diri nya sudah ada janji.
"sebentar ya bu saya hubungi sekretaris pak alex dulu"
sisy menunggu wanita yang bertugas sebagai resepsionis itu menghubungi sekretaris alex,
beberapa saat,
"maaf bu, pak alex masih ada meeting, silahkan ibu menunggu di kursi sana"
ucap resepsionis sambil menunjukkan sofa yang ada di lantai dasar itu, dekat dengan resepsionis yang juga biasa di gunakan tamu yang hendak bertemi dengan orang di kantor itu.
sisy hanya bisa menghela nafas, kemudian berjalan ke arah di mana sofa yang di tunjukkan resepsionis tadi dengan gontai.
sisy cukup lama menunggu di situ, menghubungi alex, namun tak di angkat juga, akhir nya sisy memutuskan menunggu alex.
sisy menanyakan lagi pada resepsionis,
"ruangan pak alex di lantai berapa? " tanya sisy pada resepsionis lagi.
" di lantai paling atas" ucap resepsionis.
"selamat siang pak thomas" sapa resepsionis memberi hormat pada kepercayaan big bos.
sisy ikut menoleh ke arah thomas, thomas yang melihat nya langsung menghampiri.
"nona mau ketemu bos?" tanya nya pada sisy.
"iya, kata nya masih ada rapat jadi aku di suruh menunggu di sini, masih belum selesai?" tanya sisy pada thomas.
mendengar hal itu, thomas langsung menoleh pada resepsionis dengan tatapan tajam, membuat resepsionis itu menunduk, takut.
"mari saya antar" ucap thomas mempersilahkan sisy jalan dulu an.
__ADS_1
"lantai kantor bos ada di lantai paling atas, kalau anda ke sini langsung saja naik menggunakan lift khusus ini" ucap thomas menjelaskan sambil berjalan dan masuk ke dalam lift.
sisy yang di jelaskan hanya mengiyakan singkat.
setelah sampai di depan ruangan yang bertulis ruangan CEO, tepat saat itu sisy melihat ada seorang wanita cantik dengan tubuh seksi semampai keluar dari sana,
melihat hal itu, wajah sisy langsung berubah pucat.
thomas menoleh ke arah istri sang bos,
"dia model yang akan menjadi brand ambassador untuk produk baru perusahaan, tadi ada meeting dengan bos" ucap thomas menjelaskan, tak ingin istri bos itu salah sangka.
mendapat penjelasan dari thomas, sisy hanya tersenyum kikuk, nyata alex selalu di kelilingi wanita cantik di sekitar nya, gumam sisy dalam hati.
kemudian sisy bernafas dalam, berusaha membuang pikiran buruk yang ada dalam kepala nya.
tok...tok...
"masuk " jawab suara dari dalam.
melihat siapa yang datang, alex terlihat tersenyum dan berdiri.
"ah, kamu lama sekali datang nya sayang" ucap alex sambil berjalan mendekati sisy.
"kamu bukan nya baru saja selesai meeting dengan model cantik kan?" ucap sisy dengan nada menyindir.
"hm...dia hanya model yang akan menjadi brand ambassador salah satu produk baru" ucap alex menjelaskan , tak ingin istri nya salah paham, penjelasan nya sama persis dengan penjelasan thomas tadi.
"hahaha, aku tahu, aku tidak cemburu" ucap sisy yang melihat wajah alex takut diri nya marah.
tidak ada yang bisa membuat alex takut selain sisy.
"aku hanya tidak ingin kamu salah paham, bisa- bisa aku gagal makan siang" alex mendekat pada sisy memeluknya dari belakang.
"ayo"
ucap alex sambil mendorong sisy mengarahkan untuk berjalan ke arah pintu di mana ruangan khusus milik alex.
"kemana?" sisy menoleh kan wajah nya ke arah alex,
" ke kamar" bisik alex.
"hah? ada kamar di sini?" sisy masih bingung.
"ya" jawab alex singkat.
__ADS_1
setelah membuka pintu ruangan tersebut, sisy melongo di buat nya.
benar saja, di kantor alex ada kamar, lengkap dengan ranjang dan juga lemari baju.
melihat ekspresi wajah sisy yang masih melongo, alex mengecup pipi kanan wanita nya itu, hingga sisy menoleh ke arah pemilik bibir.
"mau ngapain?" sisy pura- pura tidak paham.
"minta jatah siang" bisik alex lagi.
sisy benar- benar tidak paham dengan pikiran mesum alex, bagaimana bisa alex meminta itu ketika sedang ada di kantor, jangan- jangan pria itu sudah terbiasa melakukan nya dengan wanita lain di kamar pribadi nya ini, gumam sisy dalam hati.
"jangan berpikir kalau aku sering melakukan ini dengan wanita lain di sini, kamu pertama kali nya" alex seolah tahu apa yang sedang di pikirkan wanita nya.
"atau mau di luar saja? di meja kerja ku?" pertanyaan alex membuat sisy memukul pelan pada lengan alex.
"aduwh" meskipun tidak sakit, alex tetap mengaduh.
sisy benar-benar masih tidak paham dengan pikiran liar alex, mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
"kamu minta di sini saja aku sudah syok mendengar nya" ucap sisy cemberut.
alex yang masih posisi memeluk dari belakang tidak bisa melihat bibir manyun sisy, kalau melihat nya pasti sudah gemas dan langsung melahap nya.
alex tidak menjawab, tapi tangan nya bergerak ke atas, ke arah dada, di mana letak dua gundukan mungil sang istri dan memberikan re*mas an di sana.
refleks menimbulakn suara de*sahan dari wanita itu.
"akhh, alex" sisy terkejut dengan serangan alex yang tiba- tiba.
mendengar sisy bereaksi, alex tersenyum mesum.
"aku sudah tidak tahan" bisik alex sensual.
membalikkan tubuh sisy, kemudian mulai mengecup lembut bibir sang istri, di lanjutkan dengan ciuman panas, terus menuntut untuk melakukan lebih, sedangkan tangan alex terus membuka kancing kemeja sisy satu persatu.
dua bibir masih menyatu, memagut dan deru nafas kedua nya saling memburu.
merasakan sudah mulai kehabisan nafas, pagutan kedua bibir terlepas untuk sejenak.
saat alex hendak meraih bibir di depan nya, sisy menghentikan dada alex.
"apa tidak sebaik nya di rumah?, nanti saja kalau sudah pulang" tawar sisy.
"tidak bisa" ucap alex kemudian meraih bibir istri nya lagi untuk di pagut kembali, hasrat alex yang sudah mulai bangkit, tak bisa menerima penawaran apapun.
__ADS_1
tangan pria itu bahkan mulai menelusup ke dalam cup yang membungkus bukit kembar sang istri ingin mencari isi nya, untuk membangkitkan gairah wanita nya agar segera terhanyut ke dalam permainan nya, tak ingin wanita nya itu menawar lagi.