
pak alex, apa anda ada masalah dengan nya?” tanya sang presdir yang bernama pak bharata.
Mendengar nama alex, sisy langsung mengangkat kepalanya.
Benar saja, alex yang di maksud pimpinan perusahaan nya sama dengan alex yang dia kenal.
“ya saya ada masalah dengan nya, saya ingin anda memecatnya” sambil alex menatap penuh emosi pada sisy.
Sisy yang mendengar ucapan alex langsung terperangah.
Tidak di sangka bahwa alex meminta pimpinan perusahaan nya untuk memecat diri nya.
Pak bharata tidak menjawab. Masih mengamati alex serta sisy yang masih saling bertatap mata.
“wanita ini pernah merugikan ku dengan nominal yang sangat besar” sambil menunjuk wajah sisy yang masih berdiri si ambang pintu presdir.
Wajah alex tampak merah padam menahan emosi.
“kalau pak alex menginginkannya” jawab pak bharata.
Sisy masih mematung tak berucap apapun.
“saya permisi sekarang pak” alex menyalami pak bharata kemudian meninggalkan ruangan nya di ikuti thomas dari belakang.
Pak bharata yang melihat kemarahan alex hanya melihat heran dengan keadaan.
“maaf pak, kalau anda ingin memecat saya, saya ingin tahu kesalahan saya kenapa harus sampai di pecat. Permisi pak”
kemudian sisy bergegas keluar dari ruang presdir mengejar alex yang lebih dulu keluar dari ruangan itu.
Setelah berlari keluar ,sisy masih bisa mendapati alex yang hendak masuk lift
“ bukan kah kamu sudah mengijinkan ku bekerja, kenapa kamu lakukan ini?” sisy memulai pertanyaan dengan nada yang masih terkontrol di tengah emosinya yang tak kalah membara dari alex.
“awalnya, tapi melihatmu semakin abai akan tugas-tugasmu di rumah aku tidak mengijinkan lagi. Pagi ini bahkan kau meninggalkan sarapan pagi ku” sambil menunjuk ke arah wajah sisy.
Keduanya seperti seorang suami istri yang sedang ribut besar di dalam lift. Di saksikan thomas, tak ada orang lain lagi di dalam lift.
“jadi sekarang marah mu ini hanya karena tadi pagi aku tidak menemaniku sarapan?” sisy merasa heran dengan sikap alex yang seenaknya.
“jangan katakan itu hanya,,,,, itu kesalahan besar yang kau lakukan” ucap alex sambil mengunci sisy dengan kedua tangan nya di dalam lift.
Pintu lift terbuka, keduanya sejenak menghentikan pertengkaran.
Alex masih meneruskan langkahnya menuju mobil nya yang sudah stanby di depan loby gedung.
Sisy masih mengikutinya. Memasuki mobil alex.
__ADS_1
“alex ,,,,jangan berlebihan, itu bukan kesalahan fatal” tegas sisy.
“apapun ketentuan yang aku ucapkan wajib kamu mematuhi nya, kalau kau sampai melanggarnya, itu adalah kesalahan besar”
ucap alex memberikan peringatan.
Bahkan sisy sampai tak menyadari kalau mobil alex sudah berjalan.
“hehmmm...” sisy tampak menghela nafas panjang.
“baiklah aku minta maaf atas kesalahan ku, tapi kumohon jangan suruh mereka memecatku” sisy sampai memohon menangkipkan tangan nya di depan dada nya.
“aku tidak peduli” hanya itu jawaban alex .
Sisy menggaruk kepalanya. Mulai frustasi.
Sedangkan alex bersikap cuek menatap ke depan.
Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menerima keputusan alex.
Sisy berpikir mencari cara bagaimana agar alex mau berubah pikiran.
“lalu aku harus bagaimana?” ucap sisy lirih sambil melirik ke arah pria yang duduk di sampingnya.
Alex menarik wanita di sampingnya itu dan meletakkan kepala sisy di dadanya dengan merangkul satu tangan nya.” Jadilah penurut okey” sambil mengelus puncak kepala sisy yang kini menempel di dada bidangnya.
Sisy masih tidak mengerti. Sedikit kesalahan bisa membuat sang big bos marah besar.
Dalam perjalanan pulang alex masih mendekap sisy, tidak ia lepaskan sedikitpun.
Sisy yang awalnya merasa tidak nyaman mulai menikmati sampai ia tertidur di pelukan alex.
Alex yang mulai tersadar bahwa wanita nya itu tertidur, mulai menyunggingkan senyum.
“ishhh” alex merasakan kemeja bagian dadanya basah.
‘bagaimana bisa aku menginginkan wanita yang bahkan jorok seperti ini’
gumam alex dalam hati merasakan air liur wanitanya membasahi kemejanya.
Sisy mulai menggeliat terbangun. sambil mengusap- ngusapkan wajahnya di dada bidang alex. Merasakan sisy mulai bangun, alex sengaja menggoda.
“terus saja kemeja ku kau basahi dengan air liur mu”
Seketika sisy menarik wajahnya dari dada sexy pria di sampingnya dan mengusap air liur yang sedikit keluar di ujung bibir .
“hahhhh , maaf ,,,” ucap sisy sambil mengusap-usap kemeja alex yang sedikit basah.
__ADS_1
“hah... sudah sampai rumah ya?” sisy menyadari kalau ternyata mereka sudah ada di depan rumah mewah alex.
kemudian keduanya keluar dari mobil.
Alex sengaja menunggu sisy bangun dengan sendiri nya meskipun sudah setengah jam yang lalu mereka sampai rumah.
“mandilah dulu, nanti kita makan di luar” titah alex.
Hanya di balas dengan anggukan oleh sisy kemudian mereka menuju kamar masing-masing.
Hari mulai petang, alex dan sisy makan siang sekaligus makan malam di sebuah restoran mewah di tengah ibukota. Di sebuah restoran hotel bintang lima.
“mau pesan apa?” tanya alex pada wanita nya sambil memperhatikan buku menu yang ia pegang.
“aku sama dengan mu aja” kemudian sisy menaruh buku menu yang coba dia baca dan pahami sejak tadi namun tetap saja masih belum paham makanan apa saja yang tertera di sana.
Berbagai macam menu makanan sudah siap tersaji penuh di atas meja. Mulai dari western food maupun indonesian food.
“apa kita habis,?,,,kenapa pesan sebanyak ini?” tanya sisy pada alex .
“ini jatah makan pagi siang sekaligus makan malam ku, karena mu aku belum makan sejak pagi gara- gara kamu”
kemudian alex mulai mencicipi berbagai menu yang ia pesan dan memakan dengan lahapnya.
“ ishhh kenapa jadi gara-gara aku? Salah sendiri tidak sarapan” gumam sisy sambil memakan beberapa menu makanan.
Alex yang mendengar gumaman sisy hanya tersenyum sambil melahap makanan yang ia pesan.
“lalu bagaimana pekerjaan ku ya?apa aku jadi di pecat? Lalu bagaimana aku membayar hutang ku? Ahhh aku tak berani menanyakan nya pada nya untuk saat ini. Nanti lah di bahas lagi. Emosi nya baru reda. Takut kumat lagi”
sambil berpikir dan kadang kala menggelengkan kepala, kadang kala juga sambil melirik pria di depan nya batin sisy bergejolak memikirkan nasib dirinya ke depan.
Keduanya sibuk makan dengan lahapnya. Bahkan makanan yang memenuhi meja berangsur berkurang. Meski tak seluruhnya habis.
Tak ada kata maupun obrolan di antara keduanya. Sibuk dengan isi perutnya masing- masing. fokus pada kegiatan nya untuk beberapa saat.
kini terlihat alex mulai menghentikan kegiatan makan nya. Menyeka bibirnya dari sisa- sisa makanan dengan tissue.
“kamu sudah selesai?” tanya sisy yang masih menyuapkan sendok ke dalam mulutnya.
“hm” jawab alex singkat.
“tidak kamu habiskan?” tanya sisy lagi.
“sudah kenyang” alex masih sibuk membersihkan tangan nya.
“aku rasa sudah cukup untuk bekal tenaga nanti malam” jawab alex sambil melirik sisy. Serta tersenyum penuh misteri.
__ADS_1
“emm” sisy sambil mengangguk- angguk kan kepalanya serta masih sibuk dengan makanan nya.