
setelah sampai kamar, sisy langsung menutup pintu kamar dan mengunci nya. dengan nafas yang memburu, menyandarkan tubuhnya di balik pintu kamar.
menahan pintu kamar yang sudah di kunci dengan tubuhnya kuat- kuat. sambil menormalkan kembali nafasnya yang terengah- engah setelah berlari.
sejenak memejamkan mata nya, menarik nafas panjang.
"huh ...huh...huh...apa yang sudah aku lakukan. ceroboh ...."
sisy merutuki diri nya sendiri.
"satu persatu bagian tubuh ku ternodai olehnya"
sambil menatap tangan nya yang tidak sengaja memegang bagian intim alex.
menggelengkan kepala nya mencoba membuang ingatan apa yang di pegang tangan nya tadi.
"semoga saja alex tidak mengejarku ke seni" gumam sisy yang sudah lebih tenang.
.
.
masih di area kolam renang, monica yang baru saja keluar dari ruang ganti sempat melihat sisy berteriak dan lari mencoba melepaskan diri dari alex.
alex yang masih berdiri lumayan jauh dari monica, masih terlihat kesal.
wajah nya memerah menahan sesuatu.
tangan nya langsung menyambar kimono mandi dan memakai nya.
monica berjalan mendekati alex.
dari belakang alex ,"ada apa?" menanyakan keadaaan dengan ekspresi bingung.
"monica, thomas sudah mengurus semuanya, nanti pelayan akan mengantar mu ke depan" sambil menoleh ke belakang, namun masih menghadap membelakangi monica .
"minggir..." bentak alex pada pelayan yang ada di depan nya karena sudah menghalangi jalan nya. kemudian berjalan buru- buru menuju kamar nya.
dua pelayan yang beberapa saat datang membawa nampan berisi minuman softdrink dan satu pelayan lain nya membawa camilan sampai gemetaran ketakutan di bentak alex.
.
.
di dalam kamar mandi nya alex berusaha mendinginkan diri nya, mencoba menidurkan kembali senjata nya yang sempat berdiri karena sentuhan tangan sisy.
tubuh alex terlalu peka dan sensitif ketika menyangkut soal sisy.
atau mungkin otak alex yang terlalu mesum jika memikirkan wanita nya itu.
tentu tubuh tidak akan bereaksi jika otak tak berpikiran macam-macam bukan?.
intinya kesalahan terjadi pada pikiran alex yang terlalu berpikir mesum pada wanita nya itu.
.
.
.
hari minggu berlalu....
hari senin tlah tiba.....
seperti biasa acara sarapan pagi ...
sisy terlihat canggung, pasalnya alex terus memandangi nya.
__ADS_1
alex terus memperhatikan gerakan tangan sisy dengan menampilkan ekspresi datar tanpa bisa di tebak apa yang di pikirkan nya.
tangan alex sibuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, namun matanya tak melepaskan pandangan dari tangan sisy yang juga sibuk menyuapkan makanan ke mulut sisy.
lama- lama sisy menjadi risih dengan kelakuan alex. pasti itu ada sangkut pautnya dengan hal kemarin.
namun sisy juga enggan membahas kejadian kemarin.
sisy mencoba mengalihkan fokus alex. sekalian ingin meminta ijin soal tugas kantor yang mengharuskan nya le amerika.
"ehm...." sisy mencoba menghilangkan perasaan canggung.
" aku bulan depan dapat tugas kantor ke luar" ucap sisy ragu- ragu sambil melihat ekspresi alex.
akhirnya cara sisy berhasil, alex akhirnya mengalihkan fokusnya.
"kemana?" tanya alex santai. fokus alex kini berganti ke piring nya yang berisi sarapan nasi goreng.
"ke amerika serikat" jawab sisy to the point.
baru saja melepaskan pandangan dari sisy dan fokus ke piringnya sendiri, kini sorotan matanya sudah berpindah lagi ke mata sisy.
sorotan mata tajam dengan ekspresi kaget .
membuat nyali sisy menjadi ciut seketika.
" aku dapat visa satu minggu, acara nya mungkin 1 hari selesai sisanya untuk perjalanan. dan mungkin untuk ber......"
belum selesai bicara alex memotong omongan " sama siapa?" pertanyaan alex antara tegas dan marah.
" sama satu teman lagi, nama nya mira" sisy menjelaskan dengan sangat hati- hati. meredam emosi alex.
"kalau aku tidak mengijinkan?"
deg , sudah di duga sisy. kata itu yang akan keluar dari mulut alex. kata tidak mengijinkan.
"tapi bagaimana aku menolak nya pada kantor?" sisy memelas.
" aku bisa bicara pada pak bharata" ucap alex santai.
"alex......." sisy jengah kenapa sedikit- sedikit melibatkan ceo perusahaan nya padahal urusan remeh temeh bukan ranah atasan tertinggi di kantornya.
"jangan apa- apa melibatkan pak bharata" sisy melanjutkan.
"kau lupa siapa prioritas utama mu? kalau kau tidak bisa mematuhiku, kau bisa keluar dari tempat kerja mu" alex mulai mengancam.
membuat sisy malas melanjutkan pembahasan.
selalu saja berakhir dengan perdebatan.
tak ingin berdebat lagi, sisy memilih segera berangkat kerja.
"sudahlah...... kamu membuat kepala ku yang sudah pusing menjadi lebih pusing"
sisy berdiri dari duduknya dan bersiap berangkat kerja.
berjalan ke luar pintu utama menuju taksi yang sudah menunggu di depan rumah.
sesekali sisy memegangi pundaknya yang terasa sakit semua setelah latihan berenang kemarin.
meninggalkan alex yang masih duduk di kursi makan.
" berani nya dia ngambek seperti itu"
gumam alex yang telah di tinggalkan sisy di meja makan sendiri menghabiskan sarapan nya.
.
__ADS_1
.
.
sore menjelang , sisy pulang kerja dengan tubuh lemas lunglai.
badan nya panas tinggi.
segera ia masuk ke kamarnya. di tengah tangga sisy ketemu bi nani.
bi nani menyapa nona nya itu.
"nona? nona sakit? kenapa pucat sekali?" tanya bi nani memperhatikan wajah nona nya.
" iya bi aku tidak enak badan". ucap sisy dengan tubuh lunglai.
kemudian bi nani memegang kening sisy . mengecek keadaannya.
" astaga, nona panas sekali. mari saya bantu ke kamar "
sisy mengiyakan kemudian bi nani memapah nona nya itu kr kamar dan membantu membaringkan.
" nona istirahat saja, saya akan hubungi dokter pribadi tuan untuk memberikan obat" ucap bi nani pada sisy yang sudah berbaring mencoba memejamkan mata.
tak ada penolakan dari sisy.
kemudian bi nani menghubungi thomas, meminta asisten tuan nya menghubungi dokter pribadi tuan nya. memberika laporan kalau sisy sedang sakit.
.
.
beberapa saat kemudian dokter keluarga datang memeriksa dan memeberikan sedikit obat.
bi nani membantu meminumkan obat pada sisy. kemudian membiarkan sisy beristirahat kembali.
.
.
.
di kantor alex yang baru selesai meeting......
"bos tadi bi nani meminta ku menghubungi dokter keluarga, kata nya nona sisy sakit"
alex yang baru di beritahu thomas menajamkan pandangan nya pada thomas.
"tadi??? sejak kapan? " kalimat penekanan alex membuat thomas menundukkan kepala.
" tiga jam yang lalu" jawab thomas ragu.
" kau baru memberitahu ku sekarang?" alex menganggukkan kepala dengan tatapan mata nyalang meminta penjelasan thomas.
"bos ada meeting penting , saya tidak ingin membuat konsentrasi bos terganggu. saya sudah memastikan nona hanya sakit panas biasa, mungkin kecapean" thomas menjelaskan.
berusaha menenangkan bos nya.
" aku mau pulang, gantikan aku untuk agenda yang tersisa" thomas pasrah dan mengikuti perintah bos nya yang dengan langkah cepat berlalu untuk pulang.
.
.
.
(jangan lupa tinggalkan komentar supaya author lebih semangat untuk up terus).......
__ADS_1