
keesokan pagi nya, seperti biasa ketika alex di rumah. sarapan pagi adalah kewajiban yang tidak boleh di tinggalkan.
hari masih pagi. tapi rupa nya alex sudah duduk di meja makan dengan setelan jas lengkap baju kerja . menunggu sisy yang biasanya lebih dulu duduk di meja makan. tapi kali ini alex yang menunggu.
.
beberapa saat terlihat sisy menuruni tangga. terlihat ekspresi di wajahnya sedikit kaget sudah ada alex yang duduk lebih dulu di meja makan.
namun tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. hanya fokus jalan menuju kursi nya.
keduanya kini sibuk menikmati sarapan masing-masing.
"thomas..." suara alex memanggil asisten nya sesaat setelah alex menghabiskan sarapan nya.
sisy hanya melirik kedatangan thomas yang membawa map di letakkan di meja di depan nya sambil menikmati nasi goreng yang di sajikan bi nany untuk sarapan pagi.
masih melirik thomas yang membuka map tepat di depan nya dan menyodorkan kepada nya.
"apa ini?" tanya sisy pada thomas.
"itu daftar kesalahan mu selama aku tidak ada" sela alex.
membuat sisy tersedak dan menghentikan sarapan nya. meneguk segelas jus dan kemudian mengelap membersihkan mulutnya dari sisa-sisa makanan.
kemudian melihat map yang katanya daftar kesalahannya.
"ada-ada saja" gumam sisy dalam hati sambil mengambil map.
melihat selembar kertas hvs penuh membuatnya terbelalak. di tambah membaca kata demi kata.
"aku pikir dua minggu kemarin aku sedang menjadi seseorang yang bebas. nyatanya uraian ini bahkan begitu detail berisi hal-hal yang aku langgar sampai berapa kali aku melakukan nya" sisy tampak heran dengan file yang dia baca.
sisy merasa tidak terima dan mulai menginterupsi beberapa hal.
"sarapan pagi bukan nya kewajiban jika ada kamu di rumah?" tanya sisy pada alex.
"siapa bilang? ada tidak ada aku sarapan pagi harus tetap ada" ujar alex santai menanggapi.
"ini juga hari selasa kemarin bahkan aku tidak merasa pulang telat"
"tapi jam ku menunjukkan kau pulang telat dua menit" ujar alex begitu senang melihat raut wajah sisy yang terlihat sebal.
"kau tahu dari mana? kau bahkan tidak ada di rumah" ucap sisy tidak terima.
"rumah ini beserta seluruh isinya serta para pegawai di rumah ini serta banyak cctv yang terpasang yang tidak kau ketahui di mana saja aku memasangnya yang akan membuktikan. jam ku atau jam mu yang salah" ucap alex panjang lebar semakin senang melihat sisy semakin marah.
"kau akan menerima hukuman mu sebanyak kesalahan yang kau lakukan itu" timpal alex melanjutkan.
sisy merasa mulai tidak enak was was dengan kata hukuman yang di maksud alex.
"hukuman apa?" tanya sisy dengan wajah lemas menatap alex menanyakan hukuman nya.
__ADS_1
alex yang melihat itu semakin gemas pada wanita nya itu.
"turuti kata-kata dan kemauan ku sebanyak hari sesuai banyaknya kesalahan mu" ucap alex santai.
"apa selama ini aku melawan mu? aku tak punya kuasa untuk itu" sisy melakukan pembelaan pada dirinya sendiri.
"nyata nya kau selalu melakukan itu pada ku dan membuat ku kesal" ucap alex dengan raut wajah yang berubah menjadi tegas.
"ah...aku tahu kemana larinya maksud kamu. bagaimana aku tidak melawan. kamu selalu melakukan sesuatu dan meminta sesuatu yang tidak bisa aku lakukan"
"kau bisa melakukan tapi kamu tidak mau" alex menimpali.
"aku tahu apa yang akan kau perintahkan ke aku. dasar otak mesum" kemudian sisy beranjak dari duduknya. sudah merasa malas berdebat dengan alex . alex hanya menanggapi dengan senyuman licik.
.
.
jam sudah semakin siang jika perdebatan ini di lanjutkan hanya akan membuat telat berangkat kerja. batin sisy
"tidak ada yang bisa menghentikan kemauan nya" ucap sisy dalam hati sambil melangkah pergi meninggalkan tempat duduknya.
"hukuman di mulai hari ini. berhenti di situ... " perintah alex
seketika sisy menghentikan langkah nya.
" aku akan mengantarmu ke kantor" tutur alex dengan memberikan senyuman dan memegang tangan sisy menariknya memasukkan nya ke dalam mobil yang akan dia kendarai bekerja siap dengan supir di depan dan di samping supir tentu ada thomas.
.
.
.
"siy kamu kemarin pulang sendiri? aku khawatir mencari mu. di club semalam terjadi keributan" tutur mira menghampiri sisy.
dalam hati sisy padahal sumber keributan itu adalah dirinya.
"iya. aku menunggu mu lama jadi aku memutuskan pulang duluan. sorry ya mir" sisy tidak enak sudah meninggalkan teman nya itu sendiri.
"its okey siy . aku nggak apa-apa. aku justru yang minta maaf karena lama kemarin. aku ketemu teman pacarnya tere gitu. minta kenalan" mira tersipu malu.
"ohhh...jadi gitu. okey....good luck lah" ungkap sisy.
sepanjang bekerja sisy bolak balik menghembuskan nafas dalam . merasa panik, gelisah. beberapa kali dia hampir menumpahkan gelas minum di meja nya.
"siy kamu kenapa? seperti ada yang di pikirkan"
mira melihat gelagat sisy yang tidak konsentrasi bekerja.
"emmm tidak ada apa-apa" jawab sisy menutupi kegelisahan nya.
__ADS_1
.
.
.
jam sudah menunjukkan waktu pulang kerja.
"hah... malas banget pulang" gumam sisy pada diri nya sendiri.
namun terdengar oleh mira.
"kalau malas pulang ayo hang out sama aku" mira mengajak sisy.
"hukuman saja baru di mulai mau buat kesalahan lagi bisa habis aku sama alex" gumam sisy dalam hati.
"tidak mir... he... he... he" sisy merasa tidak enak menolak ajakan mira.
"mau kemana mir.. ikutlah" tambah bimo mengajak sisy lagi.
"he..he..enggak bim. kalian saja",
bimo hanya mengiyakan penolakan sisy.
datang dari arah belakang tere gantian mengajak sisy.
"ayolah siy biar kita semakin kompak sebagai tim. sesekali hang out bareng"
kali ini sisy benar-benar sudah tidak kuasa menolak untuk yang ketiga kalinya.
"i..iya sudah ayolah. tapi aku sebentar saja ya" akhirnya sisy pasrah .
ketiga teman satu tim nya pun kini bersorak gembira.
berencana makan di cafe dekat kantor.
.
.
.
Di kantor, alex masih memimpin meeting dengan para kepala bagian.
masih fokus menyimak beberapa paparan presentasi data perusahaan dari karyawannya.
setelah melihat jam tangan yang dia kenakan sudah menunjukkan jam lima sore
"meeting di lanjutkan besok pagi" ujar sang big bos.
"aku tidak sabar ingin mengerjai nya" gumam alex sambil tersenyum sendiri.
__ADS_1
berjalan menelusuri lorong arah lift di ikuti dari belakang thomas yang membawa beberapa berkas di map.