
hari sudah mulai pagi, terlihat dua orang masih tertidur pulas, sisy tampak memunggungi alex, sedangkan alex memeluk sisy dari belakang, melingkarkan tangan nya ke pinggang wanita nya.
memasukkan muka nya ke ceruk leher sisy. hembusan nafas nya mulai membangunkan si pemilik tubuh.
"a..a...a..."
Sisy kaget di dapati alex tidur di belakangnya sambil memeluknya, berteriak sambil mendorong tubuh alex menjauh dari tubuhnya.
"apa sih berisik pagi-pagi"
Masih setengah membuka mata alex seolah tanpa dosa.
"kenapa kamu tidur di sini?" tanya Sisy emosi.
"ini kamarku"
jawab Alex santai kemudian mulai merebahkan tubuhnya lagi ke kasur mencoba memejamkan matanya kembali.
"kamarmu? astaga aku ketiduran tadi malam" gumam Sisy dalam benaknya.
kemudian Sisy bergegas bangun dan turun dari ranjang, menuju pintu hendak keluar kamar, tak di hiraukan alex yang masih melanjutkan tidurnya.
"terkunci..."
Sisy mencoba membuka handle pintu, namun ternyata pintu kamar terkunci.
Sisy berjalan menuju alex kembali, menanyakan di mana si pemilik kamar menyimpan kuncinya.
"alex...alex...di mana kunci kamarnya,"
Tanya Sisy mendekatkan wajahnya ke telinga alex, namun alex tak bergeming, masih melanjutkan tidur.
"alex..."
kini sisy mulai menggoyang kan tubuh alex.
namun sisy di kagetkan dengan tindakan alex yang menarik leher sisy dan memeluknya, mendekapnya dan memasukkan ke dalam selimutnya.
sisy mencoba berteriak namun tertutup dada kekar alex, hanya bisa mencoba memberontak melepaskan diri.
"sebentar lagi..."
ucap alex yang masih memejamkan matanya dengan suara serak khas bangun tidur.
Sisy yang sudah lelah meronta akhirnya diam untuk sejenak.
sesaat setelah tubuh yang di peluknya tidak bergerak, alex mencoba membuka matanya, tepat di hadapan nya kini wajah sisy, begitu dekat, pandangan mata sisy yang sedari tadi mengamati wajah alex kini tertangkap basah oleh pemiliknya.
sedikit demi sedikit alex mendekatkan wajahnya pada wanita yang kini sering dia rindukan, mencoba merengkuh bibir wanita itu dengan bibirnya.
"hentikan...jangan ngelunjak"
__ADS_1
ucap sisy sambil menjauhkan wajahnya melepaskan diri dari alex yang mulai mengendorkan pelukan nya, mendorong wajah alex menjauh dari wajahnya.
"ha..ha..ha...its okay. aku bisa melakukan nya lain waktu"
ucap alex sembari turun dari ranjang nya hendak menuju kamar mandi.
" kunci pintunya di laci sebelah kiri meja " tambah alex sebelum kemudian masuk ke kamar mandi.
bergegas sisy ikut turun dari ranjang menuju laci yang di maksud alex.
"ini kuncinya, syukurlah dia tidak bohong, apa ini?"
sisy berbicara dengan dirinya sendiri, terkejut melihat setumpuk alat pengaman pria, ****** ada di laci tempat dia mengambil kunci pintu.
"dasar mesum"
celetuk sisy kemudian bergegas membuka pintu dan keluar dari kamar alex.
di ruang makan sisy dan alex sudah mau ke kantor.
"thomas..." panggilan alex pada thomas yang baru saja masuk ke rumahnya.
"kau harus mencarikan tukang urut untuk tangan ku ini, tangan ku rasanya kaku karena semalaman wanita yang ada di depan mu itu menjadikan tanganku sebagai bantalnya."
thomas hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum, tanda mengiyakan tugas yang di berikan bosnya.
"harus ya... dia memberi tahu semua orang kalau aku semalam tidur di kamarnya" batin sisy dengan ekspresi sewot.
membuat alex yang memperhatikan nampak tersenyum gemas.
"katanya mijit tapi pagi nya malah tangan ku sengkleh kayak gini"
membuat sisy tidak bisa lagi menahan untuk tidak melawan alex.
"kenapa kamu tidak membangunkan ku kalau aku ketiduran? bilang saja kalau kamu memang sengaja kan membuat ku ketiduran di kamarmu?." sisy menatap dalam mata alex mencoba menyelidik.
"kalau iya kenapa? " dengan santai alex mengakui modus nya.
"sudah kuduga" sisy semakin sebal dengan pengakuan alex.
beberapa hari, baik sisy maupun alex sibuk dengan urusannya masing-masing, terutama alex, hingga tidak ada waktu luang hanya untuk sekedar mengobrol atau iseng pada sisy.
bahkan beberapa hari yang lalu alex tidak pulang ke rumahnya. pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.
siapa yang tidak tahu kesibukan alex, seorang pengusaha yang masih terbilang muda namun mempunyai kekayaan yang bahkan tidak habis dalam tujuh turunan kalau orang bilangnya seperti itu.
seiring berjalan nya waktu, semakin besarnya usaha dari usaha properti, ritel perhotelan tambang hiburan , kini usaha terlarang yang di warisi dari ayahnya mulai di pensiunkan.
namun jiwa setengah mafia nya masih melekat pada dirinya, hasil didikan ayahnya dahulu kala.
alex seorang yang jenius, pandai membaca masa depan perusahaan di mana dia menanam saham.
__ADS_1
selain usahanya yang berderetan ,sahamnya bahkan ada di hampir semua perusahaan besar di negeri ini.
sisy merasa bersyukur, paling tidak beban nya untuk melakukan hukuman yang harus dia jalani kini menjadi lebih ringan.
hari ini alex masih sibuk dengan urusan pekerjaan, membuatnya pulang sampai larut malam.
begitu pula sisy, perusahà an mulai bersiap untuk perayaan memperingati hari ulang tahun perusahaan.
"aku ijin lembur kerja, plisss" bunyi pesan sisy pada alex.
"ada kompensasi yang harus di bayar" balas alex.
"apa sih sedikit-sedikit hukuman sedikit-sedikit kompensasi" gumam sisy kesal membaca balasan pesan dari alex.
"apa?" tanya sisy singkat.
"kiss" balas alex.
"menyebalkan, andai saja aku bisa ijin tidak lembur" sambil membanting map di mejanya saking kesal nya Sisy hingga membuat Mira, Bimo , Tere menoleh, namun tak lagi membalas pesan Alex.
Sedangkan orang yang membuatnya kesal tertawa senang.
Hari semakin larut, suasana di kantor Sisy masih ramai para karyawan mempersiapkan pesta aniversary besok malam.
Ada pertunjukan konser musik, hingga waktu menunjukkan pukul sebelas malam.
"Akhirnya selesai juga"
Mira merasa senang akhirnya pekerjaan untuk lembur hari ini selesai.
"Yeay saat nya pulang" sahut Tere dari belakang.
Akhirnya lembur hari ini sudah selesai.
Suasana rumah Alex sudah sepi, penghuni rumah mungkin sudah terlelap tidur.
"Hari ini begitu melelahkan "
Kemudian Sisy merebahkan tubuhnya dan terlarut ke dalam alam mimpi.
Keesokan pagi seperti biasa, kewajiban untuk sarapan pagi bersama sang big bos.
Tampak Alex memperhatikan Sisy yang sedang sarapan seperti orang kesetanan, begitu tergesa- gesa.
Pasalnya hari ini puncak perayaan hari ulang tahun perusahaan tempatnya bekerja.
"Kau makan seperti orang di kejar maling" ucap alex
"Aku buru- buru, sibuk aku harus berangkat awal, aku tidak menemanimu sarapan sampai selesai ya plisss.... hari ini kantor tempatku kerja ulang tahun ada konser musik gitu, aku sangat sibuk untuk laporannya, di samping pekerjaan penerbitan berita masih menumpuk" jawab Sisy yang hampir menghabiskan sanwich di piringnya.
"Kamu pikir aku tidak tahu? ingat kau masih berhutang padaku" Alex mengingatkan soal masalah kompensasi tempo waktu.
__ADS_1
"Hutang apa? sudah ya aku cabut"
Seperti nya Sisy melupakan pembahasan soal kompensasi lembur dengan alex, namun waktu memburu diri nya untuk segera berangkat ke kantor.