Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya

Cinta Sang Big Bos Pada Wanita Nya
7. Handphone baru


__ADS_3

Pagi yang cerah mulai menyapa. Tampak Sisy mulai bangun ,lalu mandi dan keluar kamar menuruni tangga.


Entah jam berapa ini kenapa sudah tampak Alex duduk di meja makan bersiap untuk sarapan.


Sisy melihat jam dinding yang terpajang di depan tangga santai masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.


“Duduklah, aku menunggu mu ” Alex tampak sudah rapi memakai baju kantor.


Kemudian sisy duduk di samping pria tampan berparas blasteran amerika indo itu.


“kenapa?” menanyakan kenapa menunggu.


“tidak apa-apa, ini salah satu kewajiban mu, apa bi Nani tidak mengatakan nya padamu?” tanya Alex


“sudah kemarin” jawab Sisy datar Sambil menyendok nasi goreng si depan nya.


Tampak Alex melirik.namun tak di hiraukan nya.


Saat hendak memasukkan suapan pertama nya ...


“ambilkan untuk ku juga” perintah alex.


Tanpa menjawab Sisy langsung mengambilkan nasi goreng ke dalam piring alex dengan nada kesal .


Kemudian keduanya memulai sarapan pagi bersama. Menghabiskan sarapan nya masing-masing.


Tampak seseorang dari samping Sisy datang dan menaruh sebuah kotak di atas meja.


“ini untuk Nona dari tuan Alex” ucap sang kepercayaan bos.


“apa ini ??” Sisy bertanya sambil melirik Alex.


“Apa kamu tidak bisa melihat kalau itu kardus handphone? Kalau kamu tidak mau ,Thomas ambil lagi” perintah Alex kesal.


Namun belum juga handphone baru itu di ambil Thomas, tangan Sisy sudah bergerak cepat mengambil handphone mewah keluaran terbaru itu.


“aku mau ...aku mau...” sambil memegangi erat barang itu kegirangan.


Memang itu salah satu benda yang di ingin kan saat ini. sudah beberapa hari sejak para rentenir menculiknya dari kos-kosan , kemudian menjual nya pada tante rita , sisy tidak pernah memegang handphone lagi. Handphone miliknya sudah tidak tahu lagi ada di mana sekarang. Sehingga dia kehilangan akses dengan orang- orang yang di kenal sebelumnya. Bahkan teman kantor nya tak tahu bagaimana kabarnya.

__ADS_1


Alex tampak tersenyum melihat tingkah Sisy .


“aku memberikan nya tidak gratis, juga tidak ada yang boleh kamu hubungi selain aku, di situ sudah tersimpan nomor telepon ku. Kamu bisa menghubungi ku kalau kamu merindukan ku” tampak Alex tersenyum jahil.


Sementara Sisy tampak mengernyitkan alis nya


“ish....apa gunanya aku punya handphone kalau seperti itu. Tapi aku bisa menelepon teman-teman ku ketika dia tidak di rumah. Untung aku hafal beberapa nomor” gumam sisy dalam hati.


“jangan mencoba-coba menghubungi selain diri ku pahan....!!!.ponsel itu sudah aku sadap. Jadi apapun kegiatan mu dengan ponsel mu itu aku akan mengetahui nya. Termasuk kalau kamu mencoba searching situs porno aku akan mengetahui nya” tutur Alex sambil mendekapkan tangan di dada nya.


“hei....siapa yang mau searching situs porno??” teriak sisy kesal


“sering-sering lah mengakses nya, kamu perlu banyak belajar sebelum mempraktekkan nya dengan ku” sambil tersenyum mesum.


“hentikan kata-kata menjijikkan itu” sambil menutup telinga nya .


Sisy paling tidak suka kalau pembahasan sudah mengarah pada bab ke mesum an pria yang ada di depan nya itu.


Namun Alex hanya membalas dengan tersenyum jahil. Tidak mau berdebat lebih panjang lagi.


Kemudian acara sarapan pagi itu berakhir ketika Alex melangkah menuju thomas yang sudah menunggu. tepatnya menuju mobil hendak pergi ke kantornya.


Nampaknya dia amat senang. Tak di hiraukan lagi ketentuan-ketentuan yang barusan Alek terangkan panjang lebar.


“ di sadap? Masa bodoh mau di sadap atau tidak.” Gumam sisy .


Rasa nya dia sangat rindu memegang benda pipih tersebut. Serasa ingin mulai membuka sosial media nya yang lama tidak dia kunjungi . Sisy merasa punya hiburan baru. Setelah melewati Hari-hari yang membosankan .


Seharian ini Sisy menghabiskan wakyu nya di dalam kamar. Membuka lagi sosial media nya, mengupdate status, update foto dan mulai mengobrol dengan teman online nya lewat kolom komentar. Sebelumnya Sisy memang terbilang aktif dengan yang nama nya sosial media. Follower nya bahkan sampai ribuan. Tidak heran jika dia nampak menggemari sosial media, karena pekerjaan dia sebelumnya adalah di sebuah majalah berita hiburan, serta kantor berita online. Sebuah perusahaan yang tidak terlalu besar memang. Tapi rencana nya perusahaan majalah tempat dia bekerja akan di akuisisi oleh stasiun tv swasta ternama. Tapi sayang, sebelum hal itu terjadi Sisy harus di paksa untuk keluar dari tempat kerja nya. Bukan keluar tepatnya. Sejak penculikan yang di lakukan rentenir penagih hutang kakaknya , dia tidak bisa berangkat kerja ke kantor tersebut. Sudah pasti dia di keluarkan dari tempat kerja nya , pikir sisy . pasalnya dia tidak masuk kerja tanpa ijin sudah hampir dua minggu.


Tanpa dia sadari ada orang yang mengawasi tentang kegiatan nya di ponsel baru itu. Siapa lagi kalau bukan alex serta orang kepercayaan nya . Asisten pribadi nya merangkap sekertaris pribadi yaitu Thomas.


“apa dia masih membalas komentar pemilik akun itu?” tanya Sang bos pada asisten nya.


“masih bos “ jawab thomas singkat.


“siapa pemilik akun itu?cari tahu semua yang berkaitan dengan dia” titah sang big bos.


Sambil meremas kertas yang ada di mejanya.

__ADS_1


Thomas hanya mengangguk langsung melaksanakan titah bos nya.


“mana handphone ku” pinta alex pada thomas.


Lalu thomas mengulurkan tangan nya.


Kring....kring....


Nampak ponsel Sisy berbunyi. Di layar ponsel tertulis "lelaki tampan ku" serta nampak foto Alex bertelanjang dada ekspresi bersender pada tembok sehingga tampak sexy serta menampakkan dada nya yang bidang berotot.


“lelaki tampan ku? Ihhhh,....kenapa ada foto menjijikkan dia di hp ini sih” menatap layar dengan jijik dan malas menjawab telepon.


Tapi mau bagaimana lagi ...daripada jadi masalah. Pikir sisy


“hallo....” suara di seberang sana.


“ada apa ?” jawab sisy malas.


"aku hanya mau mengingatkan bahwa barang yang kamu pegang itu tidak gratis. Kamu harus membayarnya setelah aku pulang. satu lagi , Aku memperingatkan mu lagi ,tidak ada yang boleh kamu hubungi selain aku" suara tegas Alex.


Sisy terdiam....


"Termasuk chat di kolom sosmed dengan pria asing tak ku ijinkan" tampak di seberang telephone alex masih memberi perintah.


"sebenarnya siapa kamu dan siapa aku untukmu? Kenapa kamu melarang ini itu pada ku?" teriak Sisy yang nampak geram dengan Sikap Alex yang semakin hari semakin mengekang kebebasan nya.


"kamu..... berani berteriak pada ku...??? hey kamu....kamu adalah wanita ku. kamu properti ku yang sudah aku beli. Jadi kamu harus mematuhi semua perintah dan larangan ku.pahammmm......!!!!!"


Sisy sampai menjauhkan gagang ponsel dari telinga nya mendengar suara dalam ponselnya berteriak memberi peringatan dengan suara kerasnya.


tut....tut....tut....


Alex langsung menutup sambungan telephon nya


.


.


visual alex

__ADS_1



__ADS_2