Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Ehem


__ADS_3

"Apa benar begitu?" tanya Emely.


Dani mengangguk pelan, diambilnya surat pemberitahuan yang tadi diantarkan beberapa lembaran pengantar lainya dari saku jas.


Emely bangun dari pelukan Dani dan mengamati beberapa berkas yang berada di amplop coklat.


"Kamu baca saja, kita ambil besok saja, sepertinya ada hal yang harus kita lakukan. Kau tau, selama kita menikah kita hanya melakukannya sekali, itupun karna dipaksa oleh keadaan, jadi aku akan...." Dani tak meneruskan kata katanya, karna saat ini Emely meletakan jari telunjuknya di bibirnya.


Wanita cantik itu menatap Dani dengan teduh, mencondongkan wajahnya ke kiri dan tersenyum singkat.


"Akan meminta hakmu sebagai suami yang sah menurut agama dan negara?" ucap Emely, meneruskan kata kata yang mungkin akan diucapkan oleh Dani.


Dani mengangguk, bibirnya tersenyum hangat. Tangannya dengan sigap membawa Emely dalam pangkuannya. Melepaskan hijab cantik yang melekat di kepala istrinya.


"Au," Emely sedikit terkejut saat dirinya kini duduk menyamping di pangkuan Dani, merangkulkan kedua tagannya di leher Dani.


Kepala Dani menyusup di leher Emely, men*ium leher jenjang yang beraroma wangi itu.


"A,h..." terdengar d*sahan singkat Emely karna bibir Dani menjelajahi lehernya. Tangan Dani bergerilya di punggung dan dada yang berhiaskan dua bukit himalaya.


"A,h," suara serak basah keluar dengan merdu, membuat Dani menyunggingkan senyuman indahnya.


"Kau milikku baby, mulai malam ini, esok dan selamanya," lirih Dani sambil mengangkat pelan tubuh Emely untuk berbaring.


Dani berdiri, me**buka satu persatu kancing bajunya, dan melempar ke sembarangan arah. Melepas celan* hitam dan menyisakan celan* pendek. Dengan gerakan cepat Dani melompat dan kini berada di sambing Emely.


Dengan sigap dirinya meraih kancing baju Emely, menarik dengan irama yang halus dan membuang entah kemana. Di bawah selimut keduanya bergulat, saling memeluk, saling berangkulan, berc*uman. Saling Me**ba, saling mendekap. Mereka menyalurkan ha*rat membara. Bermain dengan tenang, dengan tempo yang sesuai dengan keinginan mereka.


"A..h...." desa* Emely saat mendapat sentuhan yang membuatnya melayang.


Emely yang semula menutup mata kini membuka matanya, tak kuasa lagi untuk menahan tangan nakal suaminya yang menjelajah. Bahkan dirinya merasakan hal yang begitu nik*at. Dani membuat gigitan kecil memberikan jejak kepemilikan di leher Emely. Turun, turun dan menyapu tubuh wangi Emely dengan lembut.

__ADS_1


"emm," lirih Emely.


Dani menyunggingkan senyum dibibirnya. Dani terus bermain dan menyentuh dua gunung himalaya yang menjulang tinggi. Bermain diatas bukit yang indah. Emely yang kehilangan kendali merintih kembali saat Dani kembali memberikan sensasi yang berbeda di tubuhnya.


Rintihan Emely terdengar menggoda di telinga Dani, membuat diri Dani semakin menggila. Senjata Ampuh merespon sempurna hingga menegang, menyesakkan dirinya sedari tadi. Dani perlahan mencoba untuk memasukannya.


Emely yang semakin tak berdaya tak bisa melakukan apapun. Rasanya sangat indah, sangat nikmat, bagaikan melayang ke angkasa. Kenapa rasanya jauh lebih tenang dan jauh lebih indah dari saat itu? Entahlah, yang jelas ungakapan cinta Dani dan apa yang Dani lakukan saat ini begitu membuatnya bahagia?


Emely benar-benar tidak bisa menghindar dari jeratan perasaan membuncah di dadanya. Ia mencoba untuk tenang saat Dani kini berada tepat di atasnya.


"Baby, akan sedikit terasa sakit. Tapi aku yakin tak sesakit pertama kali. Tapi aku akan melakukannya dengan hati hati, nikmati dan jangan ditahan jika ingin berkeluh. Sebut namaku dalam desa*anmu," ucap Dani. Emely terdiam. Dani mengusap pelan puncak kepala Emely. Mengusap mata indah yang tampak berkaca.


"Aku mencintamu sayang, jangan meragukan aku," ucapnya.


Deg,


Emely merasa haru, tapi dia sangat bahagia. Ia meneteskan air mata. akan tetapi Emely membolakan kelopak matanya saat sesuatu melesak ke dalam dan menekan titik sensitifnya.


Dani memejamkan matanya, menghentikan aktifitas yang jelas telah menguras energinya dan energi Emely. Keduanya tampak gugup, Dani melepas ciumannya, mereka saling memandang dan mengatur pernapasan. Tatapan Dani tak bisa di jelaskan, ia menatap Emely dengan teduh.


Senjata Dani masih menancap di terowongan casablangka. Emely masih terdiam dengan air mata yang terus saja mengalir.


Dani mengusap air mata Emely, mengusap puncak kepala Emely dengan lembut. Tak dapat berkata apapun, tapi Dani meneruskan permainannya, menyelami samudra keindahan dan Emely pun menikmatinya.


Mungkin ini permainan yang kedua, tetapi begitu sangat terasa nikmat. Masih sama seperti waktu itu, bahkan lebih nikmat karna mereka saling mencintai dan telah berstatus sebagai suami istri yang sah menurut agama dan negara.


"Mas," Emely memanggil Dani yang kini memeluknya dengan erat.


"Hem," jawabnya lemas. Dani menatap Emely. Begitu terkejut saat dia melihat Emely begitu pucat. Apa Emely demam seperti waktu itu? Astaga, Dani segera bangun. Mengambil kaos pendek yang tadi disiapkannya di atas meja.


"Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya Dani dengan panik. Emely bagun dan menggulung tubuhnya dengan selimut. Dia duduk, Dani mengambil air putih dan memberikan pada istrinya.

__ADS_1


"Mas aku mual," bisa antar aku ke toilet?" tanya Emely.


Tak menunggu lama, Dani membopong tubuh ramping istrinya menuju ke toilet. Dani menurunkan Emely. Emely memuntahkan isi perutnya di sana.


Dani memejamkan matanya, sambil memijit pundak Emely. Kenapa selalu seperti ini? Apa Emely selemah ini? Atau mungkin masih kaget dan harus menyesuaikan diri? Kenapa harus begini setiap habis melakukan?


"Sudah enakaan?" Dani mengoles minyak di leher Emely, mendekatkan minyak di hidung Emely.


"Enakan mas, Maag aku merepotkanmu," ucapnya.


Dani kembali membopong tubuh mungil Emely dan membawanya kembali ke ranjang. Dani mengambil pakaian ganti untuk Emely dan memberikan baju bergambar kartun frozen itu pada Emely.


"Pakai baju tidurnya," ucap Dani. Emely mengangguk pelan.


"Hadap sana," ucap Emely.


"No. Aku sudah melihatnya. Aku tidak mau hadap hadap sana," ucap Dani.


Emely menghela napas panjang dan mencoba untuk mengikuti apa mau suaminya. Dia segera meraih baju dan beberapa perlengkapan yang telah tersedia.


Dani tersenyum singkat, tangannya terulur untuk mengacak rambut Emely kemudian menutup dirinya di bawah selimut.


Tak berapa lama, dia kembali memunculkan wajahnya. Mencium puncak kepala Emely.


"Selamat malam, selamat tidur, mimpi indah. My lovely wife," lirihnya kemudian kembali berbaring.


Emely meyunggingkan senyuman indah. Dadanya bergetar hebat.


"Terima kasih, mimpi indah juga, My lovely Husband." balasnya sambil memegang dadanya yang jedak jeduk tak karuan.


🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2