Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Terbang Melayang


__ADS_3

Dani melepas ciumannya, menatap wajah Emely yang tampak cantik, akan tetapi sembab karna air mata. Dani tersenyum, ada getaran aneh yang menjalar di tubuhnya.


Dani memejamkan matanya, mau mengakiri semua? Tapi tubuhnya menginginkannya. Mau meneruskan? Bagaimana perasaan Emely nantinya? Bukankah Emely mencintai orang lain?


Dani merasa dilema dengan apa yang akan terjadi, hampir saja Dani mengurungkan niatnya. Akan tetapi, kembali lagi tubuhnya merasakan reaksi yang membuat dia harus menuntaskannya.


Masa bodo dengan lelaki yang diinginkan Emely. Yang jelas dia harus menuntaskan apa yang harus dituntaskan. Dani mengusap air Mata Emely.


Emely masih memejamkan matanya, rasanya tak sanggup untuk berbicara ataupun memberontak. Tenaganya sudah terkuras. Bahkan kedua tangannya masih di genggam Dani dengan erat.


Keadaan Emely yang tanpa pemberontakan membuat Dani tak segan untuk meneruskan aksinya. Merasa Dani tengah bergerak men*lanjanginya, Emely mencoba mendorong tubuh Dani. Namun, Dani tampak tak bergeming sedikitpun. Bibir Dani membungkam mulut Emely dangan lembut, turun ke leher jenjang yang putih mulus milik Emely, sentuhan yang lembut memabukkan membuat tubuh Emely merasakan panas dingin seketika.

__ADS_1


Emely membuka matanya, tak kuasa lagi untuk menolak atau memberontak. Bahkan dirinya merasakan hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Dani membuat gigitan kecil memberikan jejak kepemilikan di lehernya. Turun, turun dan menyapu tubuh wangi Emely dengan lembut.


"emm," lirih Emely.


Dani menyunggingkan senyum dibibirnya. Dani terus bermain dan menyentuh dua gunung himalaya yang menjulang tinggi. Bermain diatas bukit yang indah. Emely yang kehilangan kendali merintih kembali saat Dani kembali memberikan sensasi yang berbeda di tubuhnya.


Rintihan Emely terdengar menggoda di telinga Dani, membuat diri Dani semakin menggila. Senjata Ampuh merespon sempurna hingga menegang, menyesakkan dirinya dan menyiksanya sedari tadi. Dani perlahan mencoba untuk memasukannya.


Emely yang semakin tak berdaya tak bisa melakukan apapun. Rasanya sangat indah, sangat nikmat, bagaikan melayang ke angkasa. Walau ada bayangan Raymon di otaknya, tapi tak kuasa dia menolak atau menghentikan aktifitas Dani saat ini. Kenapa? Entahlah, apa naluri seorang istri? Yang jelas, dulu walau Raymon meminta untuk berhubungan dia selalu menolaknya. Lalu apa ini? Kenapa dia tak sanggup menolak? Emely memejamkan matanya.


"Baby, akan sedikit terasa sakit jika kau masih segelan. Tapi aku akan melakukannya dengan hati hati," ucap Dani.

__ADS_1


Deg, Emely kembali meneteskan air mata. Kenapa ucapan Dani sedari tadi menyakitkan. Apa artinya dia meragukan kesuciannya? Ingin memberontak, akan tetapi Emely membolakan kelopak matanya saat sesuatu melesak kedalam dan menekan titik sensitifnya.


"Ahk,,," terdengar Emely berteriak, akan tetapi tertahan. Dani tau, Emely terkejut. Dani membungkam mulut Emely dengan bibirnya, mencoba memberikan ketenangan pada Emely. Tubuhnya bergerak ke atas ke bawah mencari sebuah kenikmatan. Bahkan Dani memejamkan matanya saat merasakan tubuhnya seperti melayang ke angkasa. Untuk yang pertama kali baginya, dan dia tau pasti juga yang pertama kali untuk Emely, karna saat ini dia melihat dengan jelas noda merah yang mengalir di sprai.


Dani memejamkan matanya, menghentikan aktifitas yang jelas telah menguras energinya dan energi Emely. Apa yang dilakukannya? Tapi Emely istrinya. Hais, entahlah. Keduanya tampak gugup, Dani melepas ciumannya, mereka saling memandang dan mengatur pernapasan. Tatapan Dani tak bisa di jelaskan, ia menatap Emely dengan teduh.


Senjata masih menancap di terowongan casablangka. Emely masih terdiam dengan air mata yang terus saja mengalir.


Dani mengusap air mata Emely, mengusap puncak kepala Emely dengan lembut. Tak dapat berkata apapun, tapi Dani meneruskan permainannya, menyelami samudra keindahan dan Emely pun menikmatinya.


Beberapa menit berlalu, Dani sudah menuntaskan apa yang sedari tadi menyiksanya. Dani turun dari tubuh Emely, berbaring di samping Emely. Emely memiringkan tubuhnya, membelakangi Dani. Ditengah kegelapan dia menangis, menyesal, kecewa, bahagia, menikmati, saat ini perasaannya sulit untuk dijelaskan. Melihat Emely yang menangis membuat Dani tersentuh, ingin mendekap Emely, tapi tangannya hanya mampu terulur dan menggantung. Sepertinya Emely tengah terluka, dia tak mau mngganggunya.

__ADS_1


Grobyak....


🙈😘😘😘😘😘


__ADS_2