Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Menantu


__ADS_3

Emely yang semula memejamkan matanya, kini memandang mama mertuanya. Dia yang masih menutup mulutnya dengan kedua tangannya kini segera mengambil tisue yang ada di tasnya. Wajahnya tampak panik dan mendekat ke arah mama mertuanya.


"Maaf, tante. Aku tidak sengaja." ucapnya sambil mengusap baju bagian depan milik mama Nina.


Apa yang akan terjadi? Apa dia akan benar benar dimaki? Kenapa memanggil mertuanya tante? Melihat wajah mama mertuanya membuatnya takut sekaligus ingat, bahwa orang di depannya adalah orang yang dulu mengatainya pelakor. Orang yang sangat membencinya. Lalu, apa saat ini dirinya akan menjadi menantu mengenaskan seperti di novel?


Duh, melihat wajah Mama Nina yang tampak memerah membuat Emely panik.


"Tante, maksud aku mama, maksud aku...." Emely menghentikan ucapannya. Rasanya sangat canggung. Harus memanggil apa pada wanita di depannya?


Mama Nina mengambil alih tisue yang dipegang Emely dan di buangnya ke tempat sampah.


"Sudah, tidak papa. Mama bisa ganti baju. Sebaiknya kalian segera masuk," ucap Mama Nina datar kemudian melenggang pergi.


Dani yang masih tampak syok, menatap ke arah wanita di depannya. Bagaimana bisa mamanya sedatar itu? Apa hoby marah marahnya hilang?


Dani kini menatap ke arah Emely, tampak kekhawatiran yang nyata di wajah istrinya. Dani menatap Emely. Kini tangannya meraih ponselnya dan memanggil seseorang di sebrang sana.

__ADS_1


"Halo, segera datang ke rumah. Lima menit dari sekarang," ucap Dani kemudian menutup ponselnya.


Emely menautkan alisnya, siapa yang di telpon suaminya? Lima menit? Iya kalo dekat. Kalo jauh bagaimana? Apa tidak bisa suaminya itu sedikit bersabar?


"Sebaiknya kita segera masuk, kamu butuh istirahat sambil menunggu dokter pribadi keluarga ARW," ucap Dani.


Emely yang semula mengatakan baik baik saja kini hanya diam. Tak ada salahnya dia menurut, lagi pula dia memang merasa jika dirinya akhir akhir ini merasakan aneh.


Dani menatap Emely yang masih terdiam, kenapa istrinya itu?


"Hei, kamu kenapa baby?" tanyanya dengan tenang.


"Tenanglah, mama tidak akan marah. Nanti kalaupun marah pasti juga ditahan, dia bakalan sungkan sama Mama Elyna," ucap Dani dan berhasil membuat Emely terkekeh pelan.


Dani merangkul pundak Emely dan mengajak istri cantiknya untuk segera melangkah, menapaki anak tangga demi anak tangga.


Jantung Emely berdetak hebat, tak pernah terbesit sebelumnya jika dia akan bertemu secepat ini dengan keluarga Dani. Rasa gugup menghampirinya, bahkan sudah hampir dua bulan dia menikah, tetapi rasanya seperti pengantin baru saja.

__ADS_1


Emely mengedarkan pandangan, tangga ini adalah tempat dimana dia bertemu pertama kalinya dengan Dani. Tempat dimana dia bertemu dengan mama Nina. Dan pertemuan pertama mereka sangat menyakitkan.


Emely menghela napas panjang, mencoba untuk menenangkan hatinya. Karna setelah kisah itu, banyak kisah pilu yang harus dia jalani. Air mata Emely tiba tiba mengalir.


Dani menggenggam erat tangan Emely dan menghentikan langkahnya. Dani menghadap ke arah Emely dan mengusap air mata istrinya.


"Apa semenakutkan ini untuk masuk ke rumah? Aku akan membawamu pergi jika disini menyakitimu," ucap Dani sambil mengusap pelan pipi Emely yang basah.


Dani menggenggam tangan Emely dan menarik Emely untuk menjauh, mungkin istrinya masih belum siap. Tapi, Emely menahan langkah Dani dan menatap suaminya itu.


"Aku menantu di rumah ini, jika mama Marah maka aku akan menahlukannya. Jangan sebut namaku Emely jika aku tidak bisa membuat Mama Nina luluh padaku," ucap Emely dengan tenang.


Dani tersenyum tipis, istrinya yang periang itu begitu mudah berubah suasana hatinya. Apa dia punya kebribadian ganda?


Emely menarik tangan Dani, keduanya berjalan ke arah pintu utama. Menapaki anak tangga demi anak tangga.


Dani tersenyum bahagia, tetapi terlintas bayangan orang yang tadi sempat mengejarnya. Siapa mereka? Apa yang mereka mau?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2